Fokus utama yang disoroti meliputi penurunan angka stunting, percepatan pengentasan kemiskinan ekstrem, serta penguatan upaya pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak.
“Pertemuan ini merupakan momen strategis yang kami yakini mampu mempererat kolaborasi antara perempuan pelayan publik, baik di ranah legislatif maupun pemberdayaan masyarakat. Jika perempuan-perempuan tangguh ini bergandengan tangan, maka transformasi sosial yang kita impikan bukanlah hal mustahil. Ini bukan semata tugas kelembagaan, melainkan panggilan nurani dan tanggung jawab kemanusiaan,” ungkap Ny. Asti.
Ia juga menyerukan agar para legislator perempuan menjadi lokomotif perubahan di wilayah konstituennya, dengan memperjuangkan program-program yang berpihak pada keluarga, perempuan, dan anak.
Menurutnya, keberpihakan terhadap isu kesejahteraan sosial harus dimanifestasikan melalui kebijakan yang berkelanjutan dan berdampak luas.
Pertemuan tersebut juga membuka ruang diskusi konstruktif antar peserta, membahas langkah-langkah konkret kolaboratif dalam menyukseskan program prioritas pembangunan yang menempatkan kesejahteraan keluarga sebagai fondasi utama.
Dengan semangat kebersamaan dan komitmen kolektif, TP PKK dan para legislator perempuan NTT bersepakat untuk menjadikan silaturahmi ini sebagai awal dari kerja sama berkelanjutan demi menciptakan Provinsi NTT yang lebih sejahtera, berdaya saing, dan berkeadilan sosial.
Penulis: Arnold Dewa
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Redaksi76.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
