SPPG ke-15 Resmi Beroperasi, Ende Percepat MBG dan Bangun Ekosistem Ekonomi Menuju Indonesia Emas 2045

Reporter : Arnold Dewa Editor: Tim
Peresmian SPPG Di Kecamatan Ende Timur. Istimewa
Ket. Mensi Tiwe, Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan sekaligus Ketua Satgas MBG Kabupaten Ende,

Program ini dinilai mampu membangun ekosistem ekonomi yang inklusif, dengan melibatkan berbagai sektor mulai dari petani, peternak, produsen bahan pangan, hingga penyedia jasa logistik. Selain itu, MBG turut mendorong penciptaan lapangan kerja dalam skala luas.

“Hingga saat ini, sekitar 700 tenaga kerja telah terserap dalam operasional 15 SPPG. Program ini juga membuka peluang bagi ibu rumah tangga untuk memperoleh penghasilan tambahan, yang secara langsung berdampak pada peningkatan kesejahteraan keluarga,” ujar Mensi.

Dari sisi cakupan layanan, sebelumnya 14 SPPG telah beroperasi, dengan 11 unit berada di wilayah perkotaan Ende dan tiga lainnya tersebar di Kecamatan Kota Baru (Loboniki), Wolowaru, dan Nangapanda. Dengan penambahan satu unit baru, kapasitas layanan diproyeksikan terus meningkat.

Saat ini, program MBG telah menjangkau sekitar 31 ribu hingga 33 ribu penerima manfaat dari total potensi sekitar 92 ribu sasaran di Kabupaten Ende. Meski demikian, angka tersebut masih bersifat dinamis seiring dengan penyesuaian skema penerima, termasuk tenaga pendidik dan kependidikan.

Pemerintah daerah menegaskan bahwa perluasan layanan akan terus diarahkan hingga menjangkau wilayah-wilayah terpencil dalam kategori Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T), guna memastikan pemerataan akses gizi yang berkelanjutan.

Dari aspek tata kelola, setiap SPPG yang telah beroperasi akan melalui proses sertifikasi ketat, khususnya terkait standar keamanan pangan untuk makanan siap saji. Proses ini melibatkan instansi teknis seperti Dinas Kesehatan dan Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Sejauh ini, implementasi program MBG di Kabupaten Ende dilaporkan berjalan tanpa kendala berarti. Pemerintah daerah mencatat belum adanya keluhan signifikan dari penerima manfaat, menandakan tingkat akseptabilitas dan kualitas layanan yang tetap terjaga.

Dengan pendekatan terintegrasi antara peningkatan gizi dan pemberdayaan ekonomi, Kabupaten Ende menempatkan program MBG sebagai salah satu instrumen strategis dalam memperkuat fondasi pembangunan sumber daya manusia di tingkat daerah.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Redaksi76.Com

+ Gabung

Exit mobile version