Menindaklanjuti informasi dari pihak Bank, akhirnya pada tanggal 08 Juli 2024, Arsy bersama anaknya kembali mengecek bantuan simpanan pelajar dimaksud.
Setelah dicek, dananya sudah masuk direkening dengan nominal sebesar 225 ribu rupiah. Dana itu masuk setelah satu hari mereka membuka rekening, yaitu pada tanggal 29 Juni 2024.
“Yang membuat kami kaget dana masuknya tanggal 29. Dihari yang sama juga dana ini langsung diambil dengan kode sandi pengambilan di buku rekening 02. Kode 02 ini menandakan bahwa pengambilan uang tersebut di teler sedangkan kami tidak tau apa – apa. Lebih anehnya lagi tanggal 29 kenanya di hari Sabtu dimana tidak ada jam operasional di Bank”,tuturnya
Karena merasa kaget, Asry langsung menghubungi pihak sekolah untuk meminta konfirmasi terkait kejadian itu. Setelah dikonfirmasi, pihak sekolah menyampaikan bahwa mereka tidak tau apa – apa karena tugas mereka hanya menerima data anak dan kemudian mengarahkan orang tua untuk membuka rekening di Bank BRI. Mengenai uang masuk dan keluar itu urusan orang tua dengan anak/penerima bantuan.
“Setelah saya menyampaikan persoalan ini, operator sekolah, Ibu Ira langsung mendampingi saya ke Bank. Kami ketemu CS nya sama – sama. Setelah kami menyampaikan persoalan ini, pihak BRI mengeluarkan print out yang modelnya seperti print koran”,ucapnya
Dalam print out tersebut dijelaskan bahwa dana itu telah masuk sejak tanggal 24 November tahun 2022, karena belum diambil, sehingga ditanggal 23 Februari 2023, dana itu dikembalikan lagi.
“Laporan dari pihak Bank dana tersebut telah dikembalikan ke pusat. Yang Menggganjal saya mengapa disaat saya buka rekening dan ketika saya minta print, data ini tidak ada di buku rekening”,pungkasnya
Anenya lagi, Lanjut Arsy, laporan dari pihak BRI ini berbeda. dibuku rekening dan print out berbeda. Dibuku rekening dana masuk pada tanggal 29 Juni 2024 sedangkan diprint out dana masuk tanggal 24 November 2022.
“Pertanyaan kita uang ini dikembalikan kemana? Kemudian berlaku untuk semua anak atau tidak? Jangan sampai kami ditipu oleh pihak Bank”,tukasnya
Arsy mengaku sangat tidak menerima dengan kejadian ini. Menurut dia, yang dipersoalkan bukan masalah nilai tetapi dibuku Bank itu tercetak kode sandi pengambilan di teler soalah – olah dana dimaksud telah diambil oleh orang tua murid, sementara orang tua dan anak/penerima bantuan tidak tahu apa – apa.
Dari fenomena ini, Arsy berharap pemerintah jangan menjanjikan bantuan dalam bentuk apapun kepada anak. Dari pada mengatsnamai anak kemudian uangnya diambil oleh orang lain.
“Kasihan sekali nama anak kami hanya digade untuk kepentingan orang lain”,tutupnya
Sementara itu, Kepala BRI Cabang Ende yang dikonfirmasi tim media ini melalui pesan tertulisnya menyampaikan pihaknya akan segera mengkros chek.
” Selamat pagi saya croschek dulu ya”,katanya
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Redaksi76.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
