Program tersebut meliputi pelaksanaan Jumat Bersih, penanaman pohon di ruang publik dan kawasan pesisir, kerja sama dengan komunitas lingkungan seperti Trash Hero dan GPIC, relokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) menuju Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST), serta sosialisasi pengelolaan sampah di lingkungan SPPG.
5. Pemeriksaan Kesehatan Gratis
Melalui Dinas Kesehatan, puskesmas, rumah sakit, dan relawan kesehatan, Pemkab Ende juga menggelar Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) bagi masyarakat. Layanan yang diberikan mencakup pemeriksaan tekanan darah, gula darah, kolesterol, asam urat, hingga konsultasi langsung dengan tenaga kesehatan.
Hingga 1 Juni 2026, dari total 170.225 penduduk yang tersebar pada wilayah layanan 28 puskesmas, sebanyak 41.370 warga telah terdaftar mengikuti PKG. Dari jumlah tersebut, 39.634 orang telah menjalani pemeriksaan atau mencapai 23,26 persen dari total penduduk Kabupaten Ende.
6. Pembangunan Rumah Layak Huni
Pada sektor perumahan, Pemkab Ende mengalokasikan anggaran sebesar Rp2,8 miliar untuk pembangunan 80 unit Rumah Layak Huni (RLH) bagi masyarakat berpenghasilan rendah pada tahun 2026.
Program tersebut menyasar 16 kelurahan di wilayah Kota Ende, dengan alokasi masing-masing lima kepala keluarga per kelurahan.
Saat ini, pemerintah telah melakukan identifikasi calon penerima dan survei lapangan terhadap 80 penerima manfaat sebagai proyek percontohan pembangunan rumah layak huni di Kabupaten Ende.
7. Percepatan Swasembada Pangan
Di sektor pertanian, Kabupaten Ende terus memperkuat upaya swasembada pangan melalui optimalisasi lahan sawah dan lahan kering.
Tahun 2026, target produksi padi ditetapkan sebesar 29.572,34 ton. Hingga Mei 2026, produksi padi telah mencapai 20.109,88 ton atau sekitar 68 persen dari target tahunan, dengan luas panen 3.591,05 hektare dan produktivitas rata-rata 5,6 ton per hektare.
Selain padi, pengembangan komoditas hortikultura juga terus dilakukan. Di Desa Waturaka, Kecamatan Kelimutu, masyarakat mengembangkan budidaya melon varietas Alisa F1. Sementara itu, komoditas jahe dan alpukat dikembangkan melalui Program HDDAP pada sejumlah wilayah lahan kering dengan total luas masing-masing mencapai 200 hektare.
Bupati Yosef mengajak seluruh masyarakat untuk ikut mengawal dan memanfaatkan berbagai program tersebut secara optimal agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata.
“Keberhasilan program nasional ada di tangan kita bersama. Pemerintah menyiapkan, masyarakat menjaga dan memanfaatkan sehingga manfaatnya dapat dirasakan hingga ke desa dan kelurahan,” ujarnya.
Menurut Bupati Yosef, Program Strategis Nasional merupakan wujud nyata kehadiran negara bagi rakyat. Karena itu, dukungan Pemerintah Kabupaten Ende menjadi bagian penting dalam memastikan pembangunan dari pusat hingga ke pelosok berjalan beriringan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.*(tef)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Redaksi76.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
