<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Renungan: Kesadaran akan Keterbatasan Diri &#8211; Redaksi76.com</title>
	<atom:link href="https://redaksi76.com/tag/renungan-kesadaran-akan-keterbatasan-diri/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://redaksi76.com</link>
	<description>Aktual Terpercaya</description>
	<lastBuildDate>Sun, 13 Oct 2024 11:17:18 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://redaksi76.com/wp-content/uploads/2026/01/cropped-512-32x32.png</url>
	<title>Renungan: Kesadaran akan Keterbatasan Diri &#8211; Redaksi76.com</title>
	<link>https://redaksi76.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Renungan: Kesadaran akan Keterbatasan Diri dalam Komunikasi Modern</title>
		<link>https://redaksi76.com/tak-berkategori/renungan-kesadaran-akan-keterbatasan-diri-dalam-komunikasi-modern/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi76.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 13 Oct 2024 11:17:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>
		<category><![CDATA[dalam Komunikasi Modern]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan: Kesadaran akan Keterbatasan Diri]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://redaksi76.com/?p=4574</guid>

					<description><![CDATA[Saudara-saudari terkasih, Di era peningkatan teknologi komunikasi yang pesat, kita menyaksikan bagaimana banyak grup WhatsApp...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Saudara-saudari terkasih,</strong></p>
<p>Di era peningkatan teknologi komunikasi yang pesat, kita menyaksikan bagaimana banyak grup WhatsApp dan media sosial lainnya digunakan untuk mengekspresikan diri.</p>
<p>Dalam upaya untuk menunjukkan bahwa kita adalah yang terbaik, kita seringkali terjebak dalam perangkap penilaian orang lain.</p>
<p>Kita cenderung berusaha menampilkan kekuatan dan keunggulan, padahal sebenarnya, di mata banyak orang, kita mungkin hanya terlihat biasa-biasa saja.</p>
<p>Sebagai umat Katolik, kita diajarkan untuk rendah hati. Dalam Injil, kita diajarkan bahwa &#8220;siapa yang ingin menjadi terbesar di antara kalian, hendaklah ia menjadi pelayan bagi yang lain.&#8221; (Markus 10:43).</p>
<p>Kesadaran akan ketidakberdayaan kita dibandingkan dengan orang lain seharusnya membawa kita pada refleksi yang lebih dalam tentang diri kita dan tujuan hidup kita.</p>
<figure id="attachment_4575" aria-describedby="caption-attachment-4575" style="width: 800px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://redaksi76.com/wp-content/uploads/2024/10/IMG-20241013-WA0058.jpg"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-4575" src="https://redaksi76.com/wp-content/uploads/2024/10/IMG-20241013-WA0058.jpg" alt="" width="800" height="891" srcset="https://redaksi76.com/wp-content/uploads/2024/10/IMG-20241013-WA0058.jpg 650w, https://redaksi76.com/wp-content/uploads/2024/10/IMG-20241013-WA0058-768x855.jpg 768w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /></a><figcaption id="caption-attachment-4575" class="wp-caption-text">Dr.(c), Ir. Karolus karni Lando,MBA.Istimewa</figcaption></figure>
<p>Kompetensi, kapabilitas, dan kualitas kita seharusnya diukur bukan oleh seberapa banyak pengakuan yang kita terima dari orang lain, tetapi oleh seberapa tulus kita melayani sesama.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
