<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Per Jeriken 5 Liter &#8211; redaksi76.com</title>
	<atom:link href="https://redaksi76.com/tag/per-jeriken-5-liter/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://redaksi76.com</link>
	<description>Actual Terpercaya</description>
	<lastBuildDate>Mon, 03 Feb 2025 12:35:53 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://redaksi76.com/wp-content/uploads/2026/01/cropped-512-32x32.png</url>
	<title>Per Jeriken 5 Liter &#8211; redaksi76.com</title>
	<link>https://redaksi76.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Warga Ende Kesal Harga Minyak Tanah Tembus 50 Ribu Per Jeriken 5 Liter, Pemerintah Diminta Jangan Diam</title>
		<link>https://redaksi76.com/berita/warga-ende-kesal-harga-minyak-tanah-tembus-50-ribu-per-jeriken-5-liter-pemerintah-diminta-jangan-diam/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi76.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 03 Feb 2025 12:35:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Harga Minyak Tanah Tembus 50 Ribu]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintah Diminta Jangan Diam]]></category>
		<category><![CDATA[Per Jeriken 5 Liter]]></category>
		<category><![CDATA[Warga Ende Kesal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://redaksi76.com/?p=5070</guid>

					<description><![CDATA[Redaksi76.com  &#124;&#124; Ende &#8211; Warga Kecamatan Nangapanda, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, kesal dengan lonjakan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr"><strong><a href="http://Redaksi76.com" target="_blank" rel="noopener">Redaksi76.com</a>  || Ende &#8211;</strong> Warga Kecamatan Nangapanda, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, kesal dengan lonjakan harga minyak tanah yang kini menembus Rp50 ribu per jeriken (5 liter), padahal sebelumnya hanya dijual Rp25 ribu.</p>
<p dir="ltr">Terpantau di pankalan minyak tanah masih dijual seharga Rp25 ribu per jeriken berukuran lima liter.</p>
<p dir="ltr">Sedangkan di Pasar Nangapanda, harga minyak tanah yang semula dijual dengan harga Rp30 ribu per jeriken lima liter, kini melonjak menjadi Rp50 ribu per jeriken lima liter.</p>
<p dir="ltr">Eri, salah seorang warga Kecamatan Nangapanda mengaku kesal atas kenaikan harga minyak tanah tersebut.</p>
<p dir="ltr">“Tadi saya membeli minyak tanah di pasar itu satu jeriken yang lima liter itu Rp50 ribu,” kata Eri kepada tim media Senin, 3 Februari 2025.</p>
<p dir="ltr">Meskipun harga minyak tanah kini lebih mahal, Eri bersama warga lainnya tetap membeli karena kebutuhan sehari-hari.</p>
<p dir="ltr">“Kita yang butuh, meskipun setengah mati kita tetap beli,”katanya.</p>
<p dir="ltr">Hal serupa juga diungkapkan oleh Maria Goreti. Ia bilang, harga minyak tanah di Pasar Nangapanda sudah sebulan terakhir berkisar antara Rp40 ribu hingga Rp50 ribu per jeriken lima liter.</p>
<p dir="ltr">“Saya sudah mau tiga kali beli di pasar Nangapanda ini dan harganya selalu Rp50 ribu untuk satu jeriken, ada juga yang Rp40 ribu,”ungkap Maria.</p>
<p dir="ltr">Dia berharap pemerintah dapat segera turun tangan untuk mengatasi lonjakan harga ini.</p>
<p dir="ltr">“Dengan harga yang sangat tinggi, kami sangat menderita. Kami minta pemerintah jangan diam,” pintanya.</p>
<p dir="ltr">Camat Nangapanda Darius Meka saat diiwawancara di ruang kerjanya pada Senin, 3 Februari 2025 mengaku terkejut dengan lonjakan harga minyak tanah. Padahal sebelumnya, kata dia, harga yang berlaku di pangkalan hanya sekitar Rp25 ribu per jeriken.</p>
<p dir="ltr">Harga minyak tanah sebesar itu sangat tidak wajar dan tidak diperbolehkan, kata Darius.</p>
<p dir="ltr">Dia pun berencana mengadakan inspeksi mendadak (sidak) di pasar Nangapanda, dengan tetap berkoordinasi dengan Disperindag Kabupaten Ende.</p>
<p dir="ltr">“Kami ingin memastikan harga penjualan minyak tanah sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” pungkas Darius.<strong> (Tim) </strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
