<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>PAUD Peduli Wasting &#8211; Redaksi76.com</title>
	<atom:link href="https://redaksi76.com/tag/paud-peduli-wasting/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://redaksi76.com</link>
	<description>Aktual Terpercaya</description>
	<lastBuildDate>Fri, 13 Feb 2026 22:36:55 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://redaksi76.com/wp-content/uploads/2026/01/cropped-512-32x32.png</url>
	<title>PAUD Peduli Wasting &#8211; Redaksi76.com</title>
	<link>https://redaksi76.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>PAUD Peduli Wasting: Mendorong Keberlanjutan PAUD Holistik Integratif di Nusa Tenggara Timur</title>
		<link>https://redaksi76.com/berita/paud-peduli-wasting-mendorong-keberlanjutan-paud-holistik-integratif-di-nusa-tenggara-timur/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi76.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 18 Nov 2025 13:08:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Integratif di Nusa Tenggara Timur]]></category>
		<category><![CDATA[Mendorong Keberlanjutan]]></category>
		<category><![CDATA[PAUD Holistik]]></category>
		<category><![CDATA[PAUD Peduli Wasting]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://redaksi76.com/?p=8984</guid>

					<description><![CDATA[Kupang, Redaksi76.com &#8211; Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur melalui Tim Penggerak PKK Provinsi, bekerja sama...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Kupang, Redaksi76.com &#8211;</strong> Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur melalui Tim Penggerak PKK Provinsi, bekerja sama dengan UNICEF, menyelenggarakan Workshop Multistakeholder Pembelajaran PAUD Peduli Wasting sebagai upaya memperkuat sinergi lintas sektor dalam pencegahan dan penanganan wasting pada anak usia dini di Kota Kupang dan wilayah Provinsi NTT.</p>
<p>Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Rumah Jabatan Gubernur NTT ini dihadiri oleh para pemangku kepentingan kunci, termasuk unsur pemerintah provinsi dan kota, organisasi profesi, satuan PAUD, tenaga kesehatan, serta perwakilan orang tua.</p>
<p>Workshop ini menjadi forum strategis untuk menyampaikan perkembangan, praktik baik, serta tantangan yang dihadapi dalam penguatan layanan PAUD Holistik Integratif (PAUD HI) yang berfokus pada pencegahan wasting.</p>
<p><strong>Situasi Wasting di NTT dan Urgensi Penanganan</strong></p>
<p>Provinsi Nusa Tenggara Timur masih menghadapi tantangan serius terkait tingginya prevalensi wasting. Data SSGI 2024 menunjukkan bahwa prevalensi wasting di provinsi ini mencapai 15,9%, menjadi yang tertinggi di Indonesia. Sementara itu, prevalensi gizi buruk sebesar 3,6% setara dengan estimasi beban kasus sekitar 53.000 balita setiap tahun.</p>
<p>Sejak 2019, Kementerian Kesehatan telah memperluas implementasi Pengelolaan Gizi Buruk Terintegrasi (PGBT) di 22 kabupaten/kota di NTT. Program ini mencakup mobilisasi masyarakat, tatalaksana gizi buruk dengan dan tanpa komplikasi, serta pemberian makanan tambahan berbasis pangan lokal.</p>
<p>Mobilisasi masyarakat, khususnya melalui penggunaan Lingkar Lengan Atas (LiLA) sebagai metode penapisan dini, terbukti menjadi komponen kunci dalam menemukan balita berisiko wasting secara cepat dan tepat.</p>
<p><strong>Penguatan Peran PAUD dalam Pencegahan Wasting</strong></p>
<p>Sejak 2022, UNICEF bersama Kementerian Kesehatan mengembangkan pendekatan PAUD Peduli Wasting, yang mengintegrasikan deteksi dini dan rujukan kasus wasting melalui peran guru PAUD dan orang tua.</p>
<p>Hasil analisis Knowledge, Attitude, and Practice (KAP) dari area percontohan menunjukkan peningkatan signifikan dalam kapasitas guru terkait pemahaman dan tindakan deteksi dini serta alur rujukan.</p>
<p>Pada tahun 2025, program ini diperkuat melalui kolaborasi dengan TP PKK Provinsi NTT dan DPD PERSAGI NTT, yang akan mengimplementasikan PAUD Peduli Wasting di 100 satuan PAUD di Kota Kupang. Inovasi program meliputi:</p>
<p>&#8211; Deteksi dini dan rujukan balita berisiko wasting</p>
<p>&#8211; Kelas pengasuhan dan edukasi gizi</p>
<p>&#8211; Demo masak makanan bergizi</p>
<p>Percontohan Kebun Gizi Pekarangan di satuan PAUD melalui program Cegah Wasting Lewat Kebun Sekolah</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>PAUD Peduli Wasting: Menanam Harapan di Bumi Flobamorata</title>
		<link>https://redaksi76.com/feature/paud-peduli-wasting-menanam-harapan-di-bumi-flobamorata/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi76.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 Aug 2025 12:14:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Feature]]></category>
		<category><![CDATA[di Bumi Flobamorata]]></category>
		<category><![CDATA[Menanam Harapan]]></category>
		<category><![CDATA[PAUD Peduli Wasting]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://redaksi76.com/?p=7769</guid>

					<description><![CDATA[Redaksi76.com &#8211; Di tengah hangatnya matahari yang menyapa Kota Kupang pada Minggu, 24 Agustus 2025,...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr"><a href="http://Redaksi76.com" target="_blank" rel="noopener"><strong>Redaksi76.com</strong> &#8211; </a>Di tengah hangatnya matahari yang menyapa Kota Kupang pada Minggu, 24 Agustus 2025, sehelai lembaran baru sejarah ditorehkan, bukan di atas batu, tapi di dalam hati para ibu, anak, dan keluarga yang menggantungkan harapan mereka pada masa depan yang lebih sehat dan bermakna.</p>
<p dir="ltr">Tim Penggerak PKK Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), di bawah komando sang ibu daerah, Ny. Asti Laka Lena, menggandeng tangan lembut namun kokoh dari UNICEF dalam sebuah ikrar bersama.</p>
<p dir="ltr">Sebuah nota kesepahaman ditandatangan, bukan sekadar dokumen, tetapi janji untuk menyalakan cahaya di lorong gelap bernama wasting dan stunting yang selama ini membayangi anak-anak usia dini di Bumi Flobamorata.</p>
<p dir="ltr"><strong>Dari PAUD, Tumbuhlah Harapan</strong></p>
<p dir="ltr">Program bernama PAUD Peduli Wasting bukan hanya tentang pemberian makanan tambahan atau timbangan digital di sudut kelas. Ia adalah pelukan besar untuk anak-anak kecil yang diam-diam berjuang tumbuh di tengah kemiskinan dan keterbatasan.</p>
<p dir="ltr">Selama empat bulan, Agustus hingga November 2025, angin perubahan akan berhembus dari ruang-ruang PAUD ke dapur-dapur rumah tangga, dari meja belajar ke pangkuan ibu.</p>
<p dir="ltr">Di sanalah, melalui pendekatan yang menyentuh pendidikan, pemantauan gizi, hingga kelas pengasuhan, anak-anak dibimbing bukan hanya agar tumbuh tinggi dan kuat, tapi juga untuk bermimpi lebih jauh.</p>
<p dir="ltr">“Ini bukan hanya soal angka stunting yang harus turun, tapi tentang masa depan yang harus kita menangkan,” tutur Ny. Asti, dengan mata yang memancarkan tekad seorang ibu bagi ribuan anak yang belum ia kenal namun sangat ia perjuangkan.</p>
<p dir="ltr"><strong>Tiga Pilar, Satu Tujuan</strong></p>
<p dir="ltr">Program ini bukan berjalan sendiri. Ia adalah bagian dari gerakan yang lebih besar — tiga prioritas TP PKK NTT yang menjadi pondasi gerak: Gempur Stunting, Penanggulangan Kemiskinan Ekstrem, dan Pencegahan Kekerasan terhadap Ibu dan Anak. Tiga pilar ini adalah tiang penyangga rumah besar bernama kesejahteraan.</p>
<p dir="ltr">Di balik semua ini, ada keyakinan bahwa keluarga adalah ladang pertama tempat benih masa depan ditanam. Maka, dari kelas pengasuhan hingga edukasi gizi, setiap orang tua diajak menyalakan lentera di dalam rumahnya — agar tak ada lagi anak yang tumbuh dalam bayang kelaparan dan kelelahan.</p>
<p dir="ltr"><strong>Dari Kupang untuk Indonesia</strong></p>
<p dir="ltr">Program ini akan bermula di Kota Kupang, namun gaungnya dipersiapkan untuk melintasi lembah dan bukit ke 22 kabupaten/kota lain di NTT. Bahkan, lebih jauh, ia diharapkan menjadi teladan bagi daerah-daerah lain di Indonesia yang juga bergulat dengan bayang-bayang serupa.</p>
<p dir="ltr">Ibu Hai Raga Lawa dari UNICEF menyebut kolaborasi ini sebagai titik balik — bukan hanya dalam kerja penanggulangan wasting, tapi dalam cara kita memandang anak sebagai pusat dari pembangunan berkelanjutan.</p>
<p dir="ltr">“Balita yang mengalami wasting bukan hanya kurus — mereka sedang menunggu uluran tangan, dan kita memegang jawabannya,” ujarnya, penuh harap.</p>
<p dir="ltr"><strong>Menulis Ulang Takdir Anak Negeri</strong></p>
<p dir="ltr">Ketika angka menjadi wajah penderitaan, dan statistik menggambarkan kenyataan pahit, maka kerja kemanusiaan menjadi jalan untuk menulis ulang takdir. PAUD Peduli Wasting bukan hanya program.</p>
<p dir="ltr">Ia adalah panggilan — untuk menjadikan masa depan anak-anak NTT tidak ditentukan oleh garis kemiskinan, tapi oleh cinta, kolaborasi, dan komitmen yang tak mengenal batas.</p>
<p dir="ltr">Dan di setiap langkahnya, terselip doa: semoga dari tangan-tangan kecil itu, tumbuh generasi yang tak lagi dihitung dari berat badannya, tapi dari besarnya mimpi yang mampu mereka wujudkan.</p>
<p dir="ltr"><strong>Penulis: Arnold Dewa</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
