<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Erles Rareral &#8211; Redaksi76.com</title>
	<atom:link href="https://redaksi76.com/tag/erles-rareral/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://redaksi76.com</link>
	<description>Aktual Terpercaya</description>
	<lastBuildDate>Sun, 02 Nov 2025 12:01:34 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1</generator>

<image>
	<url>https://redaksi76.com/wp-content/uploads/2026/01/cropped-512-32x32.png</url>
	<title>Erles Rareral &#8211; Redaksi76.com</title>
	<link>https://redaksi76.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Erles Rareral Desak Pemerintah Bentuk Tim Khusus Pemberantasan Judi Online, Dorong Sinergi TNI–Polri dalam Menjaga Moral Bangsa</title>
		<link>https://redaksi76.com/berita/erles-rareral-desak-pemerintah-bentuk-tim-khusus-pemberantasan-judi-online-dorong-sinergi-tni-polri-dalam-menjaga-moral-bangsa/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi76.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 02 Nov 2025 12:01:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Bentuk Tim Khusus]]></category>
		<category><![CDATA[dalam Menjaga Moral Bangsa]]></category>
		<category><![CDATA[Desak Pemerintah]]></category>
		<category><![CDATA[Dorong Sinergi TNI–Polri]]></category>
		<category><![CDATA[Erles Rareral]]></category>
		<category><![CDATA[Pemberantasan Judi Online]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://redaksi76.com/?p=8816</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Redaksi76.com &#8211;  Pengacara internasional sekaligus Direktur Hukum Corruption Investigation Committee (CIC) Indonesia, Erles Rareral,...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr"><strong>Jakarta, <a href="http://Redaksi76.com" target="_blank" rel="noopener">Redaksi76.com</a> &#8211; </strong> Pengacara internasional sekaligus Direktur Hukum Corruption Investigation Committee (CIC) Indonesia, Erles Rareral, S.H., M.H., menyerukan agar pemerintah bersama aparat penegak hukum segera membentuk tim khusus nasional untuk memberantas penyakit masyarakat, dengan fokus utama pada praktik judi online yang dinilainya telah mencapai tingkat yang sangat memprihatinkan.</p>
<p dir="ltr">Menurut Erles, fenomena judi online kini bukan sekadar persoalan pelanggaran hukum, melainkan telah menjelma menjadi ancaman serius terhadap ketahanan sosial, moral, dan ekonomi nasional.</p>
<p dir="ltr">Ia menilai, dampak destruktif dari praktik ini kian meluas &#8211; mulai dari kerugian finansial masyarakat, rusaknya tatanan keluarga, hingga meningkatnya angka perceraian akibat kecanduan judi digital.</p>
<p dir="ltr">“Judi online telah menjadi sarang penyakit sosial yang menyesatkan masyarakat dengan janji-janji semu. Tidak ada orang yang menjadi kaya karena judi &#8211; ini adalah bentuk pembodohan yang sistematis di tengah masyarakat,” tegas Erles dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (2/11/2025).</p>
<p dir="ltr">Lebih lanjut, Erles menyoroti adanya dugaan keterlibatan sejumlah pihak yang sengaja memelihara atau bahkan membekingi aktivitas ilegal tersebut. Karena itu, ia menilai perlunya pendekatan luar biasa melalui pembentukan tim terpadu lintas lembaga, dengan melibatkan TNI dalam pelaksanaan operasi pemberantasan penyakit masyarakat.</p>
<p dir="ltr">“Pelibatan TNI menjadi langkah strategis untuk memastikan upaya pemberantasan judi online berjalan efektif dan menyeluruh. Jika ada pihak-pihak yang mencoba melawan penegakan hukum, maka harus ditindak tegas sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” tegasnya.</p>
<p dir="ltr">Erles juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, Polri, TNI, lembaga penegak hukum lainnya, serta masyarakat sipil guna memutus rantai penyebaran judi online yang telah menyusup ke berbagai lapisan sosial.</p>
<p dir="ltr">Ia menegaskan, pemberantasan praktik ilegal ini bukan hanya persoalan hukum, tetapi juga merupakan upaya penyelamatan moral bangsa.</p>
<p dir="ltr">Data yang diungkap Erles menunjukkan, sepanjang periode 2017 hingga 2025, perputaran uang dari aktivitas judi online di Indonesia diperkirakan mencapai Rp976,8 triliun, dengan jumlah transaksi mencapai lebih dari 709 juta kali.</p>
<p dir="ltr">Angka tersebut, kata dia, mencerminkan skala permasalahan yang sudah sangat mengkhawatirkan.</p>
<p dir="ltr">Menutup pernyataannya, Erles menyerukan agar TNI dan Polri tetap solid dalam menjaga marwah penegakan hukum serta melindungi generasi muda dari dampak destruktif praktik judi online.</p>
<p dir="ltr">“Bangsa yang besar adalah bangsa yang tegas menolak segala bentuk penyakit moral. Penegakan hukum harus hadir bukan hanya sebagai simbol, tetapi sebagai wujud nyata keberpihakan kepada rakyat,” pungkas Erles Rareral.</p>
<p dir="ltr"><strong>Penulis: Arnold Dewa</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Erles Rareral, Kecam Tindakan Brutal Mahasiswi ITB dan Serukan Pembersihan Ruang Digital</title>
		<link>https://redaksi76.com/berita/erles-rareral-kecam-tindakan-brutal-mahasiswi-itb-dan-serukan-pembersihan-ruang-digital/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi76.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 09 May 2025 14:36:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Erles Rareral]]></category>
		<category><![CDATA[Kecam Tindakan Brutal]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswi ITB]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://redaksi76.com/?p=5863</guid>

					<description><![CDATA[Redaksi76.com &#124;&#124; Jakarta &#8211; Pengacara internasional asal Indonesia Timur yang juga dikenal sebagai aktivis hukum...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr"><strong><a href="http://Redaksi76.com" target="_blank" rel="noopener">Redaksi76.com</a> || Jakarta &#8211;</strong> Pengacara internasional asal Indonesia Timur yang juga dikenal sebagai aktivis hukum progresif, Erles Rareral, S.H., M.H., menyampaikan pernyataan tegas terkait insiden yang melibatkan seorang mahasiswi Institut Teknologi Bandung (ITB) berinisial SSS.</p>
<p dir="ltr">Dalam keterangan resminya kepada media pada Jumat (9/5), Erles mengecam keras tindakan yang dinilainya brutal dan tidak merepresentasikan intelektualitas civitas akademika.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Sebagai bangsa yang menjunjung tinggi nilai-nilai moral dan etika, saya sangat menyesalkan sekaligus mengecam keras tindakan tidak terpuji yang dilakukan oleh individu yang seharusnya menjadi panutan generasi muda,&#8221; ujar Erles dalam pernyataan tertulisnya.</p>
<p dir="ltr">Pria yang pernah menangani kasus agraria seluas 100 ribu hektar di Kalimantan ini menilai bahwa perilaku tersebut mencederai nilai-nilai luhur pendidikan dan mencerminkan kemunduran karakter generasi muda yang seharusnya menjadi agen perubahan.</p>
<p dir="ltr">Lebih lanjut, Erles menyerukan kepada institusi negara, khususnya Kapolri, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), serta Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI, untuk segera mengerahkan pasukan siber guna melakukan pembersihan terhadap konten-konten digital yang tidak bermutu, provokatif, serta sarat dengan ujaran kebencian.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Sudah saatnya kita membentuk ekosistem digital yang konstruktif, edukatif, dan mencerminkan jatidiri bangsa yang beradab. Ruang digital tidak boleh dibiarkan menjadi ladang subur bagi kebencian, provokasi, dan konten norak yang merusak tatanan sosial,&#8221; tegasnya.</p>
<p dir="ltr">Dalam kesempatan yang sama, Erles juga mengajak seluruh elemen masyarakat, terutama generasi muda, untuk lebih arif dan bijaksana dalam menggunakan media sosial.</p>
<p dir="ltr">Ia menekankan pentingnya literasi digital dan kemampuan menyaring informasi di era yang serba terbuka ini.</p>
<p dir="ltr">Seruan Erles ini mendapatkan respons positif dari berbagai kalangan, termasuk akademisi, tokoh masyarakat, dan pemerhati media digital, yang turut mengungkapkan keprihatinan mereka terhadap degradasi kualitas konten di ruang maya yang kian mengkhawatirkan.</p>
<p dir="ltr"><strong>Penulis: Arnold Dewa</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
