<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>di Kota Ende &#8211; Redaksi76.com</title>
	<atom:link href="https://redaksi76.com/tag/di-kota-ende/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://redaksi76.com</link>
	<description>Aktual Terpercaya</description>
	<lastBuildDate>Thu, 07 Aug 2025 01:44:33 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1</generator>

<image>
	<url>https://redaksi76.com/wp-content/uploads/2026/01/cropped-512-32x32.png</url>
	<title>di Kota Ende &#8211; Redaksi76.com</title>
	<link>https://redaksi76.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Krisis Minyak Tanah di Kota Ende Kian Kronis, Warga Pertanyakan Peran Disperindag</title>
		<link>https://redaksi76.com/berita/krisis-minyak-tanah-di-kota-ende-kian-kronis-warga-pertanyakan-peran-disperindag/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi76.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 07 Aug 2025 01:43:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[di Kota Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Kian Kronis]]></category>
		<category><![CDATA[Krisis Minyak Tanah]]></category>
		<category><![CDATA[Peran Disperindag]]></category>
		<category><![CDATA[Warga Pertanyakan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://redaksi76.com/?p=7373</guid>

					<description><![CDATA[Redaksi76.com &#124;&#124; Ende &#8211; Polemik berkepanjangan mengenai kelangkaan minyak tanah di Kota Ende, Kabupaten Ende,...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr"><strong><a href="http://Redaksi76.com" target="_blank" rel="noopener">Redaksi76.com</a> || Ende &#8211;</strong> Polemik berkepanjangan mengenai kelangkaan minyak tanah di Kota Ende, Kabupaten Ende, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali mencuat dan menuai respons kritis dari berbagai elemen masyarakat.</p>
<p dir="ltr">Fenomena yang telah menjadi &#8220;langganan tahunan&#8221; ini memicu kekhawatiran publik atas lemahnya pengawasan oleh instansi terkait.</p>
<p dir="ltr">Salah satu suara kritis datang dari FD, warga Kelurahan Mautapaga, Kecamatan Ende Timur. Dalam keterangannya kepada media ini pada Selasa, 5 Agustus 2025, FD mengungkapkan keprihatinannya yang mendalam terhadap krisis tersebut.</p>
<p dir="ltr">“Mencari minyak tanah di Ende ibarat mencari Tuhan &#8211; sulit dijangkau,” ujarnya penuh kekecewaan.</p>
<p dir="ltr">FD menilai, kelangkaan yang terus berulang setiap tahun pada periode yang sama merupakan cerminan dari kegagalan sistemik, khususnya dalam hal pengawasan distribusi oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Ende.</p>
<p dir="ltr">“Ini bukan lagi soal teknis, tapi soal komitmen. Apa sebenarnya yang dikerjakan oleh Disperindag? Mengapa masalah serupa terus terjadi setiap tahun di bulan-bulan yang sama?” tegasnya.</p>
<p dir="ltr">Ia mendesak agar Disperindag melakukan evaluasi menyeluruh dan pengawasan intensif terhadap seluruh jalur distribusi, mulai dari agen hingga pangkalan resmi.</p>
<p dir="ltr">“Sudah saatnya Disperindag turun tangan secara serius. Lakukan audit menyeluruh terhadap distribusi dan temukan akar persoalannya. Apalagi menurut Pertamina, penyaluran ke pangkalan berlangsung normal dan sesuai permintaan,” tambahnya.</p>
<p dir="ltr">Tak hanya itu, FD juga mencurigai adanya penyalahgunaan minyak tanah bersubsidi oleh pihak-pihak tertentu, yang diduga berasal dari kalangan industri atau perusahaan.</p>
<p dir="ltr">“Saya menduga kuat, ada oknum perusahaan yang menggunakan minyak tanah bersubsidi dalam jumlah besar untuk kepentingan usaha mereka. Ini harus diselidiki,” pungkasnya.</p>
<p dir="ltr">Kelangkaan minyak tanah yang terus berulang ini dinilai telah memberikan dampak serius terhadap kehidupan masyarakat kecil, khususnya mereka yang masih sangat bergantung pada bahan bakar tersebut untuk kebutuhan sehari-hari.</p>
<p dir="ltr">Publik kini menantikan langkah konkret dari pemerintah daerah, khususnya Disperindag, untuk mengatasi persoalan ini secara tuntas dan berkelanjutan.</p>
<p dir="ltr">Hingga berita diturunkan, Kadis Perindag Kabupaten Ende belum membalas pesan konfirmasi tim media ini.</p>
<p dir="ltr"><strong>Penulis: Arnold Dewa</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Terkait Masalah Kelangkaan Minyak Tanah di Kota Ende, Mantan ADPRD Ende Sebut Ada Indikasi Penimbunan</title>
		<link>https://redaksi76.com/berita/terkait-maslan-kelangkaan-minyak-tanah-di-kota-ende-mantan-adprd-ende-sebut-ada-indikasi-penimbunan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi76.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 24 Jul 2025 05:10:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Ada Indikasi Penimbunan]]></category>
		<category><![CDATA[di Kota Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Mantan ADPRD Ende Sebut]]></category>
		<category><![CDATA[Minyak Tanah]]></category>
		<category><![CDATA[Terkait Maslan Kelangkaan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://redaksi76.com/?p=7128</guid>

					<description><![CDATA[Redaksi76.com &#8211; Masalah kelangkaan minyak tanah di Kota Ende, Kabupaten Ende, Provinsi NTT menuai tanggapan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr"><strong><a href="http://Redaksi76.com" target="_blank" rel="noopener">Redaksi76.com</a></strong> &#8211; Masalah kelangkaan minyak tanah di Kota Ende, Kabupaten Ende, Provinsi NTT menuai tanggapan dari berbagai pihak. Salah satunya datang dari mantan anggota DPRD Kabupaten Ende, Petrus Fi.</p>
<p dir="ltr">Kepada tim media ini, melalui sambungan gawenya Rabu, 24 Juli 2025, Petrus Fi mengatakan bahwa kelangkaan minyak tanah di Ende tengah menjadi masalah rutin tahunan.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Kita heran ya, setiap tahun masalah yang sama dan pada bulan-bulan yang sama, satarya dari Bulan Juni ke atas, dan menurut pihak Pertamina pasokan minyak didistribusikan secara normal sesuai permintaan. Nah ini patut dipertanyakan penyebabnya&#8221;,ungkap Petrus</p>
<p dir="ltr">Lebih lanjut, Petrus Fi menjelaskan bahwa Terkait persoalan ini, tahun lalu Lembaga DPRD Ende sempat membentuk tim Panitia Khusus (Pansus) untuk menelusuri akar dari persoalan tersebut.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Coba adik &#8211; adik tanya di Panus DPRD Ende tahun lalu. Kira &#8211; kira rekomendasi Pansus terhadap persoalan kelangkaan minyak tanah di Ende ini bagaimana karena Pansus itu menggunakan uang rakyat&#8221;,terangnya</p>
<p dir="ltr">Ia berharap Pemda Ende dapat menelusuri persoalan tersebut sebab Petrus menduga ada indikasi penimbunan yang terjadi sehingga maslah kelangkaan minyak tanah di Kota Ende terus saja terjadi.</p>
<p dir="ltr"><strong>Penulis : Arnold Dewa</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
