<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Bagi Anak Putus Sekolah. &#8211; Redaksi76.com</title>
	<atom:link href="https://redaksi76.com/tag/bagi-anak-putus-sekolah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://redaksi76.com</link>
	<description>Aktual Terpercaya</description>
	<lastBuildDate>Tue, 17 Mar 2026 10:04:26 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1</generator>

<image>
	<url>https://redaksi76.com/wp-content/uploads/2026/01/cropped-512-32x32.png</url>
	<title>Bagi Anak Putus Sekolah. &#8211; Redaksi76.com</title>
	<link>https://redaksi76.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Berdiri Diatas Mata Air, PKBM Flobamora Jadi Pelita Bagi Anak Putus Sekolah</title>
		<link>https://redaksi76.com/feature/berdiri-diatas-mata-air-pkbm-flobamora-jadi-pelita-bagi-anak-putus-sekolah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi76.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Mar 2026 10:04:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Feature]]></category>
		<category><![CDATA[Bagi Anak Putus Sekolah.]]></category>
		<category><![CDATA[Berdiri Diatas Mata Air]]></category>
		<category><![CDATA[Jadi Pelita]]></category>
		<category><![CDATA[PKBM Flobamora]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://redaksi76.com/?p=10242</guid>

					<description><![CDATA[Redaksi76.com &#8211; Di atas sebidang tanah yang diam-diam menyimpan mata air, harapan itu tumbuh perlahan....]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr"><strong><a href="http://Redaksi76.com" target="_blank" rel="noopener">Redaksi76.com</a></strong> &#8211; Di atas sebidang tanah yang diam-diam menyimpan mata air, harapan itu tumbuh perlahan. Tidak mencolok, tidak megah, tetapi mengalir—seperti air yang tak pernah lelah memberi kehidupan.</p>
<p dir="ltr">Di sanalah Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Bintang Flobamora berdiri. Tempat ini bukan sekadar ruang belajar, Ia adalah persinggahan bagi mereka yang sempat tersisih.</p>
<p dir="ltr">Anak-anak yang pernah jatuh dari jalur pendidikan formal menemukan jalan pulang di sini—tanpa biaya, tanpa stigma, tanpa syarat yang memberatkan.</p>
<p dir="ltr">Di PKBM Bintang Flobamora, pendidikan tidak lagi terasa jauh atau mahal. Ia hadir sebagai hak yang dipulihkan. Yang ditawarkan bukan hanya ijazah. Ada sesuatu yang lebih dalam yaitu ruang aman.</p>
<p dir="ltr">Pagi itu, Senin (16/3/2026), suasana terasa berbeda. Halaman PKBM lebih hidup dari biasanya. Tawa, diskusi, dan sorot mata penuh rasa ingin tahu saling bersahutan dalam sebuah workshop yang mengangkat tema penting—pencegahan kekerasan terhadap anak.</p>
<p dir="ltr">Topik yang mungkin terasa berat, tetapi justru sangat dekat dengan kehidupan mereka.</p>
<p dir="ltr">Ketua PKBM Bintang Flobamora, Polikarpus Do, berdiri di hadapan para siswa dengan nada suara yang tegas namun hangat. Baginya, pendidikan bukan hanya soal membaca dan menulis, tetapi juga tentang melindungi diri dan sesama.</p>
<p dir="ltr">“Anak-anak di sini harus tahu bagaimana mencegah kekerasan. Kalau tidak bisa menghentikan, setidaknya mereka bisa menjadi jembatan informasi,” ujarnya.</p>
<p dir="ltr">Ada kegelisahan dalam kalimatnya—sebuah kesadaran bahwa dunia di luar sana tidak selalu ramah bagi anak-anak. Polikarpus memiliki cara sendiri dalam memaknai tempat ini.</p>
<p dir="ltr">Ia sering bercerita bahwa sekolah ini berdiri tepat di atas sumber mata air. Bagi sebagian orang, itu mungkin sekadar fakta geografis. Namun baginya, itu adalah simbol.</p>
<p dir="ltr">Air yang terus mengalir tanpa memilih siapa yang akan disegarkan.<br />
Ia ingin PKBM ini menjadi seperti itu—memberi kehidupan, menghapus dahaga, dan menghadirkan kesejukan bagi siapa saja yang datang, terutama mereka yang selama ini terpinggirkan.</p>
<p dir="ltr">Semangat para siswa semakin menyala saat seorang tokoh pendidikan NTT, Agung Hermanus Riwu, hadir memberi motivasi.<br />
Ia tidak datang membawa teori rumit. Ia membawa cerita—tentang kemungkinan.</p>
<p dir="ltr">Tentang bagaimana hidup tidak selalu berjalan lurus, dan bagaimana kegagalan bukanlah garis akhir.<br />
Di hadapan para siswa, ia menyebut dua nama yang mengundang keheningan sekaligus harapan.</p>
<p dir="ltr">Andi F. Noya—figur publik yang dikenal luas karena kecerdasannya—pernah berada di titik yang sama: putus sekolah.</p>
<p dir="ltr">Lalu ada Gol A Gong, seorang penulis produktif yang kehilangan satu tangannya, tetapi tidak kehilangan semangatnya. Dengan keterbatasan itu, ia justru melahirkan ratusan karya.<br />
Cerita-cerita itu seperti membuka jendela.</p>
<p dir="ltr">Bahwa masa lalu bukan penentu masa depan. Bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti.</p>
<p dir="ltr">Di PKBM Bintang Flobamora, perubahan tidak selalu terlihat dalam bentuk besar. Ia hadir dalam hal-hal sederhana: keberanian untuk kembali belajar, kepercayaan diri yang tumbuh perlahan, dan harapan yang mulai berani disebutkan dengan lantang.</p>
<p dir="ltr">Di atas mata air yang tenang itu, mimpi-mimpi kecil sedang dirawat.<br />
Dan seperti air yang mengalir tanpa henti, harapan dari tempat ini pun terus bergerak—menyusuri celah-celah kehidupan, membawa kemungkinan baru bagi anak-anak Nusa Tenggara Timur. Karena terkadang, perubahan besar memang lahir dari tempat yang sunyi.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dari Oe Ekam untuk Indonesia: PKBM Bintang Flobamora Menyalakan Cahaya Harapan Pendidikan</title>
		<link>https://redaksi76.com/feature/dari-oe-ekam-untuk-indonesia-pkbm-bintang-flobamora-menyalakan-cahaya-harapan-pendidikan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi76.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 10 Jan 2026 07:18:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Feature]]></category>
		<category><![CDATA[Bagi Anak Putus Sekolah.]]></category>
		<category><![CDATA[Pembawa Harapan]]></category>
		<category><![CDATA[PKBM Bintang Flobamora]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://redaksi76.com/?p=9351</guid>

					<description><![CDATA[Redaksi76.com &#8211; Di sebuah sudut tenang Kota Kupang, tepatnya di Jalan Oe Ekam, Kelurahan Sikumana,...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr"><strong><a href="http://Redaksi76.com" target="_blank" rel="noopener">Redaksi76.com</a> &#8211;</strong> Di sebuah sudut tenang Kota Kupang, tepatnya di Jalan Oe Ekam, Kelurahan Sikumana, berdiri sebuah rumah harapan.</p>
<p dir="ltr">Ia bukan sekadar bangunan tempat belajar, melainkan mercusuar yang menuntun banyak anak bangsa keluar dari gelapnya keterbatasan.</p>
<p dir="ltr">Namanya PKBM Bintang Flobamora.<br />
Lembaga ini hadir sebagai bintang, memberi cahaya bagi mereka yang nyaris kehilangan arah dalam perjalanan pendidikan.</p>
<p dir="ltr">Di tengah realitas masih banyaknya anak dan orang dewasa yang terhenti langkah belajarnya, PKBM Bintang Flobamora memilih untuk tidak sekadar mengajar, tetapi menghidupkan kembali mimpi.</p>
<p dir="ltr">Predikat Akreditasi A yang disandangnya bukanlah sekadar huruf dan angka. Ia adalah simbol dari ketekunan, kesetiaan, dan keberanian untuk terus melayani pendidikan dengan hati.</p>
<p dir="ltr">Di Kota Kupang, PKBM ini berdiri sebagai bukti bahwa pendidikan non-formal mampu menjelma menjadi jalan bermartabat, setara, dan berkualitas.</p>
<p dir="ltr">Di balik denyut kehidupan lembaga ini, berdiri sosok Polikarpus Do, Direktur PKBM Bintang Flobamora.</p>
<p dir="ltr">Dengan nada yang tenang namun penuh keyakinan, ia menegaskan bahwa pendidikan bukan hak segelintir orang, melainkan milik semua.</p>
<p dir="ltr">“PKBM hadir bukan untuk menghakimi masa lalu seseorang, tetapi untuk membuka masa depannya,” tuturnya, seolah menegaskan bahwa setiap orang selalu punya kesempatan kedua.</p>
<p dir="ltr">Komitmen itu tidak berhenti pada kata. Tahun 2019 menjadi tonggak sejarah ketika PKBM Bintang Flobamora dinobatkan sebagai PKBM Terbaik Indonesia.</p>
<p dir="ltr">Sebuah pengakuan nasional atas kerja sunyi yang selama ini dilakukan: menangani Anak Tidak Sekolah, menumbuhkan literasi, dan menyiapkan keterampilan vokasi yang relevan dengan kehidupan nyata.</p>
<p dir="ltr">Di ruang-ruang belajar PKBM ini, usia tidak pernah menjadi batas. Paket A, B, dan C hadir sebagai jembatan harapan, menghubungkan masa lalu yang tertunda dengan masa depan yang diimpikan.</p>
<p dir="ltr">Ijazah bukanlah tujuan akhir, melainkan tiket keberanian untuk melangkah lebih jauh: bekerja, berwirausaha, atau melanjutkan pendidikan.</p>
<p dir="ltr">Tak hanya itu, PKBM Bintang Flobamora juga menabur benih literasi melalui pendidikan keaksaraan dan Taman Bacaan Masyarakat.</p>
<p dir="ltr">Di sanalah huruf-huruf sederhana berubah menjadi kunci pembebasan, membuka jendela dunia bagi mereka yang sebelumnya terkurung dalam keterbatasan baca-tulis.</p>
<p dir="ltr">Sementara itu, program vokasi seperti Pendidikan Kecakapan Kerja dan Pendidikan Kecakapan Wirausaha menjadi dapur pembentuk kemandirian.</p>
<p dir="ltr">Warga belajar tidak hanya diajarkan cara bertahan hidup, tetapi juga cara berdiri tegak dengan percaya diri di tengah kerasnya persaingan zaman.</p>
<p dir="ltr">“Kami ingin lulusan kami tidak sekadar lulus, tetapi juga tangguh, mandiri, dan berdaya saing,” ujar Polikarpus, menegaskan filosofi belajar yang berakar pada kehidupan.</p>
<p dir="ltr">Semua capaian ini bukanlah hasil kerja satu atau dua orang. Ia tumbuh dari gotong royong pengelola, tutor, mitra, dan warga belajar yang percaya bahwa perubahan selalu mungkin, selama ada kemauan untuk belajar dan bertumbuh bersama.</p>
<p dir="ltr">Dengan semangat Belajar dan Bertumbuh Bersama, PKBM Bintang Flobamora terus melangkah, menyiapkan generasi yang bukan hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat secara karakter dan keterampilan.</p>
<p dir="ltr">Dari Kupang, lembaga ini menyalakan api kecil yang kelak diharapkan menjadi cahaya besar bagi Generasi Emas Indonesia 2045.</p>
<p dir="ltr">Sebab di PKBM Bintang Flobamora, pendidikan bukan sekadar proses, ia adalah perjalanan memanusiakan manusia.</p>
<p dir="ltr"><strong>Penulis: Arnold Dewa</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
