Penyebar Hoax Meninggalnya Wartawan Wens Rumung Dikuasai Beelzebul

 

Jagat maya kata Wens Rumung kalah itu langsung dihebohkan dengan status kawan lamanya bernama Nicky Ully yang inisialnya di Face Book Nicky Nicko menulis, ”Kaka Wens John Rumung ( Wartawan Senior ) meninggal dunia… Turut Berdukacita yang mendalam” seperti terlihat status lengkap dengan foto dirinya berlatar parang dan salib serta tas adat.”

Menurut wartawan senior Wens Rumung, berita ini membuat rekan dan sahabat-sahabatnya menjadi kaget di malam minggu itu. Telepon dari berbagai sahabat yang empati dengan warta ini.

Di malam Minggu itu,banyak sekali sahabat datang ke rumahnya dengan tujuan melayat diiatas jam 22.30 WITA.Namun setiba di kediamannya, nampak situasi rumah biasa-biasa saja, dan dirinya bersama seisi sedang terlelap.

Setelah membaca status yang dikirim rekan-rekan wartawan kepadanya, Wens Rumung malah mamanjat puji dan syukur kepada Tuhan atas peristiwa hari yang terjadi malam itu.

Hati saya berbisik, inilah tuntunan Kerahiman Ilahi Untukku”.paparnya.

Atas informasi itu, Wens Rumung juga tak lupa menyampaikan ucapan terima kasih kepada kawan dekatnya seorang yang bernama Nicky Ully yang telah mengunggah status tersebut ke satusnya di FB.

Saya dan Nicky juga Ibu Ballina Ully berkawan sejak Kota Administrasi Kupang berdiri dan sejak Walikota Pertama Almarhum Mesakh Amalo tahun1998. Apakah ini doa seorang sahabat untuk sahabatnya ?” tegasnya

Menurut Wens John Rumung Pa,sesuai ajaran dan iman Katolik yang dianutnya, bahwa kematian itu bukan sebagai akhir dari kehidupan, tetapi dengan kematian hidup kita diubah (Prefasi Arwah I). Tubuh atau badan memang binasa, tetapi roh akan menghadap Tuhan. Kematian adalah gerbang kehidupan kekal.

Kematian lanjut Wens Rumung adalah sebuah peristiwa biasa, kematian berarti pulang ke asalnya, di dalam kematian ada penghakiman, kematian adalah kelanjutan hidup yang baru dan kematian adalah penyelesaian tugas.

Hanya saja, mengapa kawan saya ini, menyatakan “ saya sudah mati” dan diucapkan turut berduka cita yang mendalam, padahal jiwa dan raga saya masih ada dan masih bernafas seperti biasa, ketika kulit saya dicubit masih terasa sakit atau perih ” tuturnya lagi.

Peristiwa Sabtu 1 Juli 2023, kata Wens John Rumung, menjadi catatan penting dalam perjalanan hidupnya.(B76/tef)

CATATAN REDAKSI 
Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut diatas, Anda dapat mengirimkan artikel dan /atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami,sebagaimana diatur dalam pasal (1) ayat (11) dan (12) Undang-undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers. Artikel/berita dimaksud dapat dikirim melalui email :berita76gmail.com atau ke no kontak : 0813 3982 5669/0812 3646 2309.

Ikuti Berita Kami di www.redaksi76.com

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Redaksi76.Com

+ Gabung

Exit mobile version