Medan Sulit, Tak Halangi PT. SAK Tingkatkan Jalan Kotakeo – Pusu

Meski demikian Oan Temaluru optimis berhasil mengatasi masalah tersebut dengan melakukan pekerjaan pembersihan lokasi, potong bukit, dan pekerjaan penggalian saluran air. Untuk jalan yang memiliki tikungan yang cukup tajam, pihaknya telah melaksanakan pekerjaan pelebaran.

Itu merupakan salah satu solusi yang harus dilakukan supaya bisa mengatasi sulitnya akses jalan dan topografi,” jelasnya.

Walaupun pekerjaannya sedang dilaksanakan jelas Oan, masyarakat dari dan menuju Pusu ke Maunori dan Mauponggo, sudah bisa bernafas lega karena warga tidak mengalami kesulitan saat melintas dan mengurangi waktu tempuh. Selain itu pihaknya juga melibatkan tenaga kerja lokal setempat.

Kami juga menggunakan tenaga lokal untuk memandu alat berat, sehingga tenaga kerja lokal betul-betul kitra berdayakan,” jelasnya.

Walaupun kondisi jalan sudah lebih bagus, Oan Temaluru menghimbau agar pengendara harus menjaga kecepatan kendaraan saat melewati permukiman warga. “ Tidak boleh kebut-kebutan saat melewati tikungan tajam, karena dikuatirkan dari arah berlawanan ada kendaraan lain. Di malam hari saat tidak bisa melihat jalanan di depan karena gelap, terutama di tikungan/ tanjakan jalan, dapat memberikan isyarat sorot lampu jauh,” imbaunya.

Sementara itu, PPK 4.1 Satker wilayah IV NTT,Frumensia Silvia,ST,MT mengakui bahwa medan dan tingkat kesulitan yang dialami pihak BPJN NTT dan rekanan PT.SAK cukup tinggi. Meski demikian dirinya memastikan bahwa seluruh item pekerjaan yang dikerjakan oleh PT. SAK ini sesuai spesifikasi mutunya.

Silvi sendiri menegaskan  bahwa untuk IJD hampir seluruh lokasi dan medannya parah. Selama ini kata Silvi, pihaknya hanya biasa menerima lokasi jalan yang telah jadi.

Pihak BPJN NTT kata Silvya tidak perna membayangkan kondisi jalan IJD seperti di ruas Kotakeo – Pusu – Ua- Liabanga yang mana tidak bisa diakses keluar masuk kendaraan.

PT.SAK dari awal sudah menolak pekerjaan dan tidak mau menandatangi dokumen kontrak, tetapi karena seluruh proses pelelangan sudah berjalan dan panitia telah menentukan PT. SAK sebagai pemenang lelang dengan titik koordinatnya,maka harus dikerjakan sesuai kontrak “paparnya.

Kondisi dan medan ruas Pusu – Doki –Liabanga yang saat ini ditangani PT. SAK kata Silvya, cukup menegangkan karena banyak jalan yang sempit, menanjak dan menurun serta tikungan tajam sementara dibagian kanan-kiri jalan terbentang jurang dan tebing.

Hampir semua pemilik alat berat dan kendaraan dum truk tidak mau jika alat mereka masuk dilokasi tersebut, sehingga seluruh alat-alat berat dan kendaraan dum truk yang adadi lokasi sekarang hanya milik PT. SAK.

Meski demikian, Silvia bertekad akan menyelesaikan pekerjaan itu untuk memenuhi kerinduhan masyarakat akan fasilitas jalan.

Jadi kami minta dukungan dari semua pihak terutama media agar ruas jalan tersebut bisa dikerjaan,karena merupakan kerinduan masyarakat setempat” paparnya. ( tim)

Editor : Stef Bata

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Redaksi76.Com

+ Gabung

Exit mobile version