<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Redaksi76.com</title>
	<atom:link href="https://redaksi76.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://redaksi76.com</link>
	<description>Aktual Terpercaya</description>
	<lastBuildDate>Tue, 30 Jun 2026 07:32:27 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://redaksi76.com/wp-content/uploads/2026/01/cropped-512-32x32.png</url>
	<title>Redaksi76.com</title>
	<link>https://redaksi76.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Dinas Perpustakaan Ende Hadirkan Perpustakaan Keliling di Jumpa SEKAMI Kevikepan Ende, Perkuat Literasi bagi 1.365 Anak</title>
		<link>https://redaksi76.com/berita/dinas-perpustakaan-ende-hadirkan-perpustakaan-keliling-di-jumpa-sekami-kevikepan-ende-perkuat-literasi-bagi-1-365-anak/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi76.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 28 Jun 2026 10:26:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[di Jumpa SEKAMI Kevikepan Ende.]]></category>
		<category><![CDATA[Dinas Perpustakaan Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Hadirkan Perpustakaan Keliling]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://redaksi76.com/?p=10925</guid>

					<description><![CDATA[Redaksi76.com &#8211; Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Ende menghadirkan layanan Mobil Perpustakaan Keliling (MPK) dalam...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr"><strong><a href="http://Redaksi76.com" target="_blank" rel="noopener">Redaksi76.com</a> &#8211;</strong> Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Ende menghadirkan layanan Mobil Perpustakaan Keliling (MPK) dalam kegiatan Jumpa SEKAMI dan JPA Tingkat Kevikepan Ende yang berlangsung di Paroki Santa Maria Diangkat ke Surga Wonda, Kecamatan Ndori, pada 25–28 Juni 2026.</p>
<p dir="ltr">Kegiatan empat tahunan tersebut diikuti sebanyak 1.365 anak SEKAMI dan JPA dari 39 paroki di wilayah Kevikepan Ende, didampingi para pastor dan pendamping.</p>
<p dir="ltr">Kehadiran layanan perpustakaan keliling menjadi salah satu inovasi dalam penyelenggaraan Jumpa SEKAMI tahun ini. Untuk pertama kalinya, layanan literasi dilibatkan secara aktif dalam kegiatan pembinaan anak-anak tingkat kevikepan.</p>
<p dir="ltr">Selama kegiatan berlangsung, peserta diajak membaca berbagai koleksi buku yang disediakan, mengikuti sesi storytelling dengan menceritakan kembali isi bacaan, serta berpartisipasi dalam permainan edukatif dan aktivitas yang mendorong kreativitas.</p>
<p dir="ltr">Layanan perpustakaan tersebut menjangkau lima rayon, yakni Wonda, Ranggatalo, Masebewa, Iliwoda, dan Aebara, sehingga seluruh peserta dapat menikmati layanan secara merata.</p>
<p dir="ltr">Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Ende mengapresiasi Kevikepan Ende yang membuka ruang kolaborasi antara pemerintah dan Gereja dalam memperkuat budaya literasi anak.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Kami sangat mengapresiasi Kevikepan Ende yang telah melibatkan seluruh anak-anak SEKAMI dan JPA dari 39 paroki dalam kegiatan ini. Kolaborasi ini merupakan sebuah inovasi yang sangat baik karena untuk pertama kalinya layanan perpustakaan dilibatkan dalam Jumpa SEKAMI tingkat kevikepan. Ini menjadi langkah strategis untuk menanamkan budaya membaca kepada anak-anak sejak dini,&#8221; ujarnya.</p>
<p dir="ltr">Menurutnya, penguatan sumber daya manusia tidak hanya melalui pendidikan formal, tetapi juga melalui pembiasaan membaca sejak usia dini.</p>
<p dir="ltr">Karena itu, pihaknya terus memperluas kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk lembaga keagamaan, sekolah, komunitas, dan pemerintah desa.</p>
<p dir="ltr">Sebelumnya, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Ende juga menggagas program Gerakan Orang Tua Peduli Literasi Anak yang dilaksanakan di sejumlah paroki melalui layanan perpustakaan keliling.</p>
<p dir="ltr">Program tersebut menghadirkan berbagai aktivitas seperti membaca bersama, mewarnai, permainan edukatif, ice breaking, hingga storytelling untuk meningkatkan minat baca anak.</p>
<p dir="ltr">Dalam kesempatan itu, Kepala Dinas juga memperkenalkan inovasi terbaru berupa aplikasi ELiA (Ende Library &amp; Archive) yang akan segera diluncurkan.</p>
<p dir="ltr">Aplikasi tersebut akan menyediakan layanan perpustakaan dan kearsipan berbasis digital, mulai dari akses buku elektronik, peminjaman buku secara daring, hingga berbagai layanan perpustakaan yang dapat diakses masyarakat kapan saja dan di mana saja secara gratis.</p>
<p dir="ltr">Peluncuran ELiA menjadi bagian dari transformasi digital layanan perpustakaan di Kabupaten Ende sekaligus mendukung peningkatan budaya literasi masyarakat melalui pemanfaatan teknologi.</p>
<p dir="ltr">Kolaborasi antara pemerintah daerah dan Gereja tersebut diharapkan mampu memperluas gerakan literasi hingga ke lingkungan keluarga, komunitas, dan Gereja, sebagai upaya membangun generasi Ende yang beriman, cerdas, kreatif, dan gemar membaca.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sat Pol.PP Ende Biarkan Kondisi Pasar Mbongawani Kembali Kumuh Dan Tidak Terawat, Pedagang Kaki Lima Kembali Berjajalan Di Tepi Jalan</title>
		<link>https://redaksi76.com/berita/sat-pol-pp-ende-biarkan-kondisi-pasar-mbongawani-kembali-kumuh-dan-tidak-terawat-pedagang-kaki-lima-kembali-berjajalan-di-tepi-jalan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi76.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Jun 2026 03:26:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Lintas Nusantara]]></category>
		<category><![CDATA[Satuan Pol..PP Kabupaten Ende]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://redaksi76.com/?p=10914</guid>

					<description><![CDATA[Ende, Redaksi 76.Com,- Satuan Polisi Pamong Praja ( Sat Pol.PP) kabupaten Ende diduga membiarkan para...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Ende, Redaksi 76.Com</strong>,- Satuan Polisi Pamong Praja ( Sat Pol.PP) kabupaten Ende diduga membiarkan para pedagang kaki lima  kembali menempati bahu jalan di sekitar kawasan pasar Mbongawani Ende sehingga lingkungan sekitar pasar tersebut kembali terlihat kumuh, berantakan dan tidak teratur.</p>
<p>Seperti yang disaksikan media ini pada Kamis (25/6/2026), sejumlah pedagang kaki lima kembali menempati bahu jalan di sekitar kawasan pasar kota. Keberadaan mereka membuat jalur lalu lintas menjadi sempit, sementara lingkungan sekitar pasar kembali terlihat kumuh, berantakan, dan tidak teratur. Tidak ada satu petugas dari Sat Pol PP kabupaten Ende yang biasanya selalu berada di lokasi pasar tersebut. Bahkan beberapa padagang mengaku kembali berjualan dipinggir jalan setelah mendapat jaminan keamanan dari oknum Pol.PP untuk tidak melakukan penertiban.</p>
<p><a href="https://redaksi76.com/wp-content/uploads/2026/06/Screenshot_20260625_095147_Gallery.jpg"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-10915" src="https://redaksi76.com/wp-content/uploads/2026/06/Screenshot_20260625_095147_Gallery.jpg" alt="" width="650" height="900" /></a></p>
<p>&#8221; Tidak usah di tulis pak, ini rahasia diantara kita- kita saja, ada oknum Pol.PP yang menjamin dan menyuruh jualan disini tetapu tunggu kepala nya kantor mereka di lantik dulu pak, nah..setelah dilantik maka tidak salah nya pak kami jualan lagi dan sejak saat itu Pol.PP disini hadir pun hanya sesekali saja pak&#8221; tandas para pedadang tersebut.</p>
<p>Oknum pedagang tersebut mengaku sebelumnya kawasan pasar Mbongawani tersebut pernah diatur agar tidak ada aktivitas perdagangan di pinggir jalan demi kelancaran lalu lintas serta kebersihan lingkungan. Namun beberapa bulan terakhir ini, puluhan lapak dagang sudah berdiri kembali memanjang di sisi jalan utama.</p>
<p><a href="https://redaksi76.com/wp-content/uploads/2026/06/20260625_073457.jpg"><img decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-10916" src="https://redaksi76.com/wp-content/uploads/2026/06/20260625_073457.jpg" alt="" width="650" height="293" /></a></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>PT SGI Perkuat Pemberdayaan Ekonomi Desa, KWT Fonga Sama Kembangkan Produk Olahan Labu Jepang di Ende</title>
		<link>https://redaksi76.com/berita/pt-sgi-perkuat-pemberdayaan-ekonomi-desa-kwt-fonga-sama-kembangkan-produk-olahan-labu-jepang-di-ende/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi76.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 23 Jun 2026 09:37:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[di Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Perkuat Pemberdayaan Ekonomi Desa]]></category>
		<category><![CDATA[PT SGI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://redaksi76.com/?p=10909</guid>

					<description><![CDATA[ENDE, Redaksi76.com &#8211; Upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal terus didorong oleh PT Sokoria...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>ENDE, Redaksi76.com &#8211;</strong> Upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal terus didorong oleh PT Sokoria Geothermal Indonesia (SGI). Melalui program pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), perusahaan menggelar pelatihan pengolahan produk berbahan dasar labu Jepang bagi Kelompok Wanita Tani (KWT) Fonga Sama di Desa Sokoria, Kecamatan Ndona Timur, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, Selasa (23/6/2026).</p>
<p>Kegiatan yang berlangsung di Rumah Kopi Desa Sokoria tersebut dihadiri jajaran manajemen PT SGI, Pemerintah Desa Sokoria, serta seluruh anggota KWT Fonga Sama. Pelatihan berlangsung dalam suasana interaktif dengan partisipasi aktif para peserta yang antusias mengikuti setiap sesi pendampingan.</p>
<p>Pendamping Program Pemberdayaan Bidang UMKM PT SGI, Ngalim, menjelaskan bahwa program tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendorong pengembangan ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan komoditas lokal yang memiliki potensi nilai tambah.</p>
<p>Menurutnya, hasil identifikasi lapangan menunjukkan bahwa labu Jepang merupakan salah satu komoditas pertanian yang banyak dibudidayakan oleh masyarakat Desa Sokoria.</p>
<p>Potensi tersebut kemudian menjadi dasar bagi perusahaan bersama masyarakat untuk mengembangkan produk olahan yang memiliki peluang pasar lebih luas.</p>
<p>“Setelah melakukan pemetaan potensi desa dan berdiskusi bersama masyarakat, kami melihat bahwa labu Jepang merupakan komoditas yang hampir dimiliki setiap keluarga. Karena itu, kami sepakat menjadikannya sebagai bahan baku produk unggulan yang dapat dikembangkan dan dipasarkan secara berkelanjutan,” ujar Ngalim.</p>
<p>Ia menambahkan, setelah kelompok usaha terbentuk, PT SGI langsung memberikan dukungan berupa penyediaan bahan baku, peralatan, serta pendampingan teknis produksi. Hasilnya, anggota kelompok kini telah mampu memproduksi produk secara mandiri.</p>
<p>Dalam kurun waktu sekitar 45 hari sejak program berjalan, KWT Fonga Sama berhasil memproduksi sekitar 1.000 kemasan produk olahan berbahan dasar labu Jepang.</p>
<p>“Pencapaian tersebut menunjukkan kapasitas dan semangat anggota kelompok yang sangat baik. Dengan perkembangan yang ada saat ini, kami optimistis usaha ini dapat tumbuh menjadi unit ekonomi produktif yang berkelanjutan,” katanya.</p>
<p>Sebagai bentuk dukungan jangka panjang, PT SGI juga telah membantu proses pengurusan berbagai aspek legalitas produk agar memenuhi persyaratan pemasaran yang lebih luas.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ora et Labora melalui Ibadah Rabuan di Kampus Universitas Dhyana Pura (Undhira)</title>
		<link>https://redaksi76.com/berita/ora-et-labora-melalui-ibadah-rabuan-di-kampus-universitas-dhyana-pura-undhira/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi76.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 23 Jun 2026 09:35:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Dhayana Pura - Bali]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://redaksi76.com/?p=10899</guid>

					<description><![CDATA[BADUNG, Redaksi 76.Com,- Universitas Dhyana Pura (Undhira) Bali punya cara sendiri menjaga ritme spiritualitas warga...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BADUNG, Redaksi 76.Com,-</strong> Universitas Dhyana Pura (Undhira) Bali punya cara sendiri menjaga ritme spiritualitas warga akademiknya dengan tetap memegang teguh nilai-nilai Kristiani. Satu diantara Ibadah Rabuan, adalah tradisi kuat yang hingga kini dijaga dan menjadi denyut jantung kampus.</p>
<p><a href="https://redaksi76.com/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260623-WA0039.jpg"><img decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-10905" src="https://redaksi76.com/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260623-WA0039.jpg" alt="" width="650" height="366" srcset="https://redaksi76.com/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260623-WA0039.jpg 650w, https://redaksi76.com/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260623-WA0039-400x225.jpg 400w, https://redaksi76.com/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260623-WA0039-250x140.jpg 250w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" /></a></p>
<p>Setiap hari Rabu dalam seminggu sekali, seluruh civitas akademika Undhira menghentikan sejenak seluruh rutinitas formal. Jajaran rektorat, dosen, staf kependidikan, hingga perwakilan mahasiswa berkumpul bersama di bawah naungan Yayasan Dhyana Pura (YDP) untuk satu dalam ibadah.</p>
<p>Ketua Yayasan Dhyana Pura, Dr. dr. Made Nyandra, Sp.KJ., M.Repro., FIAS., mengungkapkan, esensi tradisi mingguan ini guna merawat keseimbangan Ora et Labora (berdoa dan bekerja).</p>
<p>Menurut Dr. Nyandra, dalam seminggu sekali khususnya di tengah minggu momen tepat untuk mengecas nilai rohani setiap penghuni Undhira.</p>
<p><a href="https://redaksi76.com/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260623-WA0037.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-10907" src="https://redaksi76.com/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260623-WA0037.jpg" alt="" width="650" height="366" srcset="https://redaksi76.com/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260623-WA0037.jpg 650w, https://redaksi76.com/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260623-WA0037-400x225.jpg 400w, https://redaksi76.com/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260623-WA0037-250x140.jpg 250w" sizes="auto, (max-width: 650px) 100vw, 650px" /></a></p>
<p>&#8220;Rabu pagi hingga siang itu waktu yang paling tepat untuk berhenti sejenak. Kami memperkuat spiritualitas melalui ibadah Rabuan yang juga kami padukan dengan kegiatan refleksi, pendidikan karakter, seminar dan agenda lainnya. Ibadah tanggal 24 Juni 2026 akan dipimpin langsung oleh Bishop Gereja Kristen Protestan Bali (GKPB),&#8221; ujar Dr. Nyandra saat ditemui awak media, Selasa (23/6/2026).</p>
<p>Momen rohani ini tak hanya diisi khotbah. Manajemen yayasan dan rektorat juga memanfaatkan jeda ibadah untuk menyampaikan refleksi, evaluasi, hingga rancangan kerja sama strategis semua sektor. Dengan demikian, seluruh tim akan bergerak selaras dalam satu visi.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Yayasan Tananua Flores Dampingi Petani Ende Kembangkan Pertanian Organik Berkelanjutan</title>
		<link>https://redaksi76.com/berita/yayasan-tananua-flores-dampingi-petani-ende-kembangkan-pertanian-organik-berkelanjutan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi76.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 23 Jun 2026 03:00:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Dampingi Petani Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Kembangkan Pertanian Organik.]]></category>
		<category><![CDATA[Yayasan Tananua Flores]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://redaksi76.com/?p=10895</guid>

					<description><![CDATA[Redaksi76.com &#124;&#124; Ende – Yayasan Tananua Flores terus mendorong pengembangan pertanian organik di Kabupaten Ende,...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr"><strong><a href="http://Redaksi76.com" target="_blank" rel="noopener">Redaksi76.com</a> || Ende –</strong> Yayasan Tananua Flores terus mendorong pengembangan pertanian organik di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, melalui pendampingan kepada Kelompok Tani (Poktan) Kotaboba di Desa Kobaleba, Kecamatan Mau Karo.</p>
<p dir="ltr">Dalam kegiatan yang berlangsung pada Senin (22/6/2026), tim lapangan Yayasan Tananua Flores mendampingi para petani dalam praktik pembuatan pupuk organik berbahan dasar sumber daya lokal yang ramah lingkungan.</p>
<p dir="ltr">Bahan yang digunakan antara lain batang dan daun pisang, daun gamal, daun lamtoro, daun kirinyu, kotoran sapi, dedak, serta pupuk organik padat.</p>
<p dir="ltr">Staf lapangan Yayasan Tananua Flores, Yulianus Soter Papu Rega, menjelaskan bahwa seluruh bahan organik tersebut dicacah dan dicampur sebelum diberikan cairan promi untuk mempercepat proses dekomposisi.</p>
<p dir="ltr">“Cairan promi berfungsi membantu proses pelapukan bahan-bahan organik. Proses ini berlangsung selama tiga minggu hingga satu bulan sebelum pupuk siap digunakan,” ujarnya.</p>
<p dir="ltr">Sementara itu, staf lapangan lainnya, Maksiaius P. A. Sando, mengatakan pupuk organik memiliki manfaat luas bagi berbagai jenis tanaman, mulai dari hortikultura, tanaman perkebunan hingga tanaman kehutanan.</p>
<p dir="ltr">Menurutnya, penggunaan pupuk organik mampu meningkatkan kualitas tanah, menjaga kelembapan saat musim kemarau, memperbaiki unsur hara yang menurun, serta mempertahankan struktur tanah dalam jangka panjang.</p>
<p dir="ltr">“Pupuk organik menjadi salah satu solusi untuk mendukung pertanian yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan,” katanya.</p>
<p dir="ltr">Saat ini, Yayasan Tananua Flores mendampingi empat kelompok tani dan satu kelompok dasawisma di Desa Kobaleba.</p>
<p dir="ltr">Pendampingan tersebut merupakan bagian dari komitmen lembaga dalam memperkuat kapasitas petani melalui pemanfaatan sumber daya lokal dan teknologi pertanian organik.</p>
<p dir="ltr">“Kami berkomitmen untuk terus mendampingi petani dalam mengembangkan potensi yang ada melalui pemanfaatan bahan-bahan organik yang ramah lingkungan dan bernilai ekonomi,” ujar Maksiaius.</p>
<p dir="ltr">Petani Rasakan Manfaat Pendampingan</p>
<p dir="ltr">Ketua Poktan Kotaboba, Ignasius Satu, mengaku pendampingan yang diberikan Yayasan Tananua Flores telah memberikan pengetahuan dan pengalaman baru bagi para anggota kelompok.</p>
<p dir="ltr">“Kami sangat bersyukur atas bimbingan, pendampingan, serta praktik langsung yang diberikan. Ini menjadi pengalaman dan pengetahuan yang sangat berharga bagi kami,” katanya.</p>
<p dir="ltr">Hal senada disampaikan anggota kelompok tani, Maximus Manek. Ia mengungkapkan bahwa proses produksi pupuk organik saat ini masih dilakukan secara manual sehingga membutuhkan dukungan peralatan yang lebih memadai.</p>
<p dir="ltr">“Kami berharap ke depan dapat memperoleh bantuan alat dan mesin pertanian, khususnya mesin pencacah, agar proses pembuatan pupuk organik menjadi lebih efektif dan efisien,” ujarnya.</p>
<p dir="ltr">Selain memproduksi pupuk organik, kelompok tani juga mengembangkan berbagai komoditas pertanian, termasuk kakao dan tanaman hortikultura. Para anggota tampak aktif mengikuti seluruh tahapan kegiatan, mulai dari pembuatan pupuk organik hingga penyiapan persemaian dan perawatan bibit tanaman.</p>
<p dir="ltr">Pendampingan tersebut diharapkan dapat memperkuat praktik pertanian organik di tingkat desa sekaligus meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani secara berkelanjutan.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pemkab Ende Tegaskan Festival Daun Lontar sebagai Instrumen Pelestarian Budaya</title>
		<link>https://redaksi76.com/berita/pemkab-ende-tegaskan-festival-daun-lontar-sebagai-instrumen-pelestarian-budaya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi76.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 21 Jun 2026 06:16:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab Ende]]></category>
		<category><![CDATA[sebagai Instrumen Pelestarian Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Tegaskan Festival Daun Lontar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://redaksi76.com/?p=10892</guid>

					<description><![CDATA[Redaksi76.com &#124;&#124; Ende &#8211; Pemerintah Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr"><strong><a href="http://Redaksi76.com" target="_blank" rel="noopener">Redaksi76.com</a> || Ende &#8211;</strong> Pemerintah Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan penyelenggaraan Festival Daun Lontar Ende Lio, mulai dari panitia, pelaku seni dan budaya, pelaku UMKM, sponsor, aparat keamanan, pemerintah kecamatan dan desa, hingga berbagai elemen masyarakat.</p>
<p dir="ltr">Apresiasi tersebut disampaikan Bupati Ende, Yosef Benediktus Badeoda, melalui Asisten II Sekretariat Daerah Kabupaten Ende Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Martinus Satba, pada acara penutupan festival.</p>
<p dir="ltr">Dalam sambutannya, Martinus menegaskan bahwa Festival Daun Lontar tidak sekadar menjadi agenda seremonial tahunan, melainkan ruang kolektif yang berperan penting dalam memperkuat identitas budaya masyarakat, menumbuhkan kebanggaan terhadap warisan lokal, serta mendorong lahirnya kreativitas dan inovasi yang berakar pada tradisi.</p>
<p dir="ltr">Menurutnya, daun lontar memiliki posisi strategis dalam sejarah dan kehidupan sosial masyarakat Flores, khususnya di Kabupaten Ende. Selain bernilai ekonomi, lontar juga mengandung nilai budaya, historis, dan kearifan lokal yang merepresentasikan ketekunan serta kemandirian masyarakat setempat.</p>
<p dir="ltr">“Lontar merupakan bagian penting dari identitas budaya masyarakat. Nilai yang terkandung di dalamnya tidak hanya berkaitan dengan aspek ekonomi, tetapi juga mencerminkan sejarah panjang, pengetahuan lokal, dan karakter masyarakat yang perlu terus dijaga dan diwariskan,” ujarnya.</p>
<p dir="ltr">Pemerintah Kabupaten Ende, lanjut Martinus, memandang festival tersebut sebagai instrumen strategis dalam upaya pelestarian budaya sekaligus penguatan ekosistem ekonomi kreatif daerah.</p>
<p dir="ltr">Karena itu, kegiatan serupa dinilai perlu terus dikembangkan sebagai agenda tahunan yang terintegrasi dengan strategi pembangunan sektor pariwisata.</p>
<p dir="ltr">Ia menekankan bahwa pengembangan pariwisata berbasis budaya harus dilaksanakan secara terencana, promotif, berkelanjutan, dan berdaya saing agar mampu memberikan nilai tambah ekonomi yang nyata bagi masyarakat.</p>
<p dir="ltr">“Keberhasilan sebuah festival tidak semata diukur dari kemeriahan penyelenggaraannya, melainkan dari dampak yang dihasilkan, seperti meningkatnya kunjungan wisatawan, berkembangnya industri kreatif, tumbuhnya ekonomi lokal, serta semakin kuatnya citra Kabupaten Ende sebagai daerah yang kaya akan budaya dan kearifan lokal,” katanya.</p>
<p dir="ltr">Lebih lanjut, Pemerintah Kabupaten Ende menegaskan komitmennya untuk terus mendukung berbagai program pelestarian budaya sebagai bagian integral dari pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan.</p>
<p dir="ltr">Pada kesempatan tersebut, Martinus juga mengajak generasi muda untuk terus merawat, mencintai, dan mengembangkan budaya daerah sebagai sumber inspirasi dalam berkarya serta berinovasi di tengah dinamika perkembangan zaman.</p>
<p dir="ltr">“Warisan leluhur harus menjadi fondasi dalam membangun masa depan. Kemajuan dapat dicapai tanpa kehilangan identitas sebagai masyarakat Ende, Lio, maupun Nage,” tuturnya.</p>
<p dir="ltr">Penutupan Festival Daun Lontar Ende Lio ditandai dengan penabuhan gendang secara simbolis. Rangkaian kegiatan turut diisi dengan penyerahan piagam penghargaan, sertifikat, dan bantuan pembinaan kepada para pemenang berbagai perlombaan.</p>
<p dir="ltr">Antusiasme masyarakat mewarnai seluruh rangkaian acara hingga akhir kegiatan yang ditutup dengan rekreasi bersama dan pementasan tarian tradisional Gawi, sebagai simbol persatuan, kebersamaan, serta penghormatan terhadap warisan budaya leluhur yang terus hidup dalam kehidupan masyarakat Ende.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Festival Daun Lontar Ende Lio Teguhkan Komitmen Pelestarian Warisan Budaya dan Penguatan Ekonomi Kreatif</title>
		<link>https://redaksi76.com/berita/festival-daun-lontar-ende-lio-teguhkan-komitmen-pelestarian-warisan-budaya-dan-penguatan-ekonomi-kreatif/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi76.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 21 Jun 2026 05:16:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Festival Daun Lontar Ende Lio]]></category>
		<category><![CDATA[Teguhkan Komitmen Pelestarian]]></category>
		<category><![CDATA[Warisan Budaya dan Penguatan Ekonomi Kreatif]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://redaksi76.com/?p=10888</guid>

					<description><![CDATA[Redaksi76.com&#124;&#124; Ende  – Semangat pelestarian budaya lokal kembali mengemuka melalui penyelenggaraan Festival Daun Lontar Ende...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr"><strong><a href="http://Redaksi76.com" target="_blank" rel="noopener">Redaksi76.com</a>|| Ende  –</strong> Semangat pelestarian budaya lokal kembali mengemuka melalui penyelenggaraan Festival Daun Lontar Ende Lio yang berlangsung di Lapangan Sepak Bola Desa Kelitembu, Kecamatan Wewaria, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur.</p>
<p dir="ltr">Festival yang digagas oleh Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Alokoja Sia bersama komunitas pegiat budaya Ende Lio tersebut menjadi ruang strategis untuk merawat identitas budaya sekaligus mendorong pengembangan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal.</p>
<p dir="ltr">Ketua Panitia Festival, Yos Borgias Riga, menjelaskan bahwa kegiatan berlangsung selama enam hari, yakni pada 16–18 Maret 2026 dan dilanjutkan pada 18–20 Juni 2026.</p>
<p dir="ltr">Mengusung tema “Mengenang dan Melestarikan Warisan Budaya”, festival menghadirkan berbagai agenda edukatif dan kreatif, mulai dari lokakarya kerajinan daun lontar, lomba tari kreasi bertema lontar, kompetisi anyaman kreatif, hingga pameran karya para perajin lokal.</p>
<p dir="ltr">Menurut Yos, festival tersebut menjadi momentum penting untuk menampilkan sekaligus menghidupkan kembali beragam produk kerajinan tradisional berbahan daun lontar yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Ende Lio.</p>
<p dir="ltr">Berbagai hasil karya seperti topi, keranjang, bakul, ambung, gelang, cincin, anting, selendang, tempat tisu, tas, hingga dompet dipamerkan kepada masyarakat luas.</p>
<p dir="ltr">“Festival ini menunjukkan adanya semangat kolektif untuk menggali, menghidupkan, dan melestarikan warisan budaya leluhur. Harapannya, kecintaan terhadap budaya lokal dapat terus tumbuh dan menjadi inspirasi bagi generasi muda,” ujarnya saat penutupan festival, Sabtu (20/6/2026).</p>
<p dir="ltr">Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung penyelenggaraan kegiatan, termasuk Kementerian Kebudayaan, Pemerintah Kabupaten Ende, Pemerintah Kecamatan Wewaria, pemerintah desa, lembaga pendidikan, tokoh adat, tokoh masyarakat, komunitas kerajinan, sanggar seni, serta masyarakat pecinta budaya.</p>
<p dir="ltr">Sementara itu, Camat Wewaria, Fidelis Bela, menyatakan bahwa festival tersebut merupakan wujud nyata kecintaan masyarakat terhadap nilai-nilai budaya dan kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun.</p>
<p dir="ltr">“Festival ini mencerminkan semangat kolaborasi dan gotong royong dalam menjaga identitas budaya daerah. Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi agenda tahunan yang terus dikembangkan dan diperkuat di masa mendatang,” katanya.</p>
<p dir="ltr">Pada kesempatan yang sama, Bupati Ende Yosef Benediktus Badeoda yang diwakili Asisten II Sekretariat Daerah Kabupaten Ende Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Martinus Satban, memberikan apresiasi kepada seluruh panitia, pelaku seni budaya, pelaku UMKM, sponsor, aparat keamanan, pemerintah kecamatan dan desa, serta seluruh elemen masyarakat yang berkontribusi menyukseskan festival tersebut.</p>
<p dir="ltr">Menurut Martinus, Festival Daun Lontar tidak hanya menjadi agenda seremonial, melainkan juga ruang bersama untuk memperkuat jati diri masyarakat, menumbuhkan kebanggaan terhadap budaya lokal, sekaligus mendorong kreativitas dan inovasi berbasis tradisi.</p>
<p dir="ltr">“Daun lontar memiliki posisi penting dalam sejarah dan kehidupan masyarakat Flores, khususnya Kabupaten Ende. Selain memiliki nilai ekonomi, lontar juga mengandung nilai budaya, sejarah, dan kearifan lokal yang menjadi simbol ketekunan serta kemandirian masyarakat,” ujarnya.</p>
<p dir="ltr">Pemerintah Kabupaten Ende, lanjutnya, memandang festival tersebut sebagai instrumen penting dalam pelestarian budaya sekaligus penguatan ekonomi kreatif daerah.</p>
<p dir="ltr">Oleh karena itu, kegiatan serupa perlu terus didorong sebagai agenda tahunan yang terintegrasi dengan pengembangan sektor pariwisata.</p>
<p dir="ltr">Ia menegaskan bahwa pengembangan pariwisata berbasis budaya harus dilakukan secara promotif, berkelanjutan, dan memiliki daya saing, sehingga mampu memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat.</p>
<p dir="ltr">“Keberhasilan sebuah festival tidak semata-mata diukur dari kemeriahan penyelenggaraannya, tetapi dari manfaat yang dirasakan masyarakat, seperti meningkatnya kunjungan wisata, berkembangnya industri kreatif, tumbuhnya ekonomi lokal, serta semakin kuatnya citra Kabupaten Ende sebagai daerah yang kaya akan budaya dan kearifan lokal,” katanya.</p>
<p dir="ltr">Pemerintah Kabupaten Ende, tambah Martinus, berkomitmen untuk terus mendukung berbagai program pelestarian budaya sebagai bagian integral dari pembangunan daerah yang berkelanjutan.</p>
<p dir="ltr">Menutup sambutannya, ia mengajak generasi muda untuk terus merawat dan mencintai budaya daerah sebagai sumber inspirasi dalam berkarya dan berinovasi.</p>
<p dir="ltr">“Warisan leluhur harus menjadi fondasi dalam membangun masa depan. Kemajuan dapat diraih tanpa harus kehilangan identitas sebagai masyarakat Ende, Lio, maupun Nage,” ujarnya.</p>
<p dir="ltr">Penutupan Festival Daun Lontar Ende Lio ditandai dengan penabuhan gendang secara simbolis. Rangkaian acara juga diisi dengan penyerahan piagam penghargaan, sertifikat, dan uang pembinaan kepada para pemenang lomba.</p>
<p dir="ltr">Antusiasme masyarakat terlihat sepanjang kegiatan, yang diakhiri dengan rekreasi bersama dan tarian tradisional Gawi sebagai simbol persatuan, kebersamaan, dan penghormatan terhadap warisan budaya leluhur.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dukung Program Strategis Nasional, Pemkab Ende Percepat Realisasi Berbagai Program Prioritas</title>
		<link>https://redaksi76.com/berita/10861/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi76.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 16 Jun 2026 13:27:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintah Kabupaten Ende]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://redaksi76.com/?p=10861</guid>

					<description><![CDATA[Ende, Redaksi 76.Com,&#8211;  Pemerintah Kabupaten Ende menegaskan komitmennya dalam mendukung dan menyukseskan berbagai Program Strategis...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Ende, Redaksi 76.Com,</strong>&#8211;  Pemerintah Kabupaten Ende menegaskan komitmennya dalam mendukung dan menyukseskan berbagai Program Strategis Nasional (PSN) yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan sejumlah program prioritas yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat hingga ke tingkat desa dan kelurahan.</p>
<p>Bupati Ende, Yosef Benediktus Badeoda, mengatakan bahwa pemerintah daerah tidak hanya fokus menjalankan program pembangunan daerah, tetapi juga berupaya menyelaraskan berbagai kebijakan dengan agenda strategis pemerintah pusat.</p>
<figure id="attachment_10866" aria-describedby="caption-attachment-10866" style="width: 650px" class="wp-caption alignnone"><a href="https://redaksi76.com/wp-content/uploads/2026/06/pita.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-10866" src="https://redaksi76.com/wp-content/uploads/2026/06/pita.jpg" alt="" width="650" height="479" /></a><figcaption id="caption-attachment-10866" class="wp-caption-text">Bupati Ende, Yosef Badeoda Louncing Koperasi Merah Putih Desa Wolotopo kecamatan Ndona</figcaption></figure>
<p>“Dalam menjalankan roda pembangunan di Kabupaten Ende, pemerintah tidak hanya fokus pada program daerah, tetapi juga bersinergi dengan program-program strategis pemerintah pusat. Ini bukan sekadar menjalankan amanah, tetapi juga menjawab kebutuhan masyarakat secara langsung,” kata Bupati Yosef dalam siaran pers, Selasa (16/6/2026).</p>
<p>Menurutnya, dukungan pemerintah pusat melalui berbagai program strategis sangat membantu daerah di tengah keterbatasan fiskal yang dihadapi saat ini. Karena itu, Pemkab Ende terus memastikan kesiapan regulasi, sumber daya manusia, dan pengelolaan anggaran agar seluruh program berjalan tepat sasaran.</p>
<p>Berdasarkan data yang dihimpun hingga Juni 2026, sejumlah Program Strategis Nasional yang telah berjalan di Kabupaten Ende antara lain:</p>
<p>1. Pembentukan Koperasi Merah Putih<br />
Pemkab Ende telah membentuk sebanyak 278 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), terdiri atas 255 Koperasi Desa Merah Putih dan 23 Koperasi Kelurahan Merah Putih.<br />
Dari jumlah tersebut, 172 koperasi telah memiliki lahan. Sebanyak 159 lokasi telah mendapat persetujuan proses pembangunan, sementara 13 lokasi masih dalam tahap verifikasi. Dari 159 lokasi tersebut, 18 unit telah menyelesaikan pembangunan fisik gedung, 112 unit sedang dalam proses pembangunan, dan 29 unit masih dalam tahap persiapan lahan.</p>
<p>Selain itu, sebanyak 15 gerai koperasi telah beroperasi dengan modal yang bersumber dari simpanan pokok dan simpanan wajib anggota.</p>
<p>2. Program Makan Bergizi Gratis<br />
Dalam mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG), saat ini telah beroperasi 17 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) aglomerasi di Kabupaten Ende.</p>
<p><a href="https://redaksi76.com/wp-content/uploads/2026/06/images.jpeg"><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-10868" src="https://redaksi76.com/wp-content/uploads/2026/06/images.jpeg" alt="" width="415" height="739" /></a></p>
<p>Selain itu, sebanyak 75 dapur SPPG kategori daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) sedang dalam proses pembangunan dan dipersiapkan untuk segera beroperasi di berbagai wilayah Kabupaten Ende.</p>
<p>3. Kampung Nelayan Merah Putih<br />
Kabupaten Ende juga menjadi salah satu daerah pelaksana Program Kampung Nelayan Merah Putih.</p>
<p>Pada tahun 2025, pembangunan kampung nelayan dilaksanakan di Desa Kebirangga, Kecamatan Maukaro. Hingga saat ini progres pembangunan telah mencapai 53,54 persen dan ditargetkan rampung pada Juli 2026.</p>
<p>Sementara untuk tahun 2026, sejumlah lokasi baru telah diusulkan dan disurvei oleh Tim Topografi Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, yakni Desa Mbuliwaralau (Kecamatan Wolowaru), Desa Waka (Kecamatan Wewaria), Desa Rorurangga (Kecamatan Pulau Ende), serta Kelurahan Tetandara.</p>
<p>4. Mendukung Program Indonesia ASRI<br />
Sejalan dengan program unggulan daerah “Ende Bersih”, Pemkab Ende secara aktif mendukung Program Strategis Nasional Indonesia ASRI melalui berbagai kegiatan lingkungan.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jurnalis Korantimor.com Harumkan NTT, Lolos Beasiswa Jurnalisme Keberlanjutan CIMB Niaga dari 233 Proposal Nasional</title>
		<link>https://redaksi76.com/berita/jurnalis-korantimor-com-harumkan-ntt-lolos-beasiswa-jurnalisme-keberlanjutan-cimb-niaga-dari-233-proposal-nasional/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi76.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 15 Jun 2026 05:49:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Lintas Nusantara]]></category>
		<category><![CDATA[Jurnalis Korantimor.com Harumkan Nama NTT]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://redaksi76.com/?p=10856</guid>

					<description><![CDATA[KUPANG, Redaksi 76.Com,– Jurnalis Korantimor.com, Oskar Liu, berhasil mengharumkan nama Nusa Tenggara Timur (NTT) setelah...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KUPANG, Redaksi 76.Com</strong>,– Jurnalis Korantimor.com, Oskar Liu, berhasil mengharumkan nama Nusa Tenggara Timur (NTT) setelah terpilih sebagai peserta CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship (SJF) 2026, program beasiswa jurnalisme keberlanjutan bergengsi yang diikuti ratusan jurnalis dari seluruh Indonesia.</p>
<p>Oskar menjadi satu-satunya perwakilan dari NTT yang lolos dalam proses seleksi ketat, setelah bersaing dengan 233 proposal ide liputan yang diajukan jurnalis dari berbagai daerah di Indonesia.</p>
<p><a href="https://redaksi76.com/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260615-WA0015.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-10857" src="https://redaksi76.com/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260615-WA0015.jpg" alt="" width="650" height="756" /></a></p>
<p>Dari ratusan proposal tersebut, dewan juri akhirnya menetapkan 13 proposal terbaik yang terdiri atas sembilan kategori individu dan empat kategori kelompok, melibatkan 20 jurnalis terpilih secara nasional untuk mengikuti program penguatan kapasitas jurnalisme bertema keberlanjutan.</p>
<p>Direktur Eksekutif Indonesian Institute of Journalism (IIJ) sekaligus anggota dewan juri, Umar Idris, mengatakan proses seleksi tidak hanya berfokus pada kualitas proposal liputan, tetapi juga mempertimbangkan kepedulian serta komitmen peserta terhadap isu-isu keberlanjutan.</p>
<p>&#8220;Para peserta yang terpilih menunjukkan kombinasi antara kompetensi jurnalistik, komitmen, dan dampak dari proyek keberlanjutan yang mereka ajukan,&#8221; ujar Umar Idris.</p>
<p>Menurutnya, jurnalisme keberlanjutan saat ini membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan menyusun berita. Seorang jurnalis juga dituntut memiliki kepekaan terhadap persoalan lingkungan serta pemahaman yang kuat terhadap isu-isu sosial yang berkembang di masyarakat.</p>
<p><a href="https://redaksi76.com/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260615-WA0016.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-10858" src="https://redaksi76.com/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260615-WA0016.jpg" alt="" width="650" height="638" /></a></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bupati Yosef Tanam Pohon Sukun Yang Menginspirasi Lahirnya Pancasila Di Sempadan Ndao</title>
		<link>https://redaksi76.com/berita/bupati-yosef-tanam-pohon-sukun-yang-menginspirasi-lahirnya-pancasila-di-sempadan-ndao/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi76.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 15 Jun 2026 02:12:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Lintas Nusantara]]></category>
		<category><![CDATA[Penanaman Pohon di Sempadan Ndao]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://redaksi76.com/?p=10849</guid>

					<description><![CDATA[Ende, Redaksi 76. Com,- Bupati Ende, Yosef Benediktus Badeoda, S.H, M.H memimpin langsung kegiatan penanaman...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Ende, Redaksi 76. Com,- Bupati Ende, Yosef Benediktus Badeoda, S.H, M.H memimpin langsung kegiatan penanaman pohon di sepanjang jalan utama pintu masuk kawasan kota tepatnya di sempadan Ndao Ende pada hari Jumad (12/6/ 2026).</p>
<p>Kegiatan ini menjadi langkah nyata pemerintah kabupaten Ende memperingati hari Lingkungan Hidup Sedunia dan memperindah kota Ende pasca penertiban bangunan liar (bangli) serta meningkatkan kualitas lingkungan dan ruang terbuka hijau bagi warga maupun pengunjung.</p>
<p><a href="https://redaksi76.com/wp-content/uploads/2026/06/20260615_071905.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-10850" src="https://redaksi76.com/wp-content/uploads/2026/06/20260615_071905.jpg" alt="" width="650" height="798" /></a></p>
<p>Dipilihnya pohon jenis Sukun di sepanjang jalan utama pintu masuk kota Ende ini karena pohon sukun melambangkan lahirnya Pancasila.</p>
<p>Kepada media ini, Bupati Yosef mengungkapkan selain anakkan kelapa, dipilihnya pohon Sukun karena dari sisi sejarah Sukun adalah saksi bisu tempat dimana Presiden R.I pertama Soekarno (Bung Karno) merenungkan dan merumuskan kelima dasar negara selama masa pengasingannya di Ende, Flores yaitu dari tahun 1934–1938.</p>
<p>Secara filosofis dan historis, kata Bupati Yosef, makna pohon Sukun ini merupakan saksi perumusan Pancasila. &#8220;Di bawah kerindangan pohon sukun bercabang lima, Soekarno menyarikan nilai-nilai luhur budaya nusantara menjadi lima sila. Filosofi pohon Sukun diartikan sebagai cerminan bangsa yang kuat, yang harus dibangun dengan pondasi ideologi yang kokoh.&#8221; ujarnya.</p>
<p><a href="https://redaksi76.com/wp-content/uploads/2026/06/20260612_080505.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-10851" src="https://redaksi76.com/wp-content/uploads/2026/06/20260612_080505.jpg" alt="" width="650" height="293" /></a></p>
<p>Menurut ketua DPC PDI Perjuangan kabupaten Ende ini, Sukun merupakan salah satu sumber kehidupan, melambangkan kemandirian pangan, ketahanan, serta kesejahteraan bagi rakyat Indonesia.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pemda Ende Siap Hadapi Gugatan Warga Ndao Terkait Bangli Sempadan Pantai</title>
		<link>https://redaksi76.com/berita/pemda-ende-siap-hadapi-gugatan-warga-ndao-terkait-bangli-sempadan-pantai/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi76.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 13 Jun 2026 08:47:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Lintas Nusantara]]></category>
		<category><![CDATA[Bupati Ende siap hadapi gugatan perdata warga Ndao]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://redaksi76.com/?p=10841</guid>

					<description><![CDATA[ENDE, Redaksi 76.Com,- Bupati Ende, Yosef Benediktus Badeoda, S.H, M.H secara konsisten bersikap tegas dan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>ENDE, Redaksi 76.Com,-</strong> Bupati Ende, Yosef Benediktus Badeoda, S.H, M.H secara konsisten bersikap tegas dan mempersilakan warga korban penggusuran sempadan pantai Ndao untuk menempuh jalur hukum apabila tidak menerima kebijakannya.</p>
<p>Ia menegaskan siap menghadapi segala bentuk gugatan karena penertiban dilakukan demi mengembalikan fungsi ruang terbuka dan melindungi lingkungan dari pendudukan ilegal.</p>
<p>Penegasan tersebut disampaikan Bupati Ende, Yosef Badeoda, kepada wartawan usai mengikuti kegiatan penanaman pohon di sempadan pantai Ndao dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup sedunia.</p>
<p>&#8221; Pemerintah siap menghadapi gugatan tersebut karena pemerintah bekerja selalu berdasarkan aturan. Pengosongan bangunan liar (Bangli) di sempadan pantai Ndao ini semata &#8211; mata untuk kepentingan masyarakat luas,” tegas Bupati.</p>
<p>Menurut Bupati Yosef, langkah penataan dengan membuat ruang terbuka hijau di kawasan pantai Ndao sesuai prosedur dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.</p>
<p><a href="https://redaksi76.com/wp-content/uploads/2026/04/IMG-20260423-WA0020-rotated.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-10451" src="https://redaksi76.com/wp-content/uploads/2026/04/IMG-20260423-WA0020-rotated.jpg" alt="" width="879" height="650" srcset="https://redaksi76.com/wp-content/uploads/2026/04/IMG-20260423-WA0020-rotated.jpg 879w, https://redaksi76.com/wp-content/uploads/2026/04/IMG-20260423-WA0020-768x568.jpg 768w" sizes="auto, (max-width: 879px) 100vw, 879px" /></a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Orang nomor satu kabupaten Ende inipun mengingatkan kepada warganya bahwa kepemilikan sertifikat atas tanah tidak serta-merta memberikan hak untuk mendirikan bangunan tanpa memenuhi persyaratan yang ditentukan pemerintah yaitu Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) dari pemerintah.</p>
<p>“Orang boleh punya sertifikat, tetapi tidak bisa membangun sembarangan, dia punya IMB atau tidak ? Seluruh bangli di sempadan pantai Ndao ini tidak memiliki IMB, karena saya yakin tidak mungkin izin itu diberikan di kawasan sempadan pantai,” ujarnya.</p>
<p><a href="https://redaksi76.com/wp-content/uploads/2026/04/20260423_145955.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-10447" src="https://redaksi76.com/wp-content/uploads/2026/04/20260423_145955.jpg" alt="" width="650" height="292" /></a></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Demam Piala Dunia 2026 Menjangkau Daerah, Karman Sado Kaki Buka Nobar Gratis di Kaki Lena Hils</title>
		<link>https://redaksi76.com/berita/demam-piala-dunia-2026-menjangkau-daerah-karman-sado-kaki-buka-nobar-gratis-di-kaki-lena-hils/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi76.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 Jun 2026 12:39:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Olahraga]]></category>
		<category><![CDATA[Demam Piala Dunia 2026]]></category>
		<category><![CDATA[Menjangkau Daerah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://redaksi76.com/?p=10835</guid>

					<description><![CDATA[Redaksi76.com  — Euforia Piala Dunia 2026 mulai terasa hingga ke berbagai daerah di Indonesia, termasuk...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr"><strong><a href="http://Redaksi76.com" target="_blank" rel="noopener">Redaksi76.com</a>  —</strong> Euforia Piala Dunia 2026 mulai terasa hingga ke berbagai daerah di Indonesia, termasuk di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur.</p>
<p dir="ltr">Menjelang bergulirnya pesta sepak bola terbesar di dunia yang akan berlangsung pada 11 Juni hingga 19 Juli 2026 di Amerika Utara, antusiasme masyarakat terus meningkat.</p>
<p dir="ltr">Di tengah semangat tersebut, sebuah inisiatif sederhana namun penuh makna hadir dari pelaku usaha lokal di Kota Ende.</p>
<p dir="ltr">Owner Caffe Kaki Lena Hils, Ahmad Karman Sado Kaki, berencana menggelar nonton bareng (nobar) seluruh rangkaian pertandingan Piala Dunia 2026 secara gratis bagi masyarakat.</p>
<p dir="ltr">Kegiatan yang akan dipusatkan di halaman kafe itu menjadi ruang kebersamaan bagi para pencinta sepak bola untuk merasakan atmosfer turnamen dunia tanpa harus mengeluarkan biaya.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Kami ingin menghadirkan kebahagiaan dan hiburan bagi masyarakat, khususnya para penggemar sepak bola di Ende. Semua fasilitas untuk menonton sudah kami siapkan. Teman-teman cukup datang dan menikmati pertandingan bersama,&#8221; kata Karman, Kamis (11/6/2026).</p>
<p dir="ltr">Menurutnya, sepak bola memiliki kekuatan untuk menyatukan berbagai kalangan. Karena itu, momentum Piala Dunia dinilai tepat untuk mempererat kebersamaan masyarakat melalui kegiatan yang positif dan terbuka untuk semua.</p>
<p dir="ltr">Ia menegaskan, masyarakat dapat menikmati fasilitas nobar secara cuma-cuma. Pengunjung hanya diminta menyiapkan kebutuhan pribadi seperti kopi maupun rokok masing-masing.</p>
<p dir="ltr">Inisiatif tersebut mendapat sambutan hangat dari warga. Di tengah keterbatasan akses sebagian masyarakat untuk menikmati siaran pertandingan secara langsung di rumah, kegiatan nobar gratis menjadi alternatif yang menghadirkan pengalaman menonton yang lebih meriah dan berkesan.</p>
<p dir="ltr">Piala Dunia 2026 sendiri menjadi edisi bersejarah karena untuk pertama kalinya digelar di tiga negara sekaligus, yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.</p>
<p dir="ltr">Turnamen ini juga akan menghadirkan format baru dengan jumlah peserta yang lebih banyak, sehingga diperkirakan menjadi ajang paling spektakuler dalam sejarah sepak bola dunia.</p>
<p dir="ltr">Dari kota kecil di ujung timur Indonesia, semangat menyambut pesta sepak bola dunia itu membuktikan bahwa Piala Dunia bukan sekadar pertandingan olahraga, melainkan perayaan yang mampu menyatukan masyarakat lintas daerah, usia, dan latar belakang dalam satu kegembiraan yang sama.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Demam Piala Dunia 2026 Menjangkau Daerah, Karman Sado Kaki Buka Nobar Gratis di Halaman Caffe</title>
		<link>https://redaksi76.com/berita/demam-piala-dunia-2026-menjangkau-daerah-karman-sado-kaki-buka-nobar-gratis-di-halaman-caffe/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi76.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 Jun 2026 12:33:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Olahraga]]></category>
		<category><![CDATA[Demam Piala Dunia 2026]]></category>
		<category><![CDATA[Menjangkau Daerah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://redaksi76.com/?p=10829</guid>

					<description><![CDATA[Redaksi76.com  — Euforia Piala Dunia 2026 mulai terasa hingga ke berbagai daerah di Indonesia, termasuk...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr"><strong><a href="http://Redaksi76.com" target="_blank" rel="noopener">Redaksi76.com</a>  —</strong> Euforia Piala Dunia 2026 mulai terasa hingga ke berbagai daerah di Indonesia, termasuk di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur.</p>
<p dir="ltr">Menjelang bergulirnya pesta sepak bola terbesar di dunia yang akan berlangsung pada 11 Juni hingga 19 Juli 2026 di Amerika Utara, antusiasme masyarakat terus meningkat.</p>
<p dir="ltr">Di tengah semangat tersebut, sebuah inisiatif sederhana namun penuh makna hadir dari pelaku usaha lokal di Kota Ende.</p>
<p dir="ltr">Owner Caffe Kaki Lena Hils, Ahmad Karman Sado Kaki, berencana menggelar nonton bareng (nobar) seluruh rangkaian pertandingan Piala Dunia 2026 secara gratis bagi masyarakat.</p>
<p dir="ltr">Kegiatan yang akan dipusatkan di halaman kafe itu menjadi ruang kebersamaan bagi para pencinta sepak bola untuk merasakan atmosfer turnamen dunia tanpa harus mengeluarkan biaya.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Kami ingin menghadirkan kebahagiaan dan hiburan bagi masyarakat, khususnya para penggemar sepak bola di Ende. Semua fasilitas untuk menonton sudah kami siapkan. Teman-teman cukup datang dan menikmati pertandingan bersama,&#8221; kata Karman, Kamis (11/6/2026).</p>
<p dir="ltr">Menurutnya, sepak bola memiliki kekuatan untuk menyatukan berbagai kalangan. Karena itu, momentum Piala Dunia dinilai tepat untuk mempererat kebersamaan masyarakat melalui kegiatan yang positif dan terbuka untuk semua.</p>
<p dir="ltr">Ia menegaskan, masyarakat dapat menikmati fasilitas nobar secara cuma-cuma. Pengunjung hanya diminta menyiapkan kebutuhan pribadi seperti kopi maupun rokok masing-masing.</p>
<p dir="ltr">Inisiatif tersebut mendapat sambutan hangat dari warga. Di tengah keterbatasan akses sebagian masyarakat untuk menikmati siaran pertandingan secara langsung di rumah, kegiatan nobar gratis menjadi alternatif yang menghadirkan pengalaman menonton yang lebih meriah dan berkesan.</p>
<p dir="ltr">Piala Dunia 2026 sendiri menjadi edisi bersejarah karena untuk pertama kalinya digelar di tiga negara sekaligus, yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.</p>
<p dir="ltr">Turnamen ini juga akan menghadirkan format baru dengan jumlah peserta yang lebih banyak, sehingga diperkirakan menjadi ajang paling spektakuler dalam sejarah sepak bola dunia.</p>
<p dir="ltr">Dari kota kecil di ujung timur Indonesia, semangat menyambut pesta sepak bola dunia itu membuktikan bahwa Piala Dunia bukan sekadar pertandingan olahraga, melainkan perayaan yang mampu menyatukan masyarakat lintas daerah, usia, dan latar belakang dalam satu kegembiraan yang sama.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Oknum Anggota DPRD Ende Diduga Miliki Wanita Selingkuhan, Dibiayai Hidup Hingga Kontrak Rumah</title>
		<link>https://redaksi76.com/berita/oknum-anggota-dprd-ende-diduga-miliki-wanita-selingkuhan-dibiayai-hidup-hingga-kontrak-rumah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi76.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 Jun 2026 01:50:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Serba serbi]]></category>
		<category><![CDATA[Anggota DPRD Ende Selingkuh]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://redaksi76.com/?p=10818</guid>

					<description><![CDATA[Ende, Redaksi 76.Com,- Sebuah kasus memalukan saat ini menyeret nama lembaga Dewan Perwakilan Rakyat Daerah...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Ende, Redaksi 76.Com</strong>,- Sebuah kasus memalukan saat ini menyeret nama lembaga Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD) Kabupaten Ende, akibat tabiat salah satu oknum anggotanya yang dikenal alim dan taat beribadah diduga memelihara  wanita idaman lain  sebut saja Renggo bukan nama sebenarnya salah satu korban penertiban bangunan liar di kabupaten Ende.</p>
<p>Hubungan terlarang  ini dikhabarkan sudah berlangsung lama dan tanpa diketahui oleh istri oknum anggota dewan. Demi menikmati kecantikan dan tubuh seksi Renggo, oknum anggota dewan ini rela mengeluarkan isi tabungan untuk menyewah kontrakan yang berada di Kelurahan Mautapaga Ende.</p>
<p>Sebelum menyewah rumah, oknum anggota dewan ini juga dikhabarkan meniduri Renggo di hotel yang berada di kota Ende. Agar tidak diketahui, ia memesan kamar hotel  menggunakan identitas ( KTP) orang lain. Kepada petugas hotel, anggota dewan ini berdalil memboking kamar untuk teman sejawatanya yang bedinas  dari luar kabupaten.</p>
<p>Sumber di kantor DPRD Ende yang minta identitas dirahasikan menyebutkan, keputusan menyewah rumah untuk Renggo dilakukan pasca penertiban bangli yang dilakukan Sat Pol.PP Ende. Bukan saja menyewah rumah,  seluruh kebutuhan si janda ini ditanggungnya termasuk memenuhi seluruh kebutuhan anak mendiang suaminya. Untuk menghindari kehamilan pasca melahirkan putra bungsunya, oknum anggota dewan ini minta agar Renggo melalukan steril, kontrasepsi permanen untuk mencegah kehamilan.</p>
<p>&#8220;Lihat saja reaksi oknun anggota dewan ini ketika Sat Pol.PP melakukan penertiban, dia yang paling ngotot dan ribut di medsos menyudutkan Pol PP, ternyata ada hubungan asmara dibalik ngotot nya itu &#8221; tandasnya.</p>
<p>Dirinyapun  menggambarkan ikwal hubungan keduanya berawal pertengahan tahun 2025 lalu saat bersama- sama melakukan perjalanan dinas di pulau Jawa. Tiba di penginapan, oknum anggota dewan ini mengajaknya ke Matahari Depertement Store plaza Surabaya mencari dan membeli celana untuk anak dan istrinya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sembilan Bulan Berlatih Tanpa Henti, SMAN Maurole Siap Buktikan Diri di Turnamen Antar-SMA</title>
		<link>https://redaksi76.com/berita/sembilan-bulan-berlatih-tanpa-henti-sman-maurole-siap-buktikan-diri-di-turnamen-antar-sma/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi76.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 Jun 2026 00:26:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Olahraga]]></category>
		<category><![CDATA[di Turnamen Antar-SMA]]></category>
		<category><![CDATA[Ende]]></category>
		<category><![CDATA[SMAN Maurole Siap Buktikan Diri]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://redaksi76.com/?p=10814</guid>

					<description><![CDATA[Redaksi76.com &#8211; Di tengah euforia bergulirnya Turnamen Sepak Bola Antar-SMA 2026, SMA Negeri Maurole datang...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr"><strong><a href="http://Redaksi76.com" target="_blank" rel="noopener">Redaksi76.com</a> &#8211;</strong> Di tengah euforia bergulirnya Turnamen Sepak Bola Antar-SMA 2026, SMA Negeri Maurole datang dengan satu modal yang tidak dimiliki semua peserta: konsistensi.</p>
<p dir="ltr">Selama kurang lebih sembilan bulan terakhir, tim ini terus menjalani latihan secara rutin meski tanpa kepastian kompetisi.</p>
<p dir="ltr">Kini, kerja keras panjang tersebut akan diuji saat mereka menghadapi SMK Sanjosfrend Mukusaki pada laga perdana yang digelar Kamis (11/6/2026).</p>
<p dir="ltr">Namun bagi skuad asuhan Roy Saputra Nurdin, berbicara mengenai trofi juara masih terlalu jauh. Fokus mereka hanya satu: memenangkan pertandingan pertama.</p>
<p dir="ltr">“Kami belum berbicara soal target yang terlalu jauh. Fokus kami sekarang adalah pertandingan pertama melawan SMK Sanjosfrend Mukusaki,” ujar Roy saat ditemui pada pembukaan turnamen.</p>
<p dir="ltr">Sikap tersebut mencerminkan karakter tim yang dibangun melalui proses panjang. Di saat banyak tim baru mulai mempersiapkan diri menjelang turnamen, SMAN Maurole justru telah menanam fondasi sejak berbulan-bulan sebelumnya.</p>
<p dir="ltr">“Persiapan kami sekitar sembilan bulan. Walaupun tidak ada turnamen, latihan tetap kami jalankan secara rutin,” katanya.</p>
<p dir="ltr">Bagi Roy, kekuatan utama timnya bukan terletak pada satu atau dua pemain bintang. Ia lebih percaya pada kekompakan dan kerja kolektif yang selama ini menjadi identitas SMAN Maurole.</p>
<p dir="ltr">“Semua pemain kami andalkan. Tidak ada yang lebih penting dari yang lain. Kekuatan kami ada pada kebersamaan tim,” tegasnya.</p>
<p dir="ltr">Di balik persaingan memperebutkan kemenangan, Roy melihat turnamen ini memiliki makna yang lebih besar. Ia meyakini kompetisi pelajar merupakan ruang lahirnya talenta-talenta muda yang kelak dapat menjadi aset sepak bola daerah bahkan nasional.</p>
<p dir="ltr">“Kami berharap turnamen seperti ini melahirkan kader-kader terbaik. Dari sini mudah-mudahan muncul pemain-pemain yang bisa berkembang lebih jauh dan menjadi kebanggaan daerah,” ujarnya.</p>
<p dir="ltr">Tak hanya soal prestasi, Roy juga menaruh perhatian besar pada pembentukan karakter para pemain. Ia mengingatkan bahwa perjalanan di dunia sepak bola membutuhkan ketekunan, pengalaman, dan mental yang kuat.</p>
<p dir="ltr">“Sepak bola membutuhkan banyak pengalaman. Karena itu adik-adik harus tetap semangat, terus berjuang, dan jangan cepat puas,” pesannya.</p>
<p dir="ltr">Nilai sportivitas pun menjadi prinsip yang selalu ditanamkan kepada seluruh pemain. Menurut Roy, sepak bola sejatinya bukan sekadar soal menang dan kalah, melainkan tentang persahabatan, rasa hormat, dan kebersamaan.</p>
<p dir="ltr">“Kami selalu mengajarkan bahwa lawan di lapangan bukan musuh. Mereka adalah sahabat yang bersama-sama menciptakan pertandingan yang menarik dan sportif,” katanya.</p>
<p dir="ltr">Semangat yang sama juga terlihat dari para pemain. Dius, salah satu pemain SMAN Maurole, mengaku semakin termotivasi setelah menyaksikan pertandingan pembuka antara SMAK St. Petrus dan SMAN 1 Wolowaru yang berlangsung sengit dan penuh antusiasme.</p>
<p dir="ltr">Atmosfer kompetisi yang terasa begitu hidup membuatnya semakin bertekad memberikan kontribusi terbaik saat timnya turun bertanding.</p>
<p dir="ltr">“Saya akan memberikan yang terbaik untuk tim,” ujarnya singkat namun penuh keyakinan.</p>
<p dir="ltr">Ia juga mengajak seluruh peserta untuk menjaga semangat juang sepanjang turnamen berlangsung.<br />
“Untuk teman-teman semua, tetap semangat,” pesannya.</p>
<p dir="ltr">Kini, setelah sembilan bulan ditempa melalui latihan, disiplin, dan kebersamaan, SMAN Maurole bersiap menulis babak baru perjuangan mereka.</p>
<p dir="ltr">Laga perdana bukan sekadar pertandingan pembuka, melainkan momentum pembuktian bahwa kerja keras yang dijalani dalam diam mampu berbicara lantang di atas lapangan hijau.</p>
<p dir="ltr">Judul dan penutup dibuat lebih kuat agar terasa seperti liputan utama olahraga di media nasional, dengan unsur human interest, perjuangan, dan narasi yang membangun emosi pembaca.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
