<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Pendidikan &#8211; Redaksi76.com</title>
	<atom:link href="https://redaksi76.com/category/pendidikan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://redaksi76.com</link>
	<description>Aktual Terpercaya</description>
	<lastBuildDate>Fri, 18 Sep 2026 00:15:02 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.1</generator>

<image>
	<url>https://redaksi76.com/wp-content/uploads/2026/01/cropped-512-32x32.png</url>
	<title>Pendidikan &#8211; Redaksi76.com</title>
	<link>https://redaksi76.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Raih Dua Penghargaan di Ajang Apresiasi Pemda Berprestasi, Bupati Yosef Badeoda Bawa Pulang Rp 3,5 Miliar</title>
		<link>https://redaksi76.com/berita/raih-dua-penghargaan-di-ajang-apresiasi-pemda-berprestasi-bupati-yosef-badeoda-bawa-pulang-rp-35-miliar/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi76.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 18 Sep 2026 00:15:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Lintas Nusantara]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Bupati Yosef Badeoda]]></category>
		<category><![CDATA[Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kabupaten Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintah Kabupaten Ende]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://redaksi76.com/?p=11316</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Redaksi 76.Com– Pemerintah Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, dibawah kepemimpinan Bupati Yosef Benediktus Badeoda,...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Redaksi 76.Com–</strong> Pemerintah Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, dibawah kepemimpinan Bupati Yosef Benediktus Badeoda, S.H, M.H berhasil meraih dua apresiasi dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Batch II Regional Maluku-Nusa Tenggara yang digelar Kementerian Dalam Negeri, Kamis (17/9/2026).</p>
<p><a href="https://redaksi76.com/wp-content/uploads/2026/09/Screenshot_20260918_062259_WhatsApp.jpg"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-11317" src="https://redaksi76.com/wp-content/uploads/2026/09/Screenshot_20260918_062259_WhatsApp.jpg" alt="" width="650" height="786" /></a></p>
<p>Dua apresiasi tersebut diberikan untuk juara 1 kategori Pelayanan Pendidikan dan  juara II kategori Kebersihan dan Pengelolaan Sampah dan Indonesia ASRI.  Dari dua capaian itu, Pemerintah Kabupaten Ende memperoleh tambahan anggaran dengan total nilai Rp.3, 5 miliar.</p>
<p>Dukungan anggaran yang diperoleh pemerintah kabupaten Ende terdiri atas Rp 2 miliar dari kategori Akses penduduk ke layanan pendidikan dan ketegori Pengolaan Sampah Dan Lingkungan ASRI sebesar Rp 1, 5 miliar.</p>
<p>Penghargaan itu diberikan dalam ajang yang menilai kinerja pemerintah daerah dalam memenuhi pelayanan dasar sekaligus menghadirkan inovasi yang berdampak bagi masyarakat.</p>
<p>Pada Batch II Regional Maluku-Nusa Tenggara, penilaian mencakup empat pilar, yakni akses penduduk terhadap layanan pendidikan, akses dan kualitas layanan kesehatan, pengelolaan sampah dan lingkungan asri, serta implementasi Program 3 Juta Rumah.</p>
<p>Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian sebelumnya menjelaskan, apresiasi tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah memberikan penghargaan kepada daerah atas capaian kinerja dan inovasi dalam penyelenggaraan pemerintahan. Proses penilaian melibatkan kementerian dan lembaga terkait sesuai dengan bidang yang dinilai.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dinas Perpustakaan Ende Hadirkan Perpustakaan Keliling di Jumpa SEKAMI Kevikepan Ende, Perkuat Literasi bagi 1.365 Anak</title>
		<link>https://redaksi76.com/berita/dinas-perpustakaan-ende-hadirkan-perpustakaan-keliling-di-jumpa-sekami-kevikepan-ende-perkuat-literasi-bagi-1-365-anak/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi76.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 28 Jun 2026 10:26:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[di Jumpa SEKAMI Kevikepan Ende.]]></category>
		<category><![CDATA[Dinas Perpustakaan Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Hadirkan Perpustakaan Keliling]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://redaksi76.com/?p=10925</guid>

					<description><![CDATA[Redaksi76.com &#8211; Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Ende menghadirkan layanan Mobil Perpustakaan Keliling (MPK) dalam...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr"><strong><a href="http://Redaksi76.com" target="_blank" rel="noopener">Redaksi76.com</a> &#8211;</strong> Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Ende menghadirkan layanan Mobil Perpustakaan Keliling (MPK) dalam kegiatan Jumpa SEKAMI dan JPA Tingkat Kevikepan Ende yang berlangsung di Paroki Santa Maria Diangkat ke Surga Wonda, Kecamatan Ndori, pada 25–28 Juni 2026.</p>
<p dir="ltr">Kegiatan empat tahunan tersebut diikuti sebanyak 1.365 anak SEKAMI dan JPA dari 39 paroki di wilayah Kevikepan Ende, didampingi para pastor dan pendamping.</p>
<p dir="ltr">Kehadiran layanan perpustakaan keliling menjadi salah satu inovasi dalam penyelenggaraan Jumpa SEKAMI tahun ini. Untuk pertama kalinya, layanan literasi dilibatkan secara aktif dalam kegiatan pembinaan anak-anak tingkat kevikepan.</p>
<p dir="ltr">Selama kegiatan berlangsung, peserta diajak membaca berbagai koleksi buku yang disediakan, mengikuti sesi storytelling dengan menceritakan kembali isi bacaan, serta berpartisipasi dalam permainan edukatif dan aktivitas yang mendorong kreativitas.</p>
<p dir="ltr">Layanan perpustakaan tersebut menjangkau lima rayon, yakni Wonda, Ranggatalo, Masebewa, Iliwoda, dan Aebara, sehingga seluruh peserta dapat menikmati layanan secara merata.</p>
<p dir="ltr">Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Ende mengapresiasi Kevikepan Ende yang membuka ruang kolaborasi antara pemerintah dan Gereja dalam memperkuat budaya literasi anak.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Kami sangat mengapresiasi Kevikepan Ende yang telah melibatkan seluruh anak-anak SEKAMI dan JPA dari 39 paroki dalam kegiatan ini. Kolaborasi ini merupakan sebuah inovasi yang sangat baik karena untuk pertama kalinya layanan perpustakaan dilibatkan dalam Jumpa SEKAMI tingkat kevikepan. Ini menjadi langkah strategis untuk menanamkan budaya membaca kepada anak-anak sejak dini,&#8221; ujarnya.</p>
<p dir="ltr">Menurutnya, penguatan sumber daya manusia tidak hanya melalui pendidikan formal, tetapi juga melalui pembiasaan membaca sejak usia dini.</p>
<p dir="ltr">Karena itu, pihaknya terus memperluas kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk lembaga keagamaan, sekolah, komunitas, dan pemerintah desa.</p>
<p dir="ltr">Sebelumnya, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Ende juga menggagas program Gerakan Orang Tua Peduli Literasi Anak yang dilaksanakan di sejumlah paroki melalui layanan perpustakaan keliling.</p>
<p dir="ltr">Program tersebut menghadirkan berbagai aktivitas seperti membaca bersama, mewarnai, permainan edukatif, ice breaking, hingga storytelling untuk meningkatkan minat baca anak.</p>
<p dir="ltr">Dalam kesempatan itu, Kepala Dinas juga memperkenalkan inovasi terbaru berupa aplikasi ELiA (Ende Library &amp; Archive) yang akan segera diluncurkan.</p>
<p dir="ltr">Aplikasi tersebut akan menyediakan layanan perpustakaan dan kearsipan berbasis digital, mulai dari akses buku elektronik, peminjaman buku secara daring, hingga berbagai layanan perpustakaan yang dapat diakses masyarakat kapan saja dan di mana saja secara gratis.</p>
<p dir="ltr">Peluncuran ELiA menjadi bagian dari transformasi digital layanan perpustakaan di Kabupaten Ende sekaligus mendukung peningkatan budaya literasi masyarakat melalui pemanfaatan teknologi.</p>
<p dir="ltr">Kolaborasi antara pemerintah daerah dan Gereja tersebut diharapkan mampu memperluas gerakan literasi hingga ke lingkungan keluarga, komunitas, dan Gereja, sebagai upaya membangun generasi Ende yang beriman, cerdas, kreatif, dan gemar membaca.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dinas Perpustakaan Ende  Libatkan Orang Tua dan Paroki Bonawa Bangun Budaya Membaca Sejak Anak Usia Dini</title>
		<link>https://redaksi76.com/berita/dinas-perpustakaan-ende-libatkan-orang-tua-dan-paroki-bonawa-bangun-budaya-membaca-sejak-anak-usia-dini/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi76.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 17 May 2026 14:32:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Anak Usia Dini]]></category>
		<category><![CDATA[di Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Gerakan Literasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://redaksi76.com/?p=10626</guid>

					<description><![CDATA[Redaksi76.com &#124;&#124; Ende  – Upaya membangun budaya membaca sejak usia dini terus digencarkan di Kabupaten...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr"><strong><a href="http://Redaksi76.com" target="_blank" rel="noopener">Redaksi76.com</a> || Ende  –</strong> Upaya membangun budaya membaca sejak usia dini terus digencarkan di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur.</p>
<p dir="ltr">Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Ende bekerja sama dengan Paroki Boanawa menggelar kegiatan Gerakan Orang Tua Peduli Literasi Anak Usia Dini yang berlangsung meriah dan penuh antusiasme.</p>
<p dir="ltr">Kegiatan tersebut dihadiri Bunda Literasi Kabupaten Ende, Cici Badioda, bersama para pendamping SEKAMI, JPA, orang tua, serta ratusan anak-anak yang mengikuti rangkaian kegiatan literasi dengan semangat dan keceriaan.</p>
<p dir="ltr">Sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan budaya membaca, para peserta anak-anak menerima susu dan roti yang dibagikan langsung oleh Bunda Literasi Kabupaten Ende.</p>
<p dir="ltr">Suasana hangat dan penuh kegembiraan tampak sepanjang kegiatan berlangsung.</p>
<p dir="ltr">Berbagai aktivitas edukatif digelar dalam kegiatan tersebut, mulai dari membaca bersama, story telling, mewarnai, hingga permainan edukasi yang dirancang untuk menumbuhkan minat baca, kreativitas, serta keberanian anak sejak dini.</p>
<p dir="ltr">Anak-anak terlihat aktif mengikuti setiap sesi kegiatan. Selain belajar membaca dan mendengarkan cerita, mereka juga diajak berinteraksi, bekerja sama, dan tampil percaya diri di depan teman-temannya.</p>
<p dir="ltr">Dalam sambutannya, Cici Badioda menegaskan bahwa literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca buku, tetapi juga kemampuan memahami informasi, berpikir kreatif, dan menggunakan teknologi secara bijak di era digital.</p>
<p dir="ltr">“Kita berharap anak-anak Kabupaten Ende tumbuh menjadi generasi yang cerdas, kreatif, dan berkarakter melalui budaya literasi yang ditanamkan sejak dini,” ujarnya.</p>
<p dir="ltr">Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Ende, Lamberus Sigasare, menekankan pentingnya keterlibatan keluarga, gereja, sekolah, dan masyarakat dalam membangun gerakan literasi sejak usia dini.</p>
<p dir="ltr">Menurutnya, literasi merupakan fondasi penting dalam menciptakan generasi yang siap menghadapi perkembangan zaman.</p>
<p dir="ltr">“Anak-anak perlu dibiasakan mencintai membaca sejak kecil agar tumbuh menjadi generasi yang cerdas, kreatif, berkarakter, dan siap menghadapi perkembangan zaman,” katanya.</p>
<p dir="ltr">Dukungan juga datang dari Pastor Paroki Boanawa, Romo Paul, yang mengapresiasi pelaksanaan kegiatan literasi di lingkungan gereja. Ia berharap program serupa dapat terus dilakukan sebagai bagian dari pembinaan iman, karakter, dan pendidikan anak.</p>
<p dir="ltr">“Gereja mendukung penuh kegiatan positif seperti ini karena anak-anak bukan hanya perlu bertumbuh dalam iman, tetapi juga dalam pengetahuan dan kemampuan literasi,” ungkapnya.</p>
<p dir="ltr">Kegiatan ini menjadi contoh kolaborasi antara pemerintah, gereja, orang tua, dan masyarakat dalam memperkuat budaya literasi di daerah.</p>
<p dir="ltr">Melalui gerakan tersebut, diharapkan minat baca anak-anak semakin meningkat sehingga mampu melahirkan generasi muda yang berkualitas di masa depan. (<strong>Arnold</strong>)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pemkab Ende Perkuat Budaya Literasi Anak melalui Layanan Perpustakaan Keliling</title>
		<link>https://redaksi76.com/berita/pemkab-ende-perkuat-budaya-literasi-anak-melalui-layanan-perpustakaan-keliling/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi76.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 11 May 2026 06:09:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[melalui Layanan Perpustakaan Keliling]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Perkuat Budaya Literasi Anak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://redaksi76.com/?p=10566</guid>

					<description><![CDATA[Redaksi76.com &#124;&#124; Ende  — Pemerintah Kabupaten Ende melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Ende terus...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr"><strong><a href="http://Redaksi76.com" target="_blank" rel="noopener">Redaksi76.com</a> || Ende  —</strong> Pemerintah Kabupaten Ende melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Ende terus memperkuat komitmennya dalam membangun ekosistem literasi masyarakat sejak usia dini.</p>
<p dir="ltr">Upaya tersebut diwujudkan melalui layanan Perpustakaan Keliling menggunakan Mobil MPK dalam kegiatan Gerakan Orang Tua Peduli Literasi Anak Usia Dini yang digelar di Paroki St. Maria Imaculata Ndona, Kabupaten Ende, Minggu (10/5).</p>
<p dir="ltr">Kegiatan yang berlangsung dalam suasana hangat dan edukatif itu mendapat sambutan antusias dari anak-anak maupun para orang tua.</p>
<p dir="ltr">Hadir dalam kegiatan tersebut Pastor Paroki St. Maria Imaculata Ndona Romo Ambros Nanga, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Ende Lambertus Sigasare beserta jajaran, Ketua Stasi St. Petrus Ndona Andre, para Bruder dan Suster, pengurus Rumah Baca Primadona, para pendamping Sekami dan JPA, serta ratusan anak peserta kegiatan.</p>
<p dir="ltr">Berbagai aktivitas literatif dan edukatif disuguhkan untuk menumbuhkan minat baca sekaligus kreativitas anak sejak dini. Kegiatan meliputi membaca bersama, mewarnai, story telling, ice breaking, hingga permainan edukatif yang dirancang interaktif dan menyenangkan.</p>
<p dir="ltr">Anak-anak tampak aktif memanfaatkan koleksi buku cerita dan bacaan anak yang disediakan melalui layanan Mobil Perpustakaan Keliling milik Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Ende.</p>
<p dir="ltr">Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Ende, Lambertus Sigasare, menegaskan bahwa penguatan budaya literasi tidak dapat hanya dibebankan kepada institusi pendidikan formal, melainkan membutuhkan keterlibatan keluarga dan lingkungan sosial secara kolektif.</p>
<p dir="ltr">“Literasi harus menjadi gerakan bersama yang dimulai dari rumah. Orang tua memiliki peran sentral dalam membangun kebiasaan membaca anak sejak usia dini.<br />
Melalui kegiatan ini, kami ingin menghadirkan ruang belajar yang menyenangkan sekaligus memperkuat kesadaran masyarakat tentang pentingnya budaya membaca,” ujarnya.</p>
<p dir="ltr">Sementara itu, Pastor Paroki St. Maria Imaculata Ndona, Romo Ambros Nanga, mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Ende yang menghadirkan layanan perpustakaan keliling bagi anak-anak di wilayah pastoral Ndona.</p>
<p dir="ltr"><a href="https://redaksi76.com/wp-content/uploads/2026/05/Screenshot_20260511_140317.jpg"><img decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-10567" src="https://redaksi76.com/wp-content/uploads/2026/05/Screenshot_20260511_140317.jpg" alt="" width="650" height="420" /></a></p>
<p dir="ltr">Menurutnya, buku memiliki peran strategis dalam membentuk wawasan, karakter, dan masa depan generasi muda.</p>
<p dir="ltr">“Buku adalah jendela dunia. Melalui membaca, anak-anak dapat memperluas pengetahuan, memahami nilai-nilai kehidupan, serta membangun karakter yang baik. Karena itu, budaya membaca perlu ditanamkan sejak dini agar lahir generasi yang cerdas, berintegritas, dan memiliki masa depan yang cerah,” katanya.</p>
<p dir="ltr">Romo Ambros juga mengingatkan pentingnya keterlibatan aktif orang tua dalam mendampingi proses belajar anak di rumah.</p>
<p dir="ltr">Ia menilai keteladanan keluarga menjadi fondasi utama dalam membentuk kebiasaan literasi yang berkelanjutan.</p>
<p dir="ltr">Pemerintah Kabupaten Ende berharap program pelayanan perpustakaan keliling dapat terus diperluas dan menjangkau lebih banyak wilayah, sehingga budaya literasi semakin tumbuh dan mengakar di tengah masyarakat.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Wewaria Bangkitkan Harapan di Hardiknas: Pendidikan Bermutu untuk Semua Bukan Sekadar Slogan</title>
		<link>https://redaksi76.com/berita/wewaria-bangkitkan-harapan-di-hardiknas-pendidikan-bermutu-untuk-semua-bukan-sekadar-slogan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi76.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 03 May 2026 05:44:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Harapan di Hardiknas]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan Bermutu]]></category>
		<category><![CDATA[Wewaria Bangkitkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://redaksi76.com/?p=10509</guid>

					<description><![CDATA[Ende &#8211; Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di wilayah timur Indonesia kembali menegaskan pentingnya...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Ende &#8211;</strong> Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di wilayah timur Indonesia kembali menegaskan pentingnya pemerataan kualitas pendidikan.</p>
<p>Di Kecamatan Wewaria, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, momentum ini dimaknai secara substantif oleh Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) melalui penyelenggaraan upacara yang sarat refleksi dan komitmen bersama.</p>
<p>Bertempat di halaman SMP Negeri 1 Detusoko, Welamosa, Sabtu (2/5), upacara tersebut dihadiri unsur pemerintah kecamatan, para kepala sekolah, guru, siswa dari jenjang SD hingga SMA, serta tokoh masyarakat.</p>
<p>Camat Wewaria, Fidelis Bela, yang bertindak sebagai inspektur upacara, menegaskan bahwa Hardiknas harus menjadi titik tolak evaluasi menyeluruh terhadap kondisi pendidikan, khususnya di Kecamatan Wewaria.</p>
<p><a href="https://redaksi76.com/wp-content/uploads/2026/05/IMG_20260502_101954.jpg"><img decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-10510" src="https://redaksi76.com/wp-content/uploads/2026/05/IMG_20260502_101954.jpg" alt="" width="650" height="488" /></a></p>
<p>“Hari Pendidikan Nasional bukan sekadar seremoni, tetapi momentum untuk membaca secara jujur potret pendidikan kita—mulai dari fasilitas hingga mutu pembelajaran,” ujarnya.</p>
<p>Ia mengungkapkan, kurang lebih terdapat 29 satuan pendidikan di Wewaria yang terdiri dari 25 SD, 2 SMP, dan 3 SMA. Namun, sebagian besar masih menghadapi keterbatasan mendasar, mulai dari infrastruktur sekolah, ketersediaan perangkat teknologi, hingga kekurangan tenaga pendidik berstatus ASN. Bahkan, dalam beberapa kasus, jabatan kepala sekolah masih diisi oleh tenaga non-ASN.</p>
<p>Kondisi tersebut, menurutnya, membutuhkan perhatian serius dan intervensi berkelanjutan dari pemerintah agar proses belajar mengajar dapat berjalan optimal.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>PKBM Bintang Flobamora Perkuat Pendidikan Kesetaraan, Hadirkan Pelatihan Mendalam dan Program Kewirausahaan</title>
		<link>https://redaksi76.com/berita/pkbm-bintang-flobamora-perkuat-pendidikan-kesetaraan-hadirkan-pelatihan-mendalam-dan-program-kewirausahaan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi76.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 30 Apr 2026 15:07:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Perkuat Pendidikan Kesetaraan]]></category>
		<category><![CDATA[PKBM Bintang Flobamora]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://redaksi76.com/?p=10502</guid>

					<description><![CDATA[Redaksi76.com &#124;&#124; KUPANG — Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Bintang Flobamora kembali menunjukkan kiprahnya dalam...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Redaksi76.com || KUPANG —</strong> Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Bintang Flobamora kembali menunjukkan kiprahnya dalam meningkatkan mutu pendidikan nonformal di Indonesia.</p>
<p>Melalui pelatihan pembelajaran mendalam bagi tutor Paket A, B, dan C, lembaga ini mempertegas komitmennya dalam menghadirkan pendidikan kesetaraan yang berkualitas dan relevan dengan kebutuhan zaman.</p>
<p>Kegiatan yang berlangsung di Kelurahan Sikumana, Kota Kupang, Kamis (30/4/2026), menjadi langkah strategis untuk memperkuat kapasitas tenaga pendidik.</p>
<p>Para tutor dibekali pendekatan pembelajaran yang lebih kontekstual, inovatif, dan berorientasi pada pengembangan kompetensi peserta didik.</p>
<p>Ketua PKBM Bintang Flobamora, Polikarpus Do, menegaskan bahwa pendidikan kesetaraan tidak boleh berhenti pada pencapaian ijazah setara SD, SMP, atau SMA. Lebih dari itu, pendidikan harus mampu membekali warga belajar dengan keterampilan hidup yang aplikatif.</p>
<p>“PKBM bukan sekadar tempat memperoleh ijazah, tetapi juga ruang membangun keterampilan dan kesiapan menghadapi dunia kerja,” ujarnya.</p>
<p>Untuk itu, PKBM Bintang Flobamora mengembangkan berbagai program pendidikan kecakapan kerja (PKK), seperti pelatihan komputer, bahasa Inggris, hingga keterampilan menjahit.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Penguatan Literasi Berbasis Keluarga, Ende Dorong Peran Strategis Orang Tua dalam Pembentukan Budaya Baca Anak</title>
		<link>https://redaksi76.com/berita/penguatan-literasi-berbasis-keluarga-ende-dorong-peran-strategis-orang-tua-dalam-pembentukan-budaya-baca-anak/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi76.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 29 Apr 2026 17:00:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Berbasis Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Dorong Peran Strategis Orang Tua.]]></category>
		<category><![CDATA[Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Penguatan Literasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://redaksi76.com/?p=10489</guid>

					<description><![CDATA[Ende – Upaya penguatan literasi nasional kembali menemukan momentumnya di daerah. Pemerintah Kabupaten Ende, Nusa...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Ende –</strong> Upaya penguatan literasi nasional kembali menemukan momentumnya di daerah. Pemerintah Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan bersama Bunda Literasi Kabupaten Ende, menggagas sebuah inisiatif strategis bertajuk Gerakan Orang Tua Peduli Literasi Anak Usia Dini, sebagai bagian dari ikhtiar membangun fondasi budaya baca yang kokoh sejak tahap awal kehidupan anak.</p>
<p>Peluncuran program yang dilaksanakan di lingkungan Paroki Gereja Mautapaga tersebut mencerminkan pendekatan kolaboratif lintas elemen, dengan melibatkan institusi keagamaan sebagai ruang pembinaan sosial yang dekat dengan dinamika kehidupan keluarga.</p>
<p>Dukungan penuh dari pihak gereja turut mempertegas pentingnya sinergi antara nilai edukatif dan spiritual dalam pembentukan generasi masa depan.</p>
<p>Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Ende, Lambertus Sigasare, menegaskan bahwa transformasi budaya literasi tidak dapat semata-mata bertumpu pada institusi formal seperti sekolah atau intervensi pemerintah.</p>
<p>Ia menempatkan keluarga sebagai episentrum utama dalam proses internalisasi kebiasaan membaca.</p>
<p>“Literasi merupakan praksis kultural yang harus ditanamkan sejak dini melalui lingkungan keluarga. Orang tua memiliki posisi determinan sebagai fasilitator sekaligus teladan dalam membangun kedekatan anak dengan buku dan pengetahuan,” ujarnya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>PKBM Bintang Flobamora Implementasikan TKA, Langkah Strategis Tingkatkan Mutu Pendidikan</title>
		<link>https://redaksi76.com/berita/pkbm-bintang-flobamora-implementasikan-tka-langkah-strategis-tingkatkan-mutu-pendidikan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi76.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 29 Apr 2026 08:47:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Implementasikan TKA]]></category>
		<category><![CDATA[Langkah Strategis Tingkatkan Mutu Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[PKBM Bintang Flobamora]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://redaksi76.com/?p=10476</guid>

					<description><![CDATA[Redaksi76.com &#8211; Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) bagi peserta didik Paket A di Pusat Kegiatan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr"><strong><a href="http://Redaksi76.com" target="_blank" rel="noopener">Redaksi76.com</a> &#8211;</strong> Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) bagi peserta didik Paket A di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Bintang Flobamora, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, merefleksikan ikhtiar strategis dalam mengakselerasi mutu pendidikan kesetaraan di tingkat nasional.</p>
<p dir="ltr">Direktur PKBM Bintang Flobamora, Polikarpus Do, menegaskan bahwa TKA dirancang sebagai instrumen evaluatif yang mengedepankan prinsip objektivitas dan keadilan, terutama dalam mengukur penguasaan kompetensi dasar pada mata pelajaran esensial seperti Bahasa Indonesia dan Matematika.</p>
<p dir="ltr">Menurutnya, implementasi TKA juga memiliki signifikansi dalam memperkuat ekualitas standar capaian pembelajaran antara jalur pendidikan kesetaraan dan pendidikan formal.</p>
<p dir="ltr">“Melalui TKA, capaian akademik peserta didik dapat dipotret secara komprehensif, sekaligus memastikan bahwa standar kompetensi yang dimiliki berada pada level yang setara dengan siswa di pendidikan formal,” ujar Polikarpus dalam keterangannya, Selasa (28/4/2026).</p>
<p dir="ltr">Lebih lanjut, ia mengemukakan bahwa hasil TKA berfungsi sebagai basis data empiris dalam memetakan kualitas pembelajaran di lembaga pendidikan kesetaraan. Dengan demikian, perumusan kebijakan dan desain program pembelajaran ke depan dapat dilakukan secara lebih presisi dan berbasis kebutuhan riil peserta didik.</p>
<p dir="ltr">Selain menjadi alat ukur capaian akademik, TKA juga menyediakan informasi objektif yang relevan untuk mendukung proses seleksi ke jenjang pendidikan berikutnya, sehingga memperkuat legitimasi lulusan pendidikan kesetaraan dalam kompetisi akademik yang lebih luas.</p>
<p dir="ltr">Meski demikian, Polikarpus menegaskan bahwa TKA tidak memiliki implikasi langsung terhadap penentuan kelulusan peserta didik Paket A.</p>
<p dir="ltr">“TKA bukan determinan kelulusan, melainkan instrumen strategis sebagai investasi akademik guna memperkokoh kredibilitas hasil belajar siswa,” tegasnya.</p>
<p dir="ltr">Dengan implementasi yang konsisten dan terukur, pelaksanaan TKA di PKBM Bintang Flobamora diharapkan menjadi katalisator dalam meningkatkan daya saing pendidikan kesetaraan, sehingga mampu berdiri sejajar—bahkan kompetitif—dengan sistem pendidikan formal di Indonesia.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tekan Angka Putus Sekolah, SP2MI NTT Luncurkan Gerakan GEMBALA di Malaka</title>
		<link>https://redaksi76.com/berita/tekan-angka-putus-sekolah-sp2mi-ntt-luncurkan-gerakan-gembala-di-malaka/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi76.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 29 Mar 2026 03:41:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[di Malaka]]></category>
		<category><![CDATA[Luncurkan Gerakan GEMBALA]]></category>
		<category><![CDATA[SP2MI NTT]]></category>
		<category><![CDATA[Tekan Angka Putus Sekolah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://redaksi76.com/?p=10343</guid>

					<description><![CDATA[Redaksi76.com &#8211; Upaya percepatan penanganan anak tidak sekolah di Kabupaten Malaka terus diperkuat melalui Gerakan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr"><strong><a href="http://Redaksi76.com" target="_blank" rel="noopener">Redaksi76.com</a></strong> &#8211; Upaya percepatan penanganan anak tidak sekolah di Kabupaten Malaka terus diperkuat melalui Gerakan Kembali Bersekolah (GEMBALA) yang diinisiasi Serikat Penggerak Pendidikan Masyarakat Indonesia Nusa Tenggara Timur (SP2MI NTT).</p>
<p dir="ltr">Kegiatan tersebut dilaksanakan di SMP Negeri Fatuknutuk, Desa Kufeu, Kecamatan Io Kufeu, pada Senin (23/3/2026), hasil kolaborasi antara SP2MI NTT dan PKBM Lurumutin Malaka.</p>
<p dir="ltr">Ketua SP2MI NTT, Polikarpus Do, menegaskan bahwa GEMBALA merupakan langkah strategis untuk mengembalikan anak-anak putus sekolah ke dalam sistem pendidikan.</p>
<p dir="ltr">“Kami mendorong anak-anak yang putus sekolah agar kembali menimba ilmu. Jika mengalami kendala di jalur formal, maka pendidikan non-formal menjadi alternatif yang harus dimanfaatkan,” ujarnya.</p>
<p dir="ltr">Sementara itu, Ketua PKBM Lurumutin, Maria Deviana Seran, mengungkapkan bahwa angka anak tidak sekolah di Kabupaten Malaka masih tergolong tinggi sehingga membutuhkan intervensi bersama dari berbagai pihak.</p>
<p dir="ltr">“Melalui GEMBALA, kami ingin memastikan anak-anak tetap memiliki akses pendidikan demi menyongsong Generasi Emas 2045,” katanya.</p>
<p dir="ltr">Program GEMBALA merupakan bagian dari komitmen SP2MI NTT dalam membangun ekosistem pendidikan berbasis masyarakat.</p>
<p dir="ltr">Organisasi tersebut telah merancang sepuluh program unggulan untuk mendorong pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.</p>
<p dir="ltr">Program-program tersebut meliputi penguatan kelembagaan pendidikan non-formal dan informal melalui berbagai kegiatan peningkatan kapasitas, peningkatan kompetensi pendidik, serta penguatan sumber daya manusia melalui Pendidikan Kecakapan Kerja (PKK) dan Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW).</p>
<p dir="ltr">Selain itu, SP2MI NTT juga mendorong penguatan budaya literasi, penyelenggaraan festival pendidikan non-formal, pemberian apresiasi kepada pelaku pendidikan, serta advokasi bagi masyarakat yang mengalami ketidakadilan sosial.</p>
<p dir="ltr">Kemitraan strategis lintas sektor juga terus dibangun guna memperkuat sinergi dalam pembangunan pendidikan. Di sisi lain, percepatan penanganan anak tidak sekolah melalui GEMBALA dan program pengentasan buta aksara menjadi fokus utama.</p>
<p dir="ltr">Melalui berbagai program tersebut, SP2MI NTT optimistis dapat berkontribusi dalam menciptakan masyarakat yang berdaya, mandiri, dan siap menghadapi tantangan masa depan.</p>
<p dir="ltr">Dengan semangat kolaborasi dan gotong royong, upaya ini diharapkan mampu mempercepat terwujudnya Generasi Emas 2045, khususnya di wilayah Nusa Tenggara Timur.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Siap Masuk Dunia Usaha, Ratusan Siswa SMKN 1 Ende Ikut Ujian Kompetensi</title>
		<link>https://redaksi76.com/berita/siap-masuk-dunia-usaha-ratusan-siswa-smkn-1-ende-ikut-ujian-kompetensi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi76.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 06 Mar 2026 14:10:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Ikut Ujian Kompetensi]]></category>
		<category><![CDATA[Ratusan Siswa SMKN 1 Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Siap Masuk Dunia Usaha]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://redaksi76.com/?p=10130</guid>

					<description><![CDATA[Redaksi76.com — Suasana di SMKN 1 Ende pada Jumat (6/3/2026) pagi tampak berbeda dari biasanya....]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr"><strong><a href="http://Redaksi76.com" target="_blank" rel="noopener">Redaksi76.com</a> —</strong> Suasana di SMKN 1 Ende pada Jumat (6/3/2026) pagi tampak berbeda dari biasanya. Ratusan siswa kelas XII terlihat serius menjalani berbagai praktik di ruang laboratorium dan ruang keahlian.</p>
<p dir="ltr">Hari itu menjadi momen penting bagi mereka: pelaksanaan Uji Kompetensi Keahlian (UKK) sebagai penilaian akhir sebelum lulus dari sekolah menengah kejuruan.</p>
<p dir="ltr">Sebanyak 459 siswa mengikuti ujian tersebut dari enam program keahlian berbeda, yakni Perkantoran dan Layanan Bisnis, Akuntansi, Bisnis Daring dan Pemasaran, Usaha Layanan Pariwisata, Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi, serta Rekayasa Perangkat Lunak.</p>
<p dir="ltr">Kepala SMKN 1 Ende, Albertus Jao Ndu, mengatakan UKK merupakan tahap akhir dalam proses pendidikan kejuruan yang berfungsi mengukur kemampuan siswa secara menyeluruh, baik dari sisi pengetahuan, keterampilan, maupun sikap profesional.</p>
<p dir="ltr">“Uji Kompetensi Keahlian bagi siswa kelas XII merupakan penilaian akhir untuk melihat ketercapaian kompetensi dan profesionalisme siswa. Ini menjadi tahap penting untuk mempersiapkan mereka memasuki dunia kerja,” kata Albertus.</p>
<p dir="ltr">Menurut dia, pendidikan di sekolah kejuruan tidak boleh berhenti pada penguasaan teori semata. Lulusan SMK harus memiliki keterampilan yang siap diterapkan di dunia kerja.</p>
<p dir="ltr">“Melalui ujian ini kita dapat memastikan bahwa siswa memiliki kompetensi yang memadai untuk bekerja,” ujarnya.</p>
<p dir="ltr">Ujian Penting bagi Siswa SMK<br />
Albertus menegaskan bahwa UKK merupakan salah satu ujian paling menentukan bagi siswa SMK karena menjadi indikator apakah siswa benar-benar menguasai bidang keahlian yang dipelajari selama tiga tahun.</p>
<p dir="ltr">Ia menilai dunia kerja saat ini membutuhkan tenaga profesional yang tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga etika kerja, disiplin, serta kemampuan beradaptasi.</p>
<p dir="ltr">“Dunia kerja membutuhkan tenaga yang profesional, yang memiliki keterampilan, pengetahuan, sikap, etika, dan etos kerja yang baik,” katanya.</p>
<p dir="ltr">Dorong Lulusan Jadi Wirausaha<br />
Selain mempersiapkan siswa untuk bekerja, sekolah juga mendorong lulusan agar mampu menciptakan peluang usaha sendiri.</p>
<p dir="ltr">Menurut Albertus, langkah tersebut penting terutama bagi daerah seperti Nusa Tenggara Timur yang masih menghadapi tantangan dalam ketersediaan lapangan kerja.</p>
<p dir="ltr">“Selain bekerja atau melanjutkan pendidikan, kami juga mendorong siswa memiliki jiwa wirausaha agar bisa membuka usaha sendiri,” ujarnya.</p>
<p dir="ltr">Ia menambahkan, pemerintah telah menyediakan berbagai peluang pembiayaan usaha, termasuk melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR), yang dapat dimanfaatkan oleh lulusan SMK untuk memulai usaha.</p>
<p dir="ltr"><strong>Kembangkan Produk Tenun Bermotif Kelimutu</strong></p>
<p dir="ltr">Sebagai bagian dari dukungan terhadap program pembangunan daerah, SMKN 1 Ende juga mengembangkan produk unggulan sekolah melalui program One School One Product.</p>
<p dir="ltr">Produk yang dikembangkan adalah tenun dengan motif terinspirasi dari Danau Kelimutu, salah satu ikon wisata di Kabupaten Ende.</p>
<p dir="ltr">Albertus menjelaskan motif tersebut menggambarkan perjalanan menuju tiga danau hingga puncak Kelimutu. Tenun itu juga kerap diberikan kepada tamu dari daerah maupun pusat sebagai simbol penghormatan budaya.</p>
<p dir="ltr">“Setiap tamu yang datang biasanya kami berikan selendang tenun sebagai bentuk penghormatan budaya ketimuran,” ujarnya.</p>
<p dir="ltr">Kerja Sama Antar Sekolah<br />
Ke depan, sekolah juga merancang kerja sama dengan puluhan sekolah lain di Nusa Tenggara Timur untuk memperluas produksi dan pemasaran tenun tersebut.</p>
<p dir="ltr">Menurut Albertus, sekitar 40 SMK dan 40 SMA direncanakan akan terlibat dalam pengembangan dan distribusi produk.</p>
<p dir="ltr">“Kalau sekolah-sekolah membutuhkan tenun, kami siap menyediakannya,” kata dia.</p>
<p dir="ltr">Ia optimistis langkah ini tidak hanya memperkuat identitas budaya lokal, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi sekolah dan masyarakat sekitar.</p>
<p dir="ltr"><strong>Ratusan Siswa Siap Menatap Masa Depan</strong></p>
<p dir="ltr">Tahun ini, sebanyak 459 siswa kelas XII mengikuti UKK di SMKN 1 Ende dengan rincian:</p>
<p dir="ltr">&#8211; Perkantoran dan Layanan Bisnis: 115 siswa</p>
<p dir="ltr">&#8211; Akuntansi: 78 siswa<br />
Bisnis Daring dan Pemasaran: 28 siswa</p>
<p dir="ltr">Usaha Layanan Pariwisata: 63 siswa</p>
<p dir="ltr">&#8211; Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi: 116 siswa</p>
<p dir="ltr">&#8211; Rekayasa Perangkat Lunak: 59 siswa</p>
<p dir="ltr">Bagi para siswa, ujian ini menjadi gerbang menuju masa depan, baik untuk memasuki dunia kerja, melanjutkan pendidikan, maupun merintis usaha sendiri.</p>
<p dir="ltr">Bagi sekolah, keberhasilan mereka bukan sekadar soal angka kelulusan, tetapi tentang sejauh mana pendidikan kejuruan mampu melahirkan generasi muda yang terampil, mandiri, dan siap menghadapi tantangan zaman.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Perkuat Branding Produk Sekolah, FTBM NTT Gelar Pendampingan di SMKN 5 Kota Kupang,</title>
		<link>https://redaksi76.com/berita/perkuat-branding-produk-sekolah-ftbm-ntt-gelar-pendampingan-di-smkn-5-kota-kupang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi76.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 06 Mar 2026 13:36:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[di SMKN 5]]></category>
		<category><![CDATA[FTBM NTT]]></category>
		<category><![CDATA[Gelar Pendampingan]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Kupang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://redaksi76.com/?p=10122</guid>

					<description><![CDATA[Redaksi76.com — Forum Taman Bacaan Masyarakat Nusa Tenggara Timur (FTBM NTT) menggelar kegiatan pendampingan bagi...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr"><strong><a href="http://Redaksi76.com" target="_blank" rel="noopener">Redaksi76.com</a> —</strong> Forum Taman Bacaan Masyarakat Nusa Tenggara Timur (FTBM NTT) menggelar kegiatan pendampingan bagi siswa dan guru di SMKN 5 Kota Kupang guna memperkuat kemampuan pembuatan narasi dan konten kreatif untuk promosi produk unggulan sekolah.</p>
<p dir="ltr">Kegiatan tersebut difokuskan pada pelatihan pembuatan narasi serta visual kreatif untuk mendukung program One School One Product (OSOP), sehingga produk yang dihasilkan sekolah memiliki daya saing lebih luas di pasar.</p>
<p dir="ltr">Ketua FTBM NTT, Polikarpus Do, mengatakan kualitas produk sekolah perlu diimbangi dengan kemampuan komunikasi pemasaran yang baik. Menurut dia, di era digital saat ini, kekuatan narasi dan visual menjadi faktor penting dalam menarik perhatian konsumen.</p>
<p dir="ltr">“Produk OSOP tidak boleh sekadar ada. Produk harus mampu bercerita kepada calon konsumen tentang nilai dan proses di baliknya melalui narasi yang menyentuh serta visual yang kuat,” ujar Polikarpus di sela kegiatan, Kamis (5/3/2026).</p>
<p dir="ltr">Kepala SMKN 5 Kota Kupang, Hebner Dakabesi, menyambut baik kolaborasi tersebut. Ia mengakui bahwa sekolahnya masih menghadapi tantangan dalam mengemas promosi produk secara profesional.</p>
<p dir="ltr">Padahal, menurut Hebner, SMKN 5 Kupang memiliki potensi besar dengan sembilan bidang keahlian, mulai dari desain visual hingga pengembangan energi terbarukan.</p>
<p dir="ltr">“Kami memiliki produk-produk inovatif, tetapi masih ada kelemahan dalam membuat narasi dan visual promosi yang menarik. Pendampingan dari FTBM ini sangat strategis agar karya siswa lebih dikenal masyarakat,” katanya.</p>
<p dir="ltr">Kegiatan ini juga mendapat apresiasi dari Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena. Ia menilai inisiatif FTBM NTT masuk ke lingkungan pendidikan merupakan langkah strategis untuk mendorong jiwa kewirausahaan di kalangan pelajar.</p>
<p dir="ltr">“Literasi bukan hanya soal membaca buku, tetapi juga kemampuan mengomunikasikan karya. Saya berharap pola pendampingan seperti ini dapat direplikasi di sekolah-sekolah lain di NTT,” ujar Melki.</p>
<p dir="ltr">Melalui pelatihan ini, sembilan program keahlian di SMKN 5 Kota Kupang diharapkan segera meluncurkan katalog produk OSOP yang lebih profesional sehingga mampu bersaing di pasar lokal maupun nasional.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>PKBM Bintang Flobamora Buka SPMB 2026/2027, Gratiskan Biaya Pendaftaran dan SPP</title>
		<link>https://redaksi76.com/berita/pkbm-bintang-flobamora-buka-spmb-2026-2027-gratiskan-biaya-pendaftaran-dan-spp/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi76.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Feb 2026 02:36:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Buka SPMB 2026/2027]]></category>
		<category><![CDATA[Gratiskan Biaya Pendaftaran dan SPP]]></category>
		<category><![CDATA[PKBM Bintang Flobamora]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://redaksi76.com/?p=9982</guid>

					<description><![CDATA[Redaksi76.com &#124;&#124; Kupang- PKBM Bintang Flobamora resmi membuka Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr"><strong><a href="http://Redaksi76.com" target="_blank" rel="noopener">Redaksi76.com</a> || Kupang- </strong>PKBM Bintang Flobamora resmi membuka Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran <a href="tel:20262027">2026/2027</a>.</p>
<p dir="ltr">Lembaga pendidikan nonformal yang telah terakreditasi A tersebut memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk melanjutkan pendidikan melalui program kesetaraan Paket A, Paket B, dan Paket C.</p>
<p dir="ltr">Ketua PKBM Bintang Flobamora, Polikarpus Do, mengatakan bahwa pada periode pendaftaran Februari hingga Maret 2026, peserta didik baru akan mendapatkan promo khusus berupa bebas biaya pendaftaran dan bebas biaya SPP.</p>
<p dir="ltr">“Program ini merupakan bentuk komitmen kami untuk membantu masyarakat yang ingin melanjutkan pendidikan namun terkendala biaya. Pendidikan adalah hak semua warga negara,” ujar Polikarpus dalam keterangan tertulis, Jumat (20/2/2026).</p>
<p dir="ltr">PKBM Bintang Flobamora membuka tiga program pendidikan kesetaraan, yakni Paket A (setara Sekolah Dasar), Paket B (setara Sekolah Menengah Pertama), dan Paket C (setara Sekolah Menengah Atas).</p>
<p dir="ltr">Program tersebut ditujukan bagi masyarakat yang putus sekolah maupun warga belajar yang ingin memperoleh ijazah setara pendidikan formal.</p>
<p dir="ltr">Sebagai lembaga yang telah mengantongi akreditasi A, PKBM Bintang Flobamora menjamin mutu pembelajaran melalui tenaga pendidik yang kompeten serta sistem pembelajaran fleksibel yang menyesuaikan kebutuhan peserta didik, termasuk bagi pekerja.</p>
<p dir="ltr">Sekretariat PKBM Bintang Flobamora berlokasi di Jalan Oekam, Kelurahan Sikumana, Kota Kupang. Informasi pendaftaran dapat diperoleh melalui nomor <a href="tel:082144815316">0821-4481-5316</a> atau <a href="tel:081353042133">0813-5304-2133</a>, serta melalui media sosial resmi lembaga tersebut.</p>
<p dir="ltr">Pembukaan SPMB <a href="tel:20262027">2026/2027</a> ini diharapkan mampu memperluas akses pendidikan dan memberikan kesempatan kedua bagi masyarakat untuk menuntaskan pendidikan, sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Provinsi Nusa Tenggara Timur.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>SP2MI NTT Siap Gelar Jambore Pendidikan Nonformal 2026, Dorong Kebangkitan Literasi Masyarakat</title>
		<link>https://redaksi76.com/berita/sp2mi-ntt-siap-gelar-jambore-pendidikan-nonformal-2026-dorong-kebangkitan-literasi-masyarakat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi76.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Feb 2026 10:04:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Dorong Kebangkitan]]></category>
		<category><![CDATA[Literasi Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[Siap Gelar Jambore Pendidikan Nonformal 2026]]></category>
		<category><![CDATA[SP2MI NTT]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://redaksi76.com/?p=9893</guid>

					<description><![CDATA[Redaksi76.com &#8211; KUPANG — Serikat Penggerak Pendidikan Masyarakat Indonesia (SP2MI) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT)...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr"><strong><a href="http://Redaksi76.com" target="_blank" rel="noopener">Redaksi76.com</a> &#8211; KUPANG —</strong> Serikat Penggerak Pendidikan Masyarakat Indonesia (SP2MI) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menyatakan kesiapan menggelar Jambore Pendidikan Nonformal dan Informal (PNFI) Tingkat Provinsi NTT Tahun 2026.</p>
<p dir="ltr">Kegiatan ini dirancang sebagai langkah strategis untuk menghidupkan kembali gerakan literasi masyarakat di wilayah tersebut.</p>
<p dir="ltr">Ketua SP2MI NTT, Polikarpus Do, mengatakan jambore tersebut direncanakan berlangsung pada September 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Aksara Internasional.</p>
<p dir="ltr">“Jambore PNFI ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi merupakan upaya kolektif membangun kesadaran literasi sebagai fondasi utama pembangunan manusia di NTT,” ujar Polikarpus, Selasa (10/2/2026).</p>
<p dir="ltr">Ia mengajak seluruh elemen pendidikan masyarakat untuk terlibat aktif, mulai dari pengurus dan anggota SP2MI se-NTT, DPD SP2MI, pengelola Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), Taman Bacaan Masyarakat (TBM), Forum ASTINA NTT, hingga lembaga swadaya masyarakat dan yayasan pendidikan.</p>
<p dir="ltr">Menurut Polikarpus, penguatan pendidikan nonformal dan informal merupakan solusi strategis dalam menjawab berbagai persoalan pendidikan, khususnya di daerah dengan keterbatasan akses pendidikan formal.</p>
<p dir="ltr">“Pendidikan masyarakat menjadi kunci dalam mewujudkan masyarakat yang bermartabat dan berkualitas, sejalan dengan visi NTT Emas dan Indonesia Emas 2045,” jelasnya.</p>
<p dir="ltr">Ia menegaskan bahwa literasi tidak hanya dimaknai sebagai kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga mencakup kecakapan hidup yang berdampak langsung pada kualitas pembangunan sosial dan ekonomi.</p>
<p dir="ltr">Dukungan terhadap penyelenggaraan jambore ini juga disampaikan Ketua SP2MI Kota Kupang, Goris Takene.</p>
<p dir="ltr">Menurutnya, Jambore PNFI menjadi momentum penting untuk menghidupkan kembali peringatan Hari Aksara Internasional yang dalam beberapa tahun terakhir kurang mendapat perhatian sejak pandemi COVID-19.</p>
<p dir="ltr">“Sejak pandemi, hampir tidak ada lagi peringatan Hari Aksara yang terstruktur. Karena itu, kami sangat mendukung langkah SP2MI NTT,” kata Goris.</p>
<p dir="ltr">Dalam waktu dekat, pihaknya akan melakukan koordinasi berjenjang untuk mematangkan persiapan kegiatan, termasuk penetapan lokasi jambore yang direncanakan berlangsung di Kota Kupang.</p>
<p dir="ltr">“Pelibatan berbagai pemangku kepentingan menjadi faktor kunci agar jambore ini memberi dampak nyata bagi penguatan budaya literasi masyarakat,” ujarnya.</p>
<p dir="ltr">Penyelenggaraan Jambore PNFI 2026 diharapkan menjadi ruang kolaborasi para pegiat pendidikan masyarakat dalam mendorong kesadaran global tentang pentingnya literasi sebagai hak dasar manusia, mempercepat pemberantasan buta huruf, serta memperkuat literasi fungsional yang relevan dengan kebutuhan kehidupan dan dunia kerja.</p>
<p dir="ltr">Sebagai organisasi nasional di bidang pendidikan, SP2MI berperan sebagai wadah bagi pendidik dan penggerak pendidikan masyarakat, dengan komitmen meningkatkan kualitas pendidikan kesetaraan, vokasi, dan pemberdayaan masyarakat berbasis pendidikan formal maupun nonformal.</p>
<p dir="ltr">Melalui Jambore PNFI 2026, SP2MI berharap gerakan literasi di Nusa Tenggara Timur kembali memperoleh momentum kuat sekaligus mempertegas peran pendidikan masyarakat sebagai pilar utama pembangunan berkelanjutan.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Polikarpus Do Menilai Program OSOP Dapat Mendorong Literasi Fungsional dan Kreativitas Pelajar NTT</title>
		<link>https://redaksi76.com/berita/polikarpus-do-menilai-program-osop-dapat-mendorong-literasi-fungsional-dan-kreativitas-pelajar-ntt/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi76.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 08 Feb 2026 04:25:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[dan Kreativitas]]></category>
		<category><![CDATA[Dapat Mendorong]]></category>
		<category><![CDATA[Literasi Fungsional]]></category>
		<category><![CDATA[Pelajar NTT]]></category>
		<category><![CDATA[Polikarpus Do Menilai]]></category>
		<category><![CDATA[Program OSOP]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://redaksi76.com/?p=9830</guid>

					<description><![CDATA[Redaksi76.com — Program One School One Product (OSOP) dinilai berpotensi menjadi motor penggerak transformasi literasi...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr"><strong><a href="http://Redaksi76.com" target="_blank" rel="noopener">Redaksi76.com</a> —</strong> Program One School One Product (OSOP) dinilai berpotensi menjadi motor penggerak transformasi literasi di sekolah-sekolah Nusa Tenggara Timur (NTT).</p>
<p dir="ltr">Melalui pendekatan berbasis produksi, program ini tidak hanya mendorong lahirnya produk unggulan dari setiap sekolah, tetapi juga memperkuat kemampuan literasi siswa secara kontekstual dan aplikatif.</p>
<p dir="ltr">Ketua Forum Taman Bacaan Masyarakat (TBM) NTT, Polikarpus Do, mengatakan OSOP mampu meningkatkan literasi fungsional peserta didik.</p>
<p dir="ltr">Menurutnya, literasi tidak lagi cukup dimaknai sebatas kemampuan membaca dan menulis, melainkan bagaimana pengetahuan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.</p>
<p dir="ltr">“OSOP membantu siswa mengembangkan literasi fungsional dengan menerapkan konsep pembelajaran dalam konteks riil di lingkungan mereka,” ujar Polikarpus, Sabtu (7/2/2026).</p>
<p dir="ltr">Ia menjelaskan, proses produksi dalam OSOP—mulai dari perencanaan, pengolahan, hingga pemasaran produk—menuntut siswa untuk berpikir kritis.</p>
<p dir="ltr">Dalam setiap tahapan, peserta didik dilatih melakukan analisis, memecahkan masalah, serta mengambil keputusan secara tepat.<br />
Selain itu, OSOP juga dinilai mampu menumbuhkan kesadaran ekonomi kritis di kalangan pelajar.</p>
<p dir="ltr">Dengan memahami potensi lokal dan struktur sosial-ekonomi di wilayahnya, siswa didorong menjadi lebih reflektif dan adaptif dalam melihat peluang usaha maupun tantangan yang ada.<br />
Dari sisi penguatan karakter, program ini turut mengembangkan kemampuan kolaborasi antarsiswa.</p>
<p dir="ltr">Proses menghasilkan satu produk unggulan sekolah menuntut kerja sama tim, komunikasi yang efektif, serta pembagian peran yang jelas—kompetensi penting dalam menghadapi tantangan global.<br />
OSOP juga membuka ruang bagi kreativitas dan inovasi.</p>
<p dir="ltr">Setiap sekolah didorong menggali potensi lokal untuk diolah menjadi produk bernilai tambah, sehingga membentuk karakter siswa yang produktif, mandiri, dan berdaya saing.</p>
<p dir="ltr">Polikarpus menilai OSOP dapat menjadi salah satu strategi konkret dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan literasi di NTT.</p>
<p dir="ltr">Ia berharap program ini mendapat dukungan lintas sektor agar implementasinya berjalan optimal dan berkelanjutan.</p>
<p dir="ltr">“Transformasi literasi harus menyentuh praktik nyata. OSOP menjadi pendekatan yang relevan untuk menjawab kebutuhan tersebut,” tegasnya</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Polikarpus Do: Peristiwa Anak di Ngada Jadi Alarm Ekosistem Pendidikan NTT</title>
		<link>https://redaksi76.com/berita/polikarpus-do-peristiwa-anak-di-ngada-jadi-alarm-ekosistem-pendidikan-ntt/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi76.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 06 Feb 2026 09:32:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Ekosistem Pendidikan NTT]]></category>
		<category><![CDATA[Jadi Alarm]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa Anak di Ngada]]></category>
		<category><![CDATA[Polikarpus Do]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://redaksi76.com/?p=9775</guid>

					<description><![CDATA[Redaksi76.com &#124;&#124; Kupang — Peristiwa yang melibatkan seorang anak berusia 10 tahun, siswa kelas IV...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr"><strong><a href="http://Redaksi76.com" target="_blank" rel="noopener">Redaksi76.com</a> || Kupang —</strong> Peristiwa yang melibatkan seorang anak berusia 10 tahun, siswa kelas IV sekolah dasar di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), menuai keprihatinan luas dari berbagai kalangan.</p>
<p dir="ltr">Kejadian tersebut dinilai menjadi alarm serius bagi kondisi ekosistem pendidikan di wilayah tersebut.</p>
<p dir="ltr">Ketua Forum Taman Bacaan Masyarakat (TBM) NTT, Polikarpus Do, menegaskan bahwa peristiwa ini merupakan refleksi kegagalan kolektif dalam membangun sistem pendidikan yang melibatkan seluruh unsur, mulai dari keluarga, sekolah, hingga masyarakat.</p>
<p dir="ltr">“Ini adalah kesedihan kita bersama. Kejadian ini menjadi cermin bahwa kita belum menjadikan ekosistem pendidikan sebagai gerakan kolektif,” ujar Polikarpus dalam keterangannya, Jumat, 06 Februari 2026</p>
<p dir="ltr">Menurut Polikarpus, tanggung jawab atas tumbuh kembang anak tidak dapat dibebankan semata kepada sekolah.</p>
<p dir="ltr">Keluarga dan lingkungan sosial memiliki peran yang sama penting dalam menciptakan ruang belajar yang aman, nyaman, dan mendukung perkembangan anak.</p>
<p dir="ltr">Ia menekankan urgensi menghadirkan ruang-ruang literasi di tengah masyarakat sebagai bagian dari upaya membangun generasi NTT yang literat dan berdaya saing.</p>
<p dir="ltr">“Kita ingin anak-anak NTT bertumbuh menjadi generasi literat. Mimpi besar kita adalah melahirkan generasi emas yang siap menyongsong masa depan Indonesia dan NTT,” katanya.</p>
<p dir="ltr">Sebagai Ketua Forum TBM NTT, Polikarpus juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap anak-anak yang terancam putus sekolah atau mengalami hambatan belajar, baik akibat keterbatasan ekonomi maupun persoalan fisik dan psikologis.</p>
<p dir="ltr">“Jika ada anak yang tidak sekolah, mari kita dorong dan advokasi. Jika minat belajarnya rendah, kita bangkitkan semangatnya. Ini adalah tanggung jawab bersama,” ujarnya.</p>
<p dir="ltr">Ia mengingatkan bahwa tantangan pendidikan di NTT masih sangat kompleks. Tidak sedikit anak yang terpaksa menghentikan pendidikan akibat faktor ekonomi, kondisi sosial, maupun minimnya dukungan lingkungan.</p>
<p dir="ltr">Oleh karena itu, Polikarpus menyerukan kebangkitan kesadaran moral dan sosial untuk menjadikan pendidikan sebagai gerakan bersama seluruh elemen masyarakat.</p>
<p dir="ltr">“Keluarga, sekolah, dan masyarakat harus bersatu membangun ekosistem pendidikan yang literat agar anak-anak NTT dapat tumbuh dalam lingkungan yang mendukung cita-cita mereka,” pungkasnya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
