Redaksi76.com || Ende – Empat pekan setelah gempa Flores mengguncang kehidupan masyarakat, pekerjaan pemulihan belum sepenuhnya usai.
Di tengah situasi tersebut, para pekerja vendor yang selama ini menjadi bagian dari operasional PT PLN (Persero) tetap berada di lapangan, memastikan pelayanan kelistrikan di Kabupaten Ende terus berjalan.
Mereka bekerja dalam situasi yang sama dengan masyarakat terdampak: menghadapi konsekuensi gempa, ketidakpastian, sekaligus tuntutan untuk memastikan listrik tetap menyala.
Atas kontribusi tersebut, PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Ende menyalurkan 156 paket sembako kepada lima perusahaan vendor Tenaga Ahli Daya (TAD), Rabu (16/9/2026).
Bantuan diserahkan di Kantor PLN ULP Ende dan dipimpin langsung oleh Manajer PLN ULP Ende, Gede Eka Saputra Darmayudha.
Lima perusahaan yang menerima bantuan tersebut adalah PT Nusa Daya, PT GBL, PT PAE, PT Petirindo, dan PT Nusa Bunga.
Bagi PLN, bantuan itu bukan semata-mata paket kebutuhan pokok. Di balik penyaluran tersebut terdapat pesan yang lebih sederhana sekaligus penting: mereka yang selama ini membantu menjaga layanan kelistrikan tetap berjalan tidak dilupakan.
Gede mengatakan, bantuan tersebut bersumber dari Direktur Transmisi dan Perencanaan Sistem PT PLN (Persero).
Ia menilai kontribusi para vendor selama ini menjadi bagian penting dalam mendukung operasional PLN, khususnya dalam menjaga pelayanan kelistrikan di wilayah Kabupaten Ende.
“Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian kepada para vendor yang selama ini telah membantu PLN dalam menerangi seluruh wilayah Kabupaten Ende,” ujar Gede.
Para pekerja vendor, kata dia, bukan sekadar mitra operasional. Dalam situasi bencana, mereka juga berada pada posisi yang sama sebagai bagian dari masyarakat yang merasakan langsung dampak gempa.
“Tanpa terasa, sudah empat minggu kita semua mengalami situasi gempa dan segala dinamikanya. Sebenarnya kita semua adalah korban, termasuk teman-teman vendor,” katanya.
PLN sebelumnya juga menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang terdampak gempa Flores. Dalam konteks tersebut, perhatian kepada para vendor menjadi bagian dari upaya memastikan bahwa pemulihan tidak hanya menyasar infrastruktur, tetapi juga manusia yang berada di balik proses tersebut.
Gede mengingatkan bahwa nilai bantuan tidak semestinya diukur semata dari jumlah atau besarnya paket yang diterima. Lebih dari itu, bantuan tersebut merupakan bentuk penghargaan atas dedikasi para vendor yang tetap bekerja meski turut mengalami dampak bencana.
“Jangan dilihat dari besar kecilnya bantuan, tetapi ini adalah bentuk perhatian bahwa PLN tidak melupakan jasa-jasa kalian yang tetap siap bekerja meskipun juga terdampak,” ungkapnya.
Selama masa pemulihan pascagempa, keberadaan tenaga vendor menjadi salah satu bagian dari kerja kolektif untuk mengembalikan pelayanan kelistrikan kepada masyarakat.
Karena itu, Gede menyampaikan apresiasi kepada seluruh perusahaan vendor dan para pekerjanya yang telah bersama-sama mendukung pemulihan kelistrikan di Ende.
“Di sinilah letak perjuangan yang telah dilakukan bersama. Kami mengapresiasi semua pihak yang telah membantu proses pemulihan layanan kelistrikan,” katanya.
Bencana mungkin merusak sejumlah infrastruktur dalam waktu singkat. Namun, pemulihannya membutuhkan kerja panjang dan kolaborasi banyak pihak.
Di Ende, di balik listrik yang kembali menyala, terdapat para pekerja yang tetap bertahan di lapangan—termasuk mereka yang pada saat bersamaan juga sedang memulihkan kehidupan mereka sendiri.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Redaksi76.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
