<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>redaksi76.com &#8211; Redaksi76.com</title>
	<atom:link href="https://redaksi76.com/author/admin/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://redaksi76.com</link>
	<description>Aktual Terpercaya</description>
	<lastBuildDate>Fri, 04 Sep 2026 12:32:03 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1</generator>

<image>
	<url>https://redaksi76.com/wp-content/uploads/2026/01/cropped-512-32x32.png</url>
	<title>redaksi76.com &#8211; Redaksi76.com</title>
	<link>https://redaksi76.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Masjid Rusak Diguncang Gempa, PLN Bantu Tenda Jadi untuk Jamaah Nur Ilahi Nangakeo</title>
		<link>https://redaksi76.com/berita/masjid-rusak-diguncang-gempa-pln-bantu-tenda-jadi-untuk-jamaah-nur-ilahi-nangakeo/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi76.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 04 Sep 2026 12:32:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Masjid Rusak Diguncang Gempa]]></category>
		<category><![CDATA[PLN Bantu Tenda Jadi]]></category>
		<category><![CDATA[untuk Jamaah Nur Ilahi Nangakeo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://redaksi76.com/?p=11234</guid>

					<description><![CDATA[Redaksi76.com &#124;&#124; Ende &#8211; Di tengah upaya masyarakat memulihkan kehidupan setelah gempa tektonik mengguncang Pulau...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr"><strong><a href="http://Redaksi76.com" target="_blank" rel="noopener">Redaksi76.com</a> || Ende &#8211;</strong> Di tengah upaya masyarakat memulihkan kehidupan setelah gempa tektonik mengguncang Pulau Flores, kepedulian terhadap kebutuhan dasar warga terdampak terus mengalir.</p>
<p dir="ltr">Salah satunya datang dari PT PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Ende yang menyalurkan bantuan tiga unit tenda siap pakai bagi jamaah Masjid Nur Ilahi Nangakeo, Desa Bheramari, Kecamatan Nangapanda, Kabupaten Ende, Jumat (4/9/2026).</p>
<p dir="ltr">Bantuan tersebut menjadi sangat berarti bagi jamaah Masjid Nur Ilahi. Pasalnya, bangunan masjid mengalami kerusakan berat akibat gempa sehingga aktivitas ibadah untuk sementara harus dipindahkan ke tenda darurat beratapkan terpal.</p>
<p dir="ltr">Tim manajemen PLN ULP Ende menyerahkan bantuan tersebut secara langsung kepada Tahmir Masjid Nur Ilahi Nangakeo, Beni Abdullah, didampingi sejumlah pengurus masjid.</p>
<p dir="ltr">Tidak berhenti pada penyerahan bantuan, tim PLN juga langsung melakukan pemasangan tenda di lokasi masjid agar dapat segera dimanfaatkan oleh jamaah.</p>
<p dir="ltr">Manager PLN ULP Ende, GDE Eka Saputra Darmayudha, melalui perwakilan PLN yang menyerahkan bantuan mengatakan, penyediaan tenda tersebut merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit akibat bencana.</p>
<p dir="ltr">“Masjid mereka mengalami rusak berat akibat gempa tektonik yang mengguncang Pulau Flores beberapa hari lalu. Selama ini mereka menjalankan ibadah hanya di bawah tenda darurat beratapkan terpal. Karena itu, hari ini kami mengantarkan tiga kotak tenda jadi untuk dijadikan tempat ibadah mereka,” ujarnya.</p>
<p dir="ltr">Menurutnya, kehadiran PLN di tengah masyarakat tidak semata berkaitan dengan layanan kelistrikan. Dalam situasi bencana, perusahaan juga berupaya mengambil bagian dalam membantu masyarakat memenuhi kebutuhan mendesak selama masa pemulihan.</p>
<p dir="ltr">Sebelum menyalurkan bantuan tenda, PLN ULP Ende juga telah memberikan paket sembako kepada masyarakat terdampak di wilayah tersebut.</p>
<p dir="ltr">“Sebelumnya kami juga sudah membantu sembako untuk mereka. Bantuan yang diberikan bertujuan untuk meringankan beban mereka di masa pemulihan pascagempa,” katanya.</p>
<p dir="ltr">Bagi jamaah Masjid Nur Ilahi, bantuan tersebut bukan sekadar tenda. Di tengah keterbatasan pascabencana, tenda menjadi tempat untuk kembali menghadirkan ruang ibadah yang lebih layak sekaligus menjaga keberlangsungan aktivitas keagamaan masyarakat.</p>
<p dir="ltr">Tahmir Masjid Nur Ilahi Nangakeo, Beni Abdullah, mengaku bersyukur sekaligus terharu atas perhatian yang diberikan PLN.</p>
<p dir="ltr">“Kami sangat berterima kasih dan sangat bersyukur. Tenda jadi ini sangat kami butuhkan karena selama ini kami hanya bisa salat di bawah tenda darurat beratapkan terpal. Sekali lagi kami mengucapkan limpah terima kasih kepada seluruh jajaran PLN se-Indonesia yang telah membantu kami,” tutur Beni.</p>
<p dir="ltr">Ia berharap kepedulian berbagai pihak terhadap masyarakat terdampak gempa dapat terus berlanjut hingga proses pemulihan benar-benar tuntas.</p>
<p dir="ltr">Bantuan tenda dari PLN ULP Ende tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa proses pemulihan pascabencana tidak hanya menyangkut pembangunan kembali infrastruktur yang rusak, tetapi juga memastikan masyarakat tetap dapat menjalankan kehidupan sosial dan keagamaan secara layak di tengah kondisi yang belum sepenuhnya pulih.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Warga Potunggo Ende, Apresiasi Bantuan PLN ULP Ende bagi Masyarakat Terdampak Gempa </title>
		<link>https://redaksi76.com/berita/warga-potunggo-ende-apresiasi-bantuan-pln-ulp-ende-bagi-masyarakat-terdampak-gempa/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi76.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 04 Sep 2026 05:05:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Apresiasi Bantuan PLN ULP Ende]]></category>
		<category><![CDATA[bagi Masyarakat Terdampak Gempa]]></category>
		<category><![CDATA[Warga Potunggo Ende]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://redaksi76.com/?p=11228</guid>

					<description><![CDATA[Redaksi76.com &#124;&#124; Ende &#8211;  Warga masyarakat RT/RW 15/04, Potunggo, Kelurahan Onekore, Kecamatan Ende Tengah, Kabupaten...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr"><strong><a href="http://Redaksi76.com" target="_blank" rel="noopener">Redaksi76.com</a> || Ende &#8211; </strong> Warga masyarakat RT/RW 15/04, Potunggo, Kelurahan Onekore, Kecamatan Ende Tengah, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PT PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Ende atas kepedulian dan bantuan kemanusiaan yang disalurkan kepada masyarakat terdampak gempa di wilayah tersebut.</p>
<p dir="ltr">Bantuan yang disalurkan pada Kamis, 3 Agustus 2026, itu dinilai menjadi bentuk nyata kepedulian PLN terhadap warga yang masih berada dalam fase pemulihan pascagempa.</p>
<p dir="ltr">Apresiasi tersebut disampaikan salah seorang tokoh muda Ende yang berdomisili di kawasan Potunggo, Arnol Segha Laka, kepada awak media pada Jumat, 4 Agustus 2026.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Ende Gelar Trauma Healing bagi Anak-anak Terdampak Gempa Flores</title>
		<link>https://redaksi76.com/daerah/dinas-perpustakaan-dan-kearsipan-kabupaten-ende-gelar-trauma-healing-bagi-anak-anak-terdampak-gempa-flores/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi76.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 02 Sep 2026 14:04:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[bagi Anak-anak Terdampak Gempa Flores]]></category>
		<category><![CDATA[Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Gelar Trauma Healing]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://redaksi76.com/?p=11225</guid>

					<description><![CDATA[Redaksi76.com &#124;&#124; Ende &#8211; Dalam upaya membantu memulihkan kondisi psikologis anak-anak pascagempa Flores, Dinas Perpustakaan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Redaksi76.com || Ende &#8211;</strong> Dalam upaya membantu memulihkan kondisi psikologis anak-anak pascagempa Flores, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Ende melaksanakan kegiatan Trauma Healing di Pondok Pesantren Wali Sanga Ende, Rabu, 2 September 2026.</p>
<p>Kegiatan tersebut diikuti oleh anak-anak dengan penuh antusias, sukacita, dan kegembiraan. Melalui berbagai aktivitas yang edukatif, kreatif, dan menyenangkan, anak-anak diajak untuk bermain, belajar, berinteraksi, serta mengekspresikan perasaan mereka dalam suasana yang aman dan penuh kehangatan.</p>
<p>Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kab. Ende, Lambertus Sigasare mengatakan Kegiatan trauma healing ini merupakan bentuk kepedulian Pemerintah Kabupaten Ende melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan terhadap anak-anak yang terdampak gempa.</p>
<p>Bencana alam tidak hanya menimbulkan kerusakan secara fisik, tetapi juga dapat meninggalkan rasa takut, cemas, dan trauma, khususnya bagi anak-anak.</p>
<p>Melalui pendekatan yang menyenangkan, kegiatan ini bertujuan membantu anak-anak mengurangi rasa takut dan kecemasan akibat peristiwa gempa, memulihkan rasa aman, membangun kembali kepercayaan diri, serta menumbuhkan semangat dan kebahagiaan mereka.</p>
<p>Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Ende memanfaatkan berbagai metode literasi, permainan edukatif, cerita, aktivitas kreatif, dan interaksi bersama sebagai media untuk membantu proses pemulihan psikososial anak-anak.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>RDP Alokasi Anggaran Penanganan Bencana Alot, Ketua DPRD Ende Bogem Anggota Dewan Dari Hanura</title>
		<link>https://redaksi76.com/berita/rdp-alokasi-anggaran-penanganan-bencana-alot-ketua-dprd-ende-bogem-anggota-dewan-dari-hanura/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi76.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 02 Sep 2026 12:07:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Lintas Nusantara]]></category>
		<category><![CDATA[Ketua DPRD Ende diduga Pukul Anggota saat RDP]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://redaksi76.com/?p=11218</guid>

					<description><![CDATA[ENDE, REDAKSI 76.COM,- Rapat Dengar Pendapat (RDP) DPRD Kabupaten Ende terkait alokasi anggaran penanganan bencana...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>ENDE, REDAKSI 76.COM,-</strong> Rapat Dengar Pendapat (RDP) DPRD Kabupaten Ende terkait alokasi anggaran penanganan bencana berujung ricuh. Ketua DPRD Ende berinisial FT diduga memukul anggota DPRD dari Partai Hanura, Iwan Kila, setelah terjadi ketegangan saat rapat berlangsung.</p>
<p><a href="https://redaksi76.com/wp-content/uploads/2026/09/Screenshot_20260902_125430_WhatsApp.jpg"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-11219" src="https://redaksi76.com/wp-content/uploads/2026/09/Screenshot_20260902_125430_WhatsApp.jpg" alt="" width="650" height="840" /></a></p>
<p>Dugaan pemukulan itu terjadi di Ruang Paripurna DPRD Kabupaten Ende saat RDP membahas alokasi anggaran penanganan bencana dan penyaluran bantuan tanggap darurat bagi masyarakat terdampak gempa bumi, Senin (1/9/2026).</p>
<p>RDP yang berlangsung cukup lama itu memanas setelah pimpinan rapat memutuskan untuk menskorsing jalannya persidangan, sementara sejumlah peserta masih hendak menyampaikan pendapat terkait agenda yang dibahas.</p>
<p>Keputusan tersebut mendapat protes dari Iwan Kila. Ia mempertanyakan alasan rapat tiba-tiba diskorsing karena menurutnya masih terdapat sejumlah hal penting yang hendak disampaikan dalam forum tersebut.</p>
<p><a href="https://redaksi76.com/wp-content/uploads/2026/09/Screenshot_20260902_104333_WhatsApp.jpg"><img decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-11220" src="https://redaksi76.com/wp-content/uploads/2026/09/Screenshot_20260902_104333_WhatsApp.jpg" alt="" width="650" height="921" /></a></p>
<p>“Bagaimana pimpinan, ada banyak hal yang mau kita sampaikan tapi tiba-tiba skorsing,” kata Iwan Kila.</p>
<p>Dalam situasi tersebut, Iwan kemudian membanting dokumen Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) ke meja di hadapannya sebagai bentuk protes terhadap keputusan pimpinan rapat.</p>
<p>Tindakan itu kemudian memicu ketegangan antara Iwan Kila dan pimpinan rapat. Ketua DPRD Ende FT disebut turun dari meja pimpinan dan diduga memberikan pukulan  terhadap Iwan dan mengenai bagian pelipis kiri Iwan Kila hingga menyebabkan bagian tersebut mengalami bengkak dan membiru.</p>
<p>Ketegangan di dalam ruang rapat kemudian berusaha dilerai oleh sejumlah peserta RDP. Beberapa pejabat dan anggota DPRD disebut ikut menahan FT agar situasi tidak berkembang lebih jauh.</p>
<p>Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Mustaqim Mberu, Kepala Bapenda Ende berinisial Jufri Seko dan Mahmud Jengga salah seorang anggota DPRD dari Partai Demokrat disebut turut berupaya menenangkan situasi dengan menahan FT.</p>
<p>Sementara Iwan Kila memilih menghindari ketegangan. Ia kemudian didampingi Mursalim, salah seorang ASN pada Sekretariat DPRD Ende, keluar dari ruang sidang.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>FP NTT, YPCI dan Opa Gaul, Salurkan Bantuan Kemanusiaan Bagi Warga Terdampak Gempa di Ende</title>
		<link>https://redaksi76.com/berita/fp-ntt-ypci-dan-opa-gaul-salurkan-bantuan-kemanusiaan-bagi-warga-terdampak-gempa-di-ende/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi76.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 01 Sep 2026 04:50:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Bagi Warga Terdampak Gempa]]></category>
		<category><![CDATA[di Ende]]></category>
		<category><![CDATA[FP NTT]]></category>
		<category><![CDATA[Salurkan Bantuan Kemanusiaan]]></category>
		<category><![CDATA[YPCI dan Opa Gaul]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://redaksi76.com/?p=11211</guid>

					<description><![CDATA[Redaksi76.com &#124;&#124; Ende &#8211; Forum Pemuda (FP), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), terus menyalurkan bantuan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr"><strong><a href="http://Redaksi76.com" target="_blank" rel="noopener">Redaksi76.com</a> || Ende &#8211;</strong> Forum Pemuda (FP), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), terus menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi warga terdampak gempa tektonik di Kabupaten Ende.</p>
<p dir="ltr">Bantuan tersebut disalurkan di sejumlah desa terdampak yang berada di wilayah Kecamatan Ende.</p>
<p dir="ltr">Adapun desa &#8211; desa yang menerima bantuan antara lain, Desa Embutezu, Ndetundora 3, Ndetundora 2, Randotonda dan ndetundora 1 di wilayah Kecamatan Ende.</p>
<p dir="ltr">Ketua DPC FP NTT Cabang Ende, Karman Sado Kaki, menjelaskan bahwa bantuan yang disalurkan berupa air minum bersih dan ratusan paket sembako.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Bantuan yang kami salurkan berupa kebutuhan dasar masyarakat dan ditambah dengan 5 tanki air bersih yang dibagikan satu desa satu tanki&#8221;,katanya kepada tim media ini, (Senin, 31/08/26).</p>
<p dir="ltr">Menurut Karman, bantuan tersebut merupakan hasil kolaborator dari Yayasan Peduli Cinta Indonesia (YPCI), Opa Gaul dan Forum Pemuda (FP) Nusa Tenggara Timur.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Tiga komunitas ini bergabung mengumpulkan donasi untuk masyarakat terdampak gempa di Ende. Bantuan yang diberikan bertujuan untuk meringankan beban masyarakat terdampak di fase pemulihan pascagempa&#8221;,terangnya</p>
<p dir="ltr">Karman menambahkan, selain di Kecamatan Ende, tiga komunitas peduli kemanusiaan ini juga akan menyalurkan di sejumlah desa terdampak di wilayah lainnya.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Selain di Kecamatan Ende, kami juga akan menyalurkan di beberapa desa yang ada wilayah Pantai Utara (Pantura) Ende&#8221;,tutupnya</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>KP Pomana XXII-3017 Bawa Ratusan Paket Bantuan Polda NTT untuk Korban Gempa di Tiga Kabupaten Flores</title>
		<link>https://redaksi76.com/berita/kp-pomana-xxii-3017-bawa-ratusan-paket-bantuan-polda-ntt-untuk-korban-gempa-di-tiga-kabupaten-flores/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi76.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 30 Aug 2026 10:14:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Bawa Ratusan Paket Bantuan Polda NTT]]></category>
		<category><![CDATA[KP Pomana XXII-3017]]></category>
		<category><![CDATA[Tiga Kabupaten Flores]]></category>
		<category><![CDATA[untuk Korban Gempa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://redaksi76.com/?p=11208</guid>

					<description><![CDATA[Redaksi76.com &#124;&#124; Ende &#8211; Respons kemanusiaan terhadap warga terdampak gempa di Pulau Flores terus digencarkan....]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr"><strong><a href="http://Redaksi76.com" target="_blank" rel="noopener">Redaksi76.com</a> || Ende &#8211;</strong> Respons kemanusiaan terhadap warga terdampak gempa di Pulau Flores terus digencarkan. Kapal Patroli Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Nusa Tenggara Timur (NTT), KP Pomana XXII-3017, tiba di Dermaga Pelabuhan Soekarno, Kabupaten Ende, Minggu (30/8/2026) pukul 12.30 Wita, membawa ratusan paket bantuan logistik untuk masyarakat terdampak bencana.</p>
<p dir="ltr">Bantuan tersebut disiapkan untuk mendukung percepatan penanganan pascagempa sekaligus memenuhi kebutuhan dasar warga di tiga kabupaten, yakni Ende, Nagekeo, dan Sikka.</p>
<p dir="ltr">Sejumlah kebutuhan pokok dan perlengkapan penunjang kehidupan warga selama masa tanggap darurat diangkut menggunakan kapal patroli tersebut. Logistik itu meliputi bahan pangan, perlengkapan pengungsian, pakaian, fasilitas memasak, kebutuhan sanitasi, hingga pasokan ikan segar.</p>
<p dir="ltr">Secara keseluruhan, bantuan yang berhasil diturunkan dari KP Pomana XXII-3017 mencapai 502 dus, 61 karung, dan 10 coolbox.</p>
<p dir="ltr">Rinciannya antara lain 393 dus mi instan, 52 karung beras dengan ukuran 40 kilogram dan beras SPHP 5 kilogram, serta 10 coolbox ikan segar yang merupakan pasokan dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTT.</p>
<p dir="ltr">Selain itu, terdapat 5 dus minyak goreng, 62 dus biskuit dan makanan ringan, 50 tikar kecil, 12 tikar besar, 50 selimut, satu bal pakaian bayi, serta sembilan karung pakaian layak pakai.</p>
<p dir="ltr">Untuk mendukung kebutuhan warga di lokasi pengungsian, bantuan juga mencakup 30 unit kompor portabel dan 240 tabung gas portabel, 20 dus air minum, perlengkapan kopi dan roti, serta tiga dus deterjen.</p>
<p dir="ltr">Setibanya di Pelabuhan Soekarno Ende, proses serah terima bantuan dilakukan secara resmi oleh Ipda Jailani kepada Kapolres Ende yang diwakili Kabag Log Polres Ende, AKP Ridwan, S.H.</p>
<p dir="ltr">Proses bongkar muatan dan pengamanan distribusi logistik turut mendapat dukungan personel Polres Ende. Personel Satuan Polairud Polres Ende di bawah pimpinan AKP Sudarmin bersama personel Satuan Lalu Lintas dikerahkan untuk memastikan proses penanganan berlangsung cepat dan tertib.</p>
<p dir="ltr">Kapolres Ende AKBP Yudhi Franata, S.I.K., M.H., M.Tr.Opsla,<br />
menyampaikan apresiasi kepada Kapolda NTT, Ditpolairud Polda NTT, serta Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTT atas respons cepat dalam mengirimkan bantuan bagi masyarakat terdampak gempa.</p>
<p dir="ltr">“Bantuan logistik sebanyak 502 dus makanan pokok, 61 karung pakaian dan logistik harian, serta 10 coolbox ikan segar yang dibawa oleh KP Pomana XXII-3017 telah kami terima secara resmi di Pelabuhan Soekarno Ende dalam keadaan aman dan lengkap,” ujar Yudhi.</p>
<p dir="ltr">Menurut dia, seluruh bantuan tersebut akan segera dikonsolidasikan untuk kemudian didistribusikan ke posko-posko pengungsian dan titik-titik terdampak gempa di wilayah Flores.</p>
<p dir="ltr">Personel Polres Ende, mulai dari Satuan Polairud hingga Satuan Lalu Lintas, disiagakan untuk memastikan distribusi berjalan lancar, tepat sasaran, dan tidak mengalami hambatan di lapangan.</p>
<p dir="ltr">“Polri terus berupaya hadir di tengah masyarakat, khususnya mereka yang sedang menghadapi situasi sulit akibat bencana. Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian dan komitmen Polri untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung proses penanganan dan pemulihan di wilayah terdampak,” kata Yudhi.</p>
<p dir="ltr">Ia menegaskan, penanganan bencana membutuhkan sinergi dan semangat gotong royong dari seluruh pemangku kepentingan.</p>
<p dir="ltr">Menurutnya, bantuan kemanusiaan tidak semata-mata berbicara mengenai pemenuhan kebutuhan material, tetapi juga merepresentasikan kehadiran negara di tengah masyarakat yang sedang menghadapi situasi darurat.</p>
<p dir="ltr">“Bantuan ini bukan hanya dipandang sebagai bantuan materi, tetapi juga sebagai wujud kehadiran negara dan kepedulian terhadap masyarakat,” ujarnya.</p>
<p dir="ltr">Proses pembongkaran seluruh muatan bantuan rampung pada pukul 13.30 Wita. Seluruh logistik diturunkan dalam kondisi aman, lancar, dan terkendali.</p>
<p dir="ltr">Setelah proses bongkar muatan selesai, bantuan langsung dipersiapkan untuk memasuki tahap distribusi menuju posko-posko pengungsian serta sejumlah titik yang terdampak gempa di wilayah Flores.</p>
<p dir="ltr">Kehadiran KP Pomana XXII-3017 menjadi bagian dari respons terpadu aparat kepolisian dan sejumlah instansi terkait dalam memastikan rantai bantuan kemanusiaan tetap bergerak di tengah situasi pascabencana, sekaligus mempercepat pemulihan masyarakat di wilayah terdampak.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>H.Djafar H. Ahmad, Salurkan Bantuan Bagi Warga Terdampak Gempa di Desa Riaraja Ende</title>
		<link>https://redaksi76.com/berita/h-djafar-h-ahmad-salurkan-bantuan-bagi-warga-terdampak-gempa-di-desa-riaraja-ende/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi76.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 30 Aug 2026 08:37:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Bagi Warga Terdampak Gempa]]></category>
		<category><![CDATA[di Desa Riaraja]]></category>
		<category><![CDATA[Ende]]></category>
		<category><![CDATA[H.Djafar H. Ahmad]]></category>
		<category><![CDATA[Salurkan Bantuan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://redaksi76.com/?p=11203</guid>

					<description><![CDATA[Redaksi76.com &#124;&#124; Ende &#8211; Mantan Bupati Ende, Drs.H.Djafar H.Ahmad menyalurkan bantuan kepada warga terdampak gempa...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr"><strong><a href="http://Redaksi76.com" target="_blank" rel="noopener">Redaksi76.com</a> || Ende &#8211;</strong> Mantan Bupati Ende, Drs.H.Djafar H.Ahmad menyalurkan bantuan kepada warga terdampak gempa bumi di Kabupaten Ende, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).</p>
<p dir="ltr">Bantuan yang disalurkan Ketua P3SI tersebut berupa ribuan paket sembako, seperti, beras, minyak goreng, mie instan, telur, air aqua dan lain sebagainya.</p>
<p dir="ltr">Dilansir dari laman Facebook <a href="http://Nangapanda.com" target="_blank" rel="noopener">Nangapanda.com</a>, terlihat H.Djafar Ahmad sedang menyerahkan bantuan sembako kepada masyarakat terdampak di Desa Riaraja, Kecamatan Ende, (Sabtu, 29/08/2026).</p>
<p dir="ltr">Saat menyerahkan bantuan, H.Djafar menjelaskan bahwa bantuan tersebut merupakan hasil komunikasi antara dirinya dengan CEO PT Jababeka sekaligus perwakilan Cikarang Atlet Muslim (CAM), Setyono Djunaidi.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Bapak ibu yang saya hormati, ini donasi dari PT Jababeka perwakilan Cikarang Atlet Muslim (CAM), Setyono Djunaidi. Saya sebelum menjadi bupati saya kerja di situ. Begitu ada musibah saya baku kontak dengan teman &#8211; teman disana, Ahamdulilah mereka bisa bantu kita dengan jumlah yang cukup banyak&#8221;,katanya</p>
<p dir="ltr">Menurut H.Djafar, selain diberikan kepada masyarakat terdampak di Desa Riaraja, bantuan tersebut juga akan didistribusikan ke beberapa wilayah terdampak lainnya seperti, Nangaba, Nangapanda, Maukaro dan Watubara-Mukusaki.</p>
<p dir="ltr">Ia berharap bantuan yang disalurkan dapat meringankan beban masyarakat terdampak di fase pemilihan pascagempa.</p>
<p dir="ltr">Sementara itu salah satu penerima manfaat, menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada H.Djafar H.Ahmad yang tengah mendistribusikan bantuan untuk mereka.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Atas nama pribadi dan masyarakat Desa Riaraja, saya ucapan limpa terimakasih kepada Bapa H.Djafar, mantan Bupati Ende yang kami sayangi&#8221;,tutupnya</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Helikopter Polri Tembus Desa Terisolir di Ende, Salurkan Bantuan Logistik Bagi Warga Terdampak Gempa</title>
		<link>https://redaksi76.com/berita/helikopter-polri-tembus-desa-terisolir-di-ende-salurkan-bantuan-logistik-bagi-warga-terdampak-gempa/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi76.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 30 Aug 2026 05:06:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Bagi Warga Terdampak Gempa]]></category>
		<category><![CDATA[Helikopter Polri]]></category>
		<category><![CDATA[Salurkan Bantuan Logistik]]></category>
		<category><![CDATA[Tembus Desa Terisolir di Ende]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://redaksi76.com/?p=11199</guid>

					<description><![CDATA[Redaksi76.com &#8211; Kepolisian Resor Ende, Polda Nusa Tenggara Timur (NTT), mengambil langkah cepat untuk menjangkau...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr"><strong><a href="http://Redaksi76.com" target="_blank" rel="noopener">Redaksi76.com</a></strong> &#8211; Kepolisian Resor Ende, Polda Nusa Tenggara Timur (NTT), mengambil langkah cepat untuk menjangkau warga terdampak gempa di wilayah yang terisolasi.</p>
<p dir="ltr">Dengan mengerahkan helikopter Polri P-3202 milik Polda NTT, jajaran Polres Ende menyalurkan bantuan logistik ke Desa Nila dan Desa Kekasewa, Kecamatan Ndona, Kabupaten Ende, Sabtu (29/8/2026).</p>
<p dir="ltr">Operasi kemanusiaan melalui jalur udara tersebut dilakukan menyusul terputusnya akses darat serta kondisi cuaca laut yang ekstrem pascagempa.</p>
<p dir="ltr">Kedua desa tersebut selama ini hanya dapat dijangkau melalui jalur laut, sementara aktivitas transportasi laut warga terhenti akibat cuaca buruk dan kekhawatiran masyarakat untuk kembali melaut setelah rangkaian guncangan gempa.</p>
<p dir="ltr">Kapolres Ende AKBP Yudhi Franata, S.I.K., M.H., M.Tr.Opsla., bersama Ketua Bhayangkari Cabang Ende, Ny. Yuke Yudhi Franata, turun langsung dalam operasi pendistribusian bantuan tersebut.</p>
<p dir="ltr">Menurut Yudhi, kondisi geografis Desa Nila dan Desa Kekasewa menjadi tantangan tersendiri dalam penanganan pascabencana.</p>
<p dir="ltr">Ketiadaan akses jalan darat membuat kedua wilayah tersebut sangat bergantung pada transportasi laut. Namun, kondisi cuaca yang tidak bersahabat menyebabkan jalur tersebut untuk sementara tidak dapat diandalkan.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Desa Nila dan Desa Kekasewa merupakan wilayah yang secara geografis cukup sulit dijangkau. Ketika transportasi laut terhenti akibat cuaca ekstrem, jalur udara menjadi solusi tercepat untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap dapat terpenuhi,&#8221; ujar Yudhi.</p>
<p dir="ltr">Sejak gempa terjadi, akses menuju kedua desa tersebut mengalami kendala serius. Kerusakan infrastruktur dan medan yang ekstrem menyebabkan kendaraan roda dua maupun roda empat tidak dapat melintas.</p>
<p dir="ltr">Akses darat yang masih memungkinkan sebelumnya hanya mencapai wilayah Ngalupolo hingga Wolotopo.</p>
<p dir="ltr">Situasi tersebut mendorong Polres Ende berkoordinasi dengan Kapolda NTT untuk mengerahkan helikopter guna mendistribusikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak. Bantuan bahan pokok selanjutnya disalurkan melalui operasi udara ke titik-titik pengungsian warga.</p>
<p dir="ltr">Yudhi menegaskan, operasi tersebut merupakan bentuk komitmen kepolisian untuk memastikan tidak ada masyarakat terdampak bencana yang luput dari jangkauan bantuan.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Seluruh desa lainnya di wilayah Kabupaten Ende sejauh ini telah berhasil dijangkau melalui jalur darat. Fokus utama operasi udara saat ini adalah Desa Nila dan Desa Kekasewa sebagai titik yang paling krusial. Kami tetap peduli dan hadir untuk masyarakat. Warga di sana adalah bagian dari keluarga kami,&#8221; katanya.</p>
<p dir="ltr">Ia juga mengimbau masyarakat terdampak agar tetap tenang dan bersabar selama proses pemulihan berlangsung. Warga diminta mengikuti arahan petugas serta terus berdoa agar situasi pascabencana segera kembali kondusif.</p>
<p dir="ltr">Warga: Bantuan Pertama Sejak Gempa</p>
<p dir="ltr">Kedatangan bantuan melalui jalur udara disambut haru oleh masyarakat Desa Nila dan Desa Kekasewa. Di tengah keterbatasan akses dan kondisi pascabencana, warga menyampaikan apresiasi atas perhatian serta respons cepat jajaran Kepolisian Republik Indonesia.</p>
<p dir="ltr">Perwakilan warga Desa Nila mengungkapkan bahwa bantuan yang dikirimkan Polda NTT menjadi bantuan pertama yang mereka terima sejak gempa melanda wilayah tersebut.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Kami masyarakat Desa Nila mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kapolda NTT yang sudah menyalurkan bantuan. Sejak awal terjadinya gempa, kami belum pernah mendapatkan bantuan dari pihak mana pun. Bantuan dari Bapak Kapolda ini adalah bantuan pertama yang kami terima,&#8221; ujar perwakilan warga.</p>
<p dir="ltr">Ungkapan serupa disampaikan masyarakat Desa Nila dan Kekasewa yang turut mendoakan kesehatan serta keselamatan bagi jajaran kepolisian yang telah hadir membantu mereka di tengah situasi sulit.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Terima kasih, Bapak Kapolda, dari kami masyarakat Desa Nila dan Kekasewa. Semoga Bapak dan keluarga besar Polri senantiasa diberikan kesehatan dan kesejahteraan,&#8221; kata warga.</p>
<p dir="ltr">Penyaluran bantuan melalui helikopter tersebut sekaligus menjadi simbol kehadiran negara di tengah masyarakat yang berada dalam kondisi sulit akibat bencana. Bagi warga Desa Nila dan Desa Kekasewa, bantuan tersebut tidak sekadar memenuhi kebutuhan logistik, tetapi juga menghadirkan harapan bahwa mereka tidak menghadapi masa pemulihan seorang diri.</p>
<p dir="ltr">Di tengah keterbatasan akses dan beratnya kondisi geografis, langkah Polres Ende dan Polda NTT menunjukkan bahwa operasi kemanusiaan tetap dapat menjangkau wilayah paling terpencil sekalipun ketika jalur konvensional tidak lagi memungkinkan.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>GEMPA FLORES DAN ANCAMAN KEMISKINAN BARU: MENYELAMATKAN PENDIDIKAN DAN MASA DEPAN GENERASI MUDA</title>
		<link>https://redaksi76.com/opini/gempa-flores-dan-ancaman-kemiskinan-baru-menyelamatkan-pendidikan-dan-masa-depan-generasi-muda/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi76.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 29 Aug 2026 06:49:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[ANCAMAN KEMISKINAN BARU]]></category>
		<category><![CDATA[DAN MASA DEPAN GENERASI MUDA]]></category>
		<category><![CDATA[Gempa Flores]]></category>
		<category><![CDATA[MENYELAMATKAN PENDIDIKAN]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://redaksi76.com/?p=11192</guid>

					<description><![CDATA[“Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing. Flores akan bangkit bukan hanya karena banyaknya bantuan yang...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr"><em><strong>“Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing. Flores akan bangkit bukan hanya karena banyaknya bantuan yang datang, tetapi karena masyarakat diberi kesempatan dan kekuatan untuk kembali berdiri di atas kaki sendiri.” Dr. Ir. Karolus Karni Lando, MBA – CEO KRQA SQC Certification Services</strong></em></p>
<p><strong><a href="http://Redaksi76.com" target="_blank" rel="noopener">Redaksi76.com</a></strong> &#8211; Tragedi gempa berkekuatan M7,7 yang mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026 bukan hanya meninggalkan rumah-rumah yang roboh dan infrastruktur yang rusak, tetapi juga menghadirkan ancaman sosial dan ekonomi yang dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.</p>
<p dir="ltr">Banyak keluarga kehilangan tempat tinggal, sumber mata pencaharian, lahan pertanian, usaha, dan kemampuan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.</p>
<p dir="ltr">Kondisi ini berpotensi mendorong semakin banyak masyarakat Nusa Tenggara Timur, khususnya di Flores, masuk ke dalam kelompok miskin dan rentan miskin.</p>
<p dir="ltr">Dampaknya akan semakin berat bagi keluarga yang selama ini menggantungkan hidup pada sektor pertanian serta masih harus membiayai pendidikan anak-anak mereka, baik yang bersekolah di Flores maupun yang sedang menempuh pendidikan tinggi di Kupang, Bali, Makasar,Jawa, dan berbagai daerah lainnya.</p>
<p dir="ltr">Karena itu, pemulihan pascagempa Flores tidak boleh hanya berfokus pada pembangunan kembali rumah dan infrastruktur, tetapi harus menjadi upaya menyeluruh untuk memulihkan ekonomi keluarga, menjaga keberlanjutan pendidikan generasi muda, menyediakan lapangan kerja, memulihkan kesehatan fisik dan mental masyarakat, serta memastikan bahwa tidak ada keluarga yang semakin terpuruk akibat bencana ini.</p>
<p>Tragedi Gempa Flores berpotensi meningkatkan tingkat kemiskinan di Nusa Tenggara Timur. Bahkan sebelum gempa terjadi, tingkat kemiskinan di NTT masih tergolong tinggi.</p>
<p dir="ltr">Berdasarkan data BPS, persentase penduduk miskin di NTT pada Maret 2026 tercatat sekitar 17,52%, jauh di atas angka kemiskinan nasional yang pada periode yang sama berada pada kisaran 8,07%.</p>
<p>Dari sisi ketenagakerjaan, perekonomian NTT masih sangat bergantung pada sektor-sektor yang rentan terhadap gangguan bencana, terutama pertanian, kehutanan, dan perikanan. Pada Februari 2026, ketiga sektor tersebut menyerap sekitar 1,57 juta tenaga kerja atau 51,13% dari seluruh pekerja di NTT.</p>
<p dir="ltr">Selain itu, sektor pariwisata, perdagangan, transportasi, UMKM, serta berbagai kegiatan jasa lainnya juga memiliki peranan penting dalam menopang perekonomian masyarakat, khususnya di wilayah Flores.</p>
<p dir="ltr">Kerentanan tersebut semakin besar karena sekitar 75,28% pekerja di NTT bekerja di sektor informal. Artinya, banyak masyarakat tidak memiliki pendapatan tetap maupun perlindungan kerja yang memadai.</p>
<p dir="ltr">Oleh karena itu, ketika gempa menyebabkan masyarakat kehilangan kebun, ternak, pasar, jalan, rumah, tempat usaha, maupun akses terhadap kawasan wisata, dampaknya dapat langsung memukul penghasilan keluarga.</p>
<p dir="ltr">Jika kondisi ini tidak segera ditangani melalui program pemulihan ekonomi yang tepat, gempa berpotensi mendorong semakin banyak masyarakat masuk ke dalam kelompok miskin dan rentan miskin.</p>
<p dir="ltr"><strong>Strategi Besar Pemulihan Flores Pascagempa</strong></p>
<p>Pemulihan Flores pascagempa harus dirancang sebagai upaya yang menyeluruh dan tidak hanya berfokus pada pembangunan kembali rumah atau infrastruktur yang rusak. Tujuan utamanya adalah membangun kembali rumah, kehidupan, pendidikan, pekerjaan, serta harapan masyarakat Flores secara bersamaan.</p>
<p dir="ltr">Artinya, proses pemulihan harus memastikan bahwa keluarga terdampak dapat kembali memiliki tempat tinggal yang layak, memperoleh sumber penghasilan, melanjutkan pendidikan anak-anak mereka, mendapatkan pelayanan kesehatan yang memadai, serta kembali menjalani kehidupan secara mandiri dan bermartabat.</p>
<p dir="ltr">Karena itu, semangat pemulihan Flores tidak cukup hanya menggunakan pendekatan build back better, tetapi harus diwujudkan dalam gerakan yang lebih luas, yaitu “Flores Bangkit: Rumah Pulih, Keluarga Pulih, Pendidikan Berlanjut, dan Ekonomi Bergerak Kembali.”</p>
<p dir="ltr">Dengan pendekatan tersebut, keberhasilan pemulihan tidak hanya diukur dari berapa banyak rumah dan fasilitas umum yang berhasil dibangun kembali, tetapi juga dari sejauh mana masyarakat Flores mampu bangkit, bekerja kembali, mempertahankan pendidikan generasi mudanya, dan membangun masa depan yang lebih kuat setelah bencana.</p>
<p><strong>1. PENDATAAN TERPADU SEBAGAI FONDASI SELURUH BANTUAN</strong></p>
<p dir="ltr">Langkah pertama dan paling mendesak dalam proses pemulihan pascagempa Flores adalah memastikan tersedianya satu data korban yang terpadu, akurat, dan dapat digunakan bersama oleh pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, pemerintah desa, gereja dan lembaga keagamaan, serta berbagai lembaga kemanusiaan yang terlibat dalam penanganan bencana.</p>
<p dir="ltr">Pendataan tidak boleh hanya berhenti pada kategori sederhana seperti “satu keluarga dengan rumah rusak berat”, tetapi harus menggambarkan kondisi setiap keluarga secara menyeluruh.</p>
<p dir="ltr">Data tersebut perlu mencakup tingkat kerusakan rumah, jumlah anggota keluarga, sumber mata pencaharian sebelum gempa, kehilangan pekerjaan, kebun, ternak atau tempat usaha, jumlah anak yang masih bersekolah, mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di Flores maupun di luar Flores, keberadaan lansia, penyandang disabilitas, ibu hamil, korban luka, serta kebutuhan pelayanan kesehatan dan pemulihan psikologis.</p>
<p dir="ltr">Pendataan kerusakan rumah memang penting karena menjadi salah satu dasar penyaluran bantuan pemerintah, termasuk bantuan berdasarkan kategori rumah rusak ringan, sedang, dan berat.</p>
<p dir="ltr">Namun, data kerusakan fisik saja belum cukup. Pemerintah juga harus mampu mengidentifikasi keluarga yang kehilangan sumber penghasilan dan berpotensi jatuh ke dalam kemiskinan setelah gempa.</p>
<p dir="ltr">Dengan pendataan yang menyeluruh dan terverifikasi, bantuan dapat disalurkan secara lebih tepat sasaran, adil, transparan, dan benar-benar menjangkau masyarakat yang paling membutuhkan.</p>
<p><strong>2. BANTUAN RP20 MILIAR PER KABUPATEN HARUS TEPAT SASARAN DAN TRANSPARAN</strong></p>
<p dir="ltr">Bantuan pemerintah harus benar-benar diarahkan kepada masyarakat yang paling terdampak dan paling membutuhkan.</p>
<p dir="ltr">Presiden Prabowo telah memberikan bantuan kemasyarakatan sebesar Rp200 miliar untuk penanganan dampak Gempa Flores, yang terdiri dari Rp40 miliar untuk Pemerintah Provinsi NTT dan Rp20 miliar untuk masing-masing delapan kabupaten terdampak, yaitu Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ende, Ngada, Nagekeo, Sikka, dan Flores Timur.</p>
<p dir="ltr">Dana tersebut merupakan kesempatan penting untuk mempercepat pemulihan kehidupan masyarakat, sehingga penggunaannya perlu dilakukan secara hati-hati, tepat sasaran, dan tidak terlalu banyak terserap untuk kegiatan administratif yang tidak memberikan manfaat langsung kepada korban.</p>
<p dir="ltr">Prioritas utama penggunaan dana sebaiknya diberikan kepada keluarga yang rumahnya roboh atau mengalami kerusakan berat; keluarga yang kehilangan sumber mata pencaharian; keluarga miskin dan rentan miskin yang masih membiayai anak sekolah maupun mahasiswa; lansia, penyandang disabilitas, ibu hamil, dan korban luka; serta petani, peternak, nelayan, dan pelaku UMKM yang kehilangan alat produksi atau sarana usahanya akibat gempa.</p>
<p dir="ltr">Penetapan penerima bantuan perlu menggunakan hasil pendataan terpadu sebagaimana dijelaskan pada poin sebelumnya agar bantuan benar-benar diberikan berdasarkan tingkat kebutuhan, bukan semata-mata berdasarkan kerusakan fisik bangunan.</p>
<p dir="ltr">Selain tepat sasaran, penggunaan dana juga harus dilaksanakan secara terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat. Setiap pemerintah kabupaten sebaiknya menyediakan informasi atau dashboard publik yang memuat jumlah dana yang diterima, alokasi penggunaannya, wilayah dan desa penerima bantuan, jumlah rumah yang ditangani, jenis bantuan yang disalurkan, serta jumlah keluarga penerima manfaat.</p>
<p dir="ltr">Transparansi hingga tingkat kecamatan dan desa sangat penting agar masyarakat dapat ikut mengawasi pelaksanaan program, mencegah terjadinya bantuan ganda maupun masyarakat terdampak yang terlewat, serta memastikan bahwa setiap rupiah benar-benar digunakan untuk kepentingan pemulihan korban gempa.</p>
<p dir="ltr">Dengan pengelolaan yang tepat sasaran, transparan, dan akuntabel, bantuan Rp20 miliar per kabupaten diharapkan tidak hanya memperbaiki kerusakan fisik, tetapi juga membantu keluarga terdampak membangun kembali kehidupan dan sumber penghidupannya.</p>
<p><strong>3. JANGAN SAMPAI GEMPA MEMUTUS PENDIDIKAN ANAK DAN GENERASI MUDA FLORES</strong></p>
<p dir="ltr">Salah satu dampak jangka panjang yang harus mendapat perhatian serius dalam pemulihan pascagempa Flores adalah keberlanjutan pendidikan anak-anak dan generasi muda.</p>
<p dir="ltr">Kerusakan akibat gempa telah berdampak besar terhadap sektor pendidikan. BNPB melaporkan bahwa 1.378 sekolah terdampak, sekitar 5.521 ruang kelas mengalami kerusakan, serta sekitar <a href="tel:177678">177.678</a> siswa dan <a href="tel:21166">21.166</a> guru serta tenaga kependidikan ikut terdampak.</p>
<p dir="ltr">Kondisi ini menunjukkan bahwa pemulihan pendidikan harus menjadi bagian penting dari agenda rekonstruksi, bukan sekadar pelengkap setelah pembangunan rumah dan infrastruktur selesai.</p>
<p dir="ltr">Selain siswa yang bersekolah di wilayah terdampak, terdapat kelompok lain yang tidak selalu terlihat dalam statistik bencana, yaitu mahasiswa asal Flores yang sedang menempuh pendidikan di Kupang, Bali, Makassar, Surabaya, Malang, Yogyakarta, Jakarta, dan berbagai kota lainnya.</p>
<p dir="ltr">Banyak dari mereka masih sangat bergantung pada kemampuan ekonomi orang tua yang tinggal di Flores. Sebelum gempa, keluarga mungkin masih mampu membiayai uang kuliah, kos, makan, buku, dan transportasi.</p>
<p dir="ltr">Namun setelah rumah rusak atau roboh, kebun dan usaha terdampak, ternak hilang, serta sumber penghasilan menurun atau berhenti, keluarga dapat menghadapi pilihan yang sangat berat antara memenuhi kebutuhan pemulihan rumah tangga atau tetap membiayai pendidikan anak.</p>
<p dir="ltr">Dalam kondisi seperti inilah pemerintah perlu hadir agar dampak gempa tidak berkembang menjadi putus sekolah, putus kuliah, atau hilangnya kesempatan pendidikan bagi generasi muda Flores.</p>
<p dir="ltr">Salah satu langkah yang perlu dipertimbangkan adalah pembentukan Program Beasiswa Darurat Mahasiswa Flores Terdampak Gempa <a href="tel:20262028">2026–2028</a>.</p>
<p dir="ltr">Program ini dapat diprioritaskan bagi mahasiswa yang orang tua atau keluarganya mengalami rumah rusak berat, kehilangan pekerjaan, kehilangan kebun atau tempat usaha, maupun mengalami penurunan pendapatan secara signifikan akibat bencana.</p>
<p dir="ltr">Bentuk bantuannya dapat berupa pembebasan atau penundaan UKT, bantuan biaya hidup, bantuan kos, biaya buku, serta dukungan transportasi sesuai tingkat kebutuhan masing-masing keluarga.</p>
<p dir="ltr">Pemerintah Provinsi NTT bersama pemerintah kabupaten terdampak juga dapat membangun koordinasi dengan perguruan tinggi di berbagai daerah di Indonesia untuk memberikan kebijakan khusus bagi mahasiswa asal keluarga korban Gempa Flores.</p>
<p dir="ltr">Prinsip yang perlu dijaga adalah bahwa tidak boleh ada anak atau mahasiswa asal Flores yang terpaksa menghentikan pendidikan hanya karena keluarganya kehilangan kemampuan ekonomi akibat bencana.</p>
<p dir="ltr">Menjaga pendidikan tetap berlanjut berarti menjaga masa depan keluarga dan masa depan Flores itu sendiri, karena generasi muda yang tetap memperoleh pendidikan akan menjadi bagian penting dari proses pemulihan dan pembangunan Flores dalam jangka panjang.</p>
<p><strong>4. PEMULIHAN EKONOMI HARUS DIMULAI DARI PERTANIAN DAN SUMBER PENGHIDUPAN MASYARAKAT</strong></p>
<p>Pemulihan ekonomi pascagempa Flores harus memberikan perhatian besar kepada sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan karena sektor-sektor tersebut merupakan sumber mata pencaharian utama bagi sebagian besar masyarakat NTT.</p>
<p dir="ltr">Sekitar 51,13% pekerja di NTT bekerja pada sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan, sehingga gangguan terhadap kebun, lahan pertanian, ternak, sumber air, irigasi, akses jalan produksi, maupun pasar akan langsung memengaruhi pendapatan keluarga.</p>
<p dir="ltr">Oleh karena itu, pemulihan ekonomi tidak boleh berhenti pada pemberian bantuan konsumtif seperti beras dan kebutuhan pokok, tetapi harus diarahkan pada upaya agar masyarakat dapat kembali bekerja, berproduksi, dan memperoleh penghasilan secara mandiri.</p>
<p dir="ltr">Dalam enam hingga dua belas bulan pertama, pemerintah perlu memprioritaskan bantuan yang bersifat produktif, seperti penyediaan benih dan bibit tanaman pangan maupun hortikultura, pupuk, alat pertanian sederhana, bantuan ternak, rehabilitasi kandang, perbaikan irigasi dan sumber mata air, pemulihan jalan produksi, serta dukungan permodalan dengan bunga rendah atau tanpa bunga bagi kelompok masyarakat yang benar-benar terdampak.</p>
<p dir="ltr">Selain itu, perlu dipikirkan mekanisme pemasaran dan jaminan penyerapan hasil pertanian agar masyarakat tidak hanya mampu kembali menanam, tetapi juga memiliki kepastian bahwa hasil produksinya dapat dijual dengan harga yang layak.</p>
<p dir="ltr">Bantuan pangan tetap penting dalam masa tanggap darurat, tetapi sifatnya hanya sementara. Jika sebuah keluarga menerima bantuan beras selama beberapa bulan, namun kebun, ternak, atau sumber penghasilannya tidak kembali pulih, maka setelah bantuan tersebut berhenti, keluarga akan kembali menghadapi persoalan ekonomi yang sama.</p>
<p dir="ltr">Sebaliknya, apabila petani dibantu memperoleh benih, alat produksi, akses air, modal, serta pasar, bantuan tersebut akan menciptakan manfaat yang lebih berkelanjutan karena masyarakat dapat kembali menghasilkan pendapatan sendiri.</p>
<p>Karena itu, ukuran keberhasilan pemulihan ekonomi Flores seharusnya bukan hanya berapa banyak bantuan yang telah dibagikan, tetapi juga berapa banyak petani yang kembali menanam, peternak yang kembali berproduksi, nelayan yang kembali melaut, dan keluarga yang kembali memiliki sumber pendapatan yang stabil.</p>
<p dir="ltr">Dengan pendekatan tersebut, pemulihan pascagempa tidak hanya memenuhi kebutuhan masyarakat hari ini, tetapi juga membantu membangun kembali kemandirian ekonomi keluarga dalam jangka panjang.</p>
<p><strong>5. GENERASI MUDA FLORES HARUS MENJADI PELAKU UTAMA DALAM PEMBANGUNAN KEMBALI</strong></p>
<p dir="ltr">Pemulihan pascagempa Flores harus menjadi momentum untuk memberikan ruang yang lebih besar kepada generasi muda Flores sebagai pelaku utama dalam proses pembangunan kembali daerahnya.</p>
<p dir="ltr">Anak muda tidak seharusnya hanya dilibatkan sebagai relawan pembagi bantuan atau tenaga pendukung dalam kegiatan darurat, tetapi perlu diberikan kesempatan untuk memperoleh keterampilan, pekerjaan, dan pengalaman yang secara langsung berkaitan dengan kebutuhan rekonstruksi dan pemulihan ekonomi.</p>
<p dir="ltr">Dengan cara ini, proses pembangunan kembali Flores tidak hanya memperbaiki kerusakan fisik, tetapi juga sekaligus membangun kapasitas sumber daya manusia lokal.</p>
<p dir="ltr">Pemerintah dapat membentuk program khusus seperti “Pemuda Flores Bangkit” yang memberikan pelatihan singkat dan praktis kepada generasi muda dalam berbagai bidang yang dibutuhkan selama masa pemulihan.</p>
<p dir="ltr">Pelatihan tersebut dapat mencakup keterampilan konstruksi rumah tahan gempa, pertukangan bersertifikat, instalasi listrik, pemasangan energi surya, perbaikan jaringan air bersih, mekanisasi pertanian, pengolahan hasil pangan, digital marketing untuk UMKM, pemetaan wilayah menggunakan drone, administrasi bantuan bencana, hingga kewirausahaan.</p>
<p dir="ltr">Keterampilan tersebut bukan hanya dibutuhkan selama masa rekonstruksi, tetapi juga dapat menjadi bekal pekerjaan dan usaha bagi anak muda setelah proses pemulihan selesai. Pendekatan ini juga penting untuk menciptakan lapangan kerja baru bagi generasi muda Flores.</p>
<p dir="ltr">Dana rekonstruksi yang besar sebaiknya tidak hanya digunakan untuk membeli material dan mendatangkan tenaga kerja dari luar daerah, tetapi juga dimanfaatkan untuk membangun keterampilan dan menyerap tenaga kerja lokal.</p>
<p dir="ltr">Prinsip yang perlu dikedepankan adalah latih orang Flores, pekerjakan orang Flores, dan berikan upah kepada orang Flores sejauh kompetensi dan kebutuhan pekerjaan memungkinkan.</p>
<p>Dengan demikian, dana pemulihan tidak hanya menghasilkan rumah, jalan, fasilitas umum, dan infrastruktur baru, tetapi juga menciptakan tenaga kerja terampil, membuka peluang usaha, serta meningkatkan pendapatan keluarga.</p>
<p dir="ltr">Ketika upah dan penghasilan tersebut diterima oleh masyarakat lokal dan kemudian dibelanjakan kembali di Flores, uang rekonstruksi akan terus berputar di dalam perekonomian daerah.</p>
<p dir="ltr">Inilah yang akan membuat proses pemulihan menjadi lebih kuat, inklusif, dan berkelanjutan, karena masyarakat Flores tidak hanya menjadi penerima bantuan, tetapi juga menjadi subjek utama dalam membangun kembali masa depan daerahnya sendiri.</p>
<p><strong>6. UTAMAKAN BELANJA DI FLORES AGAR BANTUAN SEKALIGUS MENGGERAKKAN EKONOMI LOKAL</strong></p>
<p>Dalam tahap tanggap darurat, mendatangkan logistik dan berbagai kebutuhan dari luar Flores tentu dapat dilakukan apabila persediaan lokal tidak mencukupi atau kebutuhan harus dipenuhi dengan sangat cepat.</p>
<p dir="ltr">Namun ketika memasuki tahap pemulihan dan rekonstruksi, pendekatannya perlu mulai diarahkan pada prinsip bahwa bantuan untuk Flores sebisa mungkin juga harus menghidupkan perekonomian Flores.</p>
<p dir="ltr">Artinya, apabila barang, bahan, atau jasa yang dibutuhkan tersedia di Flores dengan jumlah, kualitas, dan harga yang wajar, maka pengadaannya sebaiknya diprioritaskan dari pelaku usaha lokal.</p>
<p>Berbagai kebutuhan seperti beras, telur, sayuran, ikan, air minum, bahan bangunan tertentu, bambu, kayu legal, batu, pasir, batako, makanan katering, perlengkapan sekolah, jasa angkutan, jasa pertukangan, serta kebutuhan lainnya sedapat mungkin dibeli dari petani, nelayan, koperasi, pedagang, UMKM, penyedia jasa, dan pengusaha lokal di Flores.</p>
<p dir="ltr">Barang dan material dari luar daerah baru perlu didatangkan apabila barang tersebut tidak tersedia di Flores, jumlahnya tidak mencukupi, kualitasnya tidak memenuhi persyaratan, atau terdapat perbedaan harga yang tidak wajar.</p>
<p>Pendekatan ini penting karena setiap rupiah yang dibelanjakan di Flores akan memberikan dampak ekonomi yang lebih luas.</p>
<p dir="ltr">Dana bantuan yang masuk ke toko lokal akan menggerakkan pemasok, membuka pekerjaan bagi sopir dan tenaga angkut, meningkatkan penjualan hasil pertanian dan perikanan, memberikan upah kepada tukang, serta menambah pendapatan keluarga.</p>
<p dir="ltr">Pendapatan tersebut kemudian kembali dibelanjakan di pasar dan usaha-usaha lokal sehingga menciptakan perputaran ekonomi yang lebih besar.</p>
<p dir="ltr">Inilah yang dikenal sebagai local economic multiplier, yaitu ketika satu pengeluaran dapat menghasilkan manfaat ekonomi berulang di dalam wilayah yang sama.</p>
<p>Sebagai ilustrasi, apabila sebagian besar dana rehabilitasi dan rekonstruksi dibelanjakan di luar Flores, maka manfaat ekonominya juga akan lebih banyak dinikmati oleh pelaku usaha di luar daerah.</p>
<p dir="ltr">Sebaliknya, apabila pengadaan barang dan jasa sebanyak mungkin dilakukan di Flores, maka dana pemulihan tidak hanya menghasilkan barang, material, dan pekerjaan yang dibutuhkan, tetapi juga membantu menjaga keberlangsungan usaha lokal, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta mempercepat perputaran ekonomi di daerah.</p>
<p dir="ltr">Dengan demikian, prinsip “beli di Flores jika tersedia di Flores” perlu menjadi salah satu kebijakan penting dalam proses pemulihan pascagempa.</p>
<p><strong>7. REKONSTRUKSI INFRASTRUKTUR HARUS MEMBANGUN FLORES YANG LEBIH TANGGUH</strong></p>
<p dir="ltr">Rekonstruksi pascagempa Flores tidak boleh hanya bertujuan mengembalikan kondisi seperti sebelum bencana, tetapi harus menjadi kesempatan untuk memperbaiki kelemahan infrastruktur yang selama ini ada sekaligus membangun fasilitas yang lebih aman dan tangguh terhadap bencana.</p>
<p dir="ltr">Gempa telah merusak berbagai sarana penting, bukan hanya rumah masyarakat, tetapi juga jalan, jembatan, sekolah, fasilitas kesehatan, jaringan listrik, telekomunikasi, rumah ibadah, kantor pemerintahan, serta berbagai fasilitas pelayanan publik lainnya.</p>
<p dir="ltr">Di Kabupaten Ngada, misalnya, tercatat ribuan rumah mengalami kerusakan dan sejumlah ruas jalan, fasilitas kesehatan, satuan pendidikan, kantor pemerintahan, serta rumah ibadah turut terdampak.</p>
<p dir="ltr">Kerusakan jalur transportasi juga menunjukkan betapa pentingnya infrastruktur bagi kehidupan masyarakat. Jalur Trans-Flores Ende–Bajawa sempat tertutup akibat longsoran, padahal jalur tersebut merupakan salah satu akses utama untuk mobilitas penduduk, distribusi bahan pangan, kegiatan perdagangan, pelayanan kesehatan, pendidikan, serta pergerakan barang dan jasa antardaerah.</p>
<p dir="ltr">Ketika jalan utama terputus, dampaknya tidak hanya berupa gangguan transportasi, tetapi juga dapat menyebabkan keterlambatan distribusi bantuan, kenaikan harga barang, terganggunya aktivitas ekonomi, serta semakin sulitnya masyarakat memperoleh pelayanan dasar.</p>
<p>Karena itu, pembangunan kembali infrastruktur perlu dilakukan berdasarkan skala prioritas yang langsung berkaitan dengan kehidupan dan pemulihan ekonomi masyarakat, seperti jalan desa, jalan produksi pertanian, jembatan, sarana air bersih, listrik, jaringan telekomunikasi dan internet, sekolah, puskesmas, pasar, serta fasilitas pelayanan publik lainnya.</p>
<p dir="ltr">Infrastruktur yang menghubungkan sentra pertanian, kawasan permukiman, pasar, pelabuhan, bandara, serta destinasi pariwisata juga perlu mendapat perhatian agar aktivitas ekonomi dapat kembali berjalan secara normal.</p>
<p dir="ltr">Yang tidak kalah penting, seluruh rumah, sekolah, gereja, masjid, fasilitas kesehatan, kantor pemerintahan, serta bangunan publik yang direkonstruksi harus menerapkan standar konstruksi tahan gempa dan memperhatikan kondisi geologi setempat.</p>
<p dir="ltr">Rekonstruksi harus disertai pengawasan kualitas bangunan, pemilihan material yang sesuai, serta peningkatan pengetahuan masyarakat dan tenaga konstruksi lokal mengenai teknik bangunan tahan gempa.</p>
<p dir="ltr">Dengan demikian, pembangunan pascagempa tidak hanya mengganti bangunan yang rusak, tetapi juga mengurangi risiko korban dan kerugian apabila bencana serupa terjadi di masa mendatang.</p>
<p dir="ltr">Pemulihan infrastruktur pada akhirnya harus diarahkan untuk menciptakan Flores yang lebih aman, lebih terhubung, dan lebih siap menghadapi bencana. Keberhasilan rekonstruksi tidak cukup diukur dari seberapa cepat jalan, rumah, sekolah, atau fasilitas umum selesai dibangun, tetapi juga dari seberapa kuat dan aman infrastruktur tersebut melindungi masyarakat serta mendukung kehidupan sosial dan ekonomi dalam jangka panjang.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Gempa Flores: Djafar Ahmad Gandeng Korporasi Nasional Salurkan Ribuan Paket Sembako untuk Warga Ende</title>
		<link>https://redaksi76.com/berita/gempa-flores-djafar-ahmad-gandeng-korporasi-nasional-salurkan-ribuan-paket-sembako-untuk-warga-ende/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi76.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 29 Aug 2026 05:44:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Djafar Ahmad]]></category>
		<category><![CDATA[Gandeng Korporasi Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Gempa Flores]]></category>
		<category><![CDATA[Salurkan Ribuan Paket Sembako]]></category>
		<category><![CDATA[untuk Warga Ende]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://redaksi76.com/?p=11186</guid>

					<description><![CDATA[Redaksi76.com &#124;&#124; Ende &#8211; Kepedulian terhadap masyarakat terdampak gempa bumi yang mengguncang Pulau Flores terus...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr"><strong><a href="http://Redaksi76.com" target="_blank" rel="noopener">Redaksi76.com</a> || Ende &#8211;</strong> Kepedulian terhadap masyarakat terdampak gempa bumi yang mengguncang Pulau Flores terus mengalir.</p>
<p dir="ltr">Di tengah situasi pemulihan pascabencana, mantan Bupati Ende, H. Djafar Ahmad, mengambil langkah konkret dengan membangun kolaborasi bersama korporasi nasional untuk mempercepat penyaluran bantuan kemanusiaan kepada warga terdampak di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur.</p>
<p dir="ltr">Djafar menjalin komunikasi langsung dengan CEO PT Jababeka sekaligus perwakilan Cikarang Atlet Muslim (CAM), Setyono Djunaidi, guna menghimpun dukungan logistik bagi masyarakat yang membutuhkan.</p>
<p dir="ltr">“Saya berkomunikasi dengan CEO perusahaan Pak Setyono, dan bersyukur ada respons baik untuk memberikan bantuan sembako untuk korban gempa Flores,” ujar Djafar Ahmad di Ende, Sabtu (29/8/2026).</p>
<p dir="ltr">Menurut Djafar, bantuan tersebut merupakan wujud tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR) yang diarahkan secara khusus untuk membantu masyarakat terdampak bencana.</p>
<p dir="ltr">Ia menyebut kedekatannya sebagai alumni PT Jababeka turut membuka ruang komunikasi dan kolaborasi dalam mendorong respons kemanusiaan tersebut.</p>
<p dir="ltr"><strong>Berbasis Data BNPB</strong></p>
<p dir="ltr">Djafar menegaskan, distribusi bantuan tidak dilakukan secara seremonial, melainkan berbasis kebutuhan di lapangan.</p>
<p dir="ltr">Penyaluran dipetakan dengan mengacu pada data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sehingga bantuan diharapkan benar-benar menjangkau masyarakat yang paling membutuhkan.</p>
<p dir="ltr">“Bantuan ini murni dari perusahaan untuk korban gempa. Kita akan serahkan di Kecamatan Ende, Nangapanda, Maukaro, dan Wolowaru sesuai data dari BNPB agar tepat sasaran,” katanya.</p>
<p dir="ltr">Sebagai penanggung jawab lapangan, Djafar memastikan ribuan paket sembako telah disiapkan untuk didistribusikan secara bertahap.</p>
<p dir="ltr">Bantuan tersebut berisi sejumlah kebutuhan pokok masyarakat, antara lain beras, minyak goreng, gula, susu, dan mi instan.</p>
<p dir="ltr">Distribusi mulai dilakukan pada Sabtu (29/8/2026) dengan melibatkan tim relawan yang telah berada di sejumlah titik sasaran. Penyaluran akan berlangsung hingga seluruh kuota bantuan terserap oleh masyarakat terdampak.</p>
<p dir="ltr">“Paket sembako ada ribuan paket. Kita salurkan mulai hari ini dan tim relawan kita sudah ada di lapangan,” tegasnya.</p>
<p dir="ltr"><strong>Bersatu Peduli, Bangkit Bersama</strong></p>
<p dir="ltr">Bagi Djafar, penanganan bencana bukan semata persoalan distribusi logistik, melainkan juga tentang menghadirkan solidaritas sosial ketika masyarakat berada dalam situasi paling sulit.</p>
<p dir="ltr">Melalui semangat “Bersatu Peduli, Bangkit Bersama”, ia berharap dukungan yang diberikan dapat menjadi bagian dari ikhtiar kolektif untuk mempercepat pemulihan kehidupan masyarakat Flores setelah bencana.</p>
<p dir="ltr">“Kepada semua saudara-saudara korban terdampak, semoga ini bisa meringankan beban dan segera bangkit,” pungkas Djafar.</p>
<p dir="ltr">Kolaborasi antara unsur masyarakat, relawan, dan dunia usaha tersebut sekaligus memperlihatkan pentingnya sinergi lintas sektor dalam merespons situasi kebencanaan.</p>
<p dir="ltr">Di tengah kebutuhan pemulihan yang tidak sederhana, kecepatan, ketepatan sasaran, dan keberlanjutan bantuan menjadi faktor penting agar masyarakat terdampak dapat kembali menata kehidupan mereka.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pascagempa Flores, Kapolda NTT Salurkan Bantuan Rp100 Juta untuk Pemulihan Rumah Ibadah di Ende</title>
		<link>https://redaksi76.com/berita/pascagempa-flores-kapolda-ntt-salurkan-bantuan-rp100-juta-untuk-pemulihan-rumah-ibadah-di-ende/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi76.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 29 Aug 2026 01:40:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Kapolda NTT]]></category>
		<category><![CDATA[Pascagempa Flores]]></category>
		<category><![CDATA[Salurkan Bantuan Rp100 Juta]]></category>
		<category><![CDATA[untuk Pemulihan Rumah Ibadah di Ende]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://redaksi76.com/?p=11182</guid>

					<description><![CDATA[Redaksi76.com &#8211; Kepedulian terhadap masyarakat terdampak gempa bumi di Pulau Flores terus ditunjukkan Kepolisian Daerah...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr"><strong><a href="http://Redaksi76.com" target="_blank" rel="noopener">Redaksi76.com</a> &#8211;</strong> Kepedulian terhadap masyarakat terdampak gempa bumi di Pulau Flores terus ditunjukkan Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Polda NTT).</p>
<p dir="ltr">Di tengah proses pemulihan pascabencana, Kapolda NTT Irjen Pol. Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si., turun langsung memastikan dukungan kemanusiaan menjangkau masyarakat dan fasilitas publik yang terdampak.</p>
<p dir="ltr">Pada Jumat (28/8/2026), Kapolda NTT bersama jajaran menyambangi Istana Uskup Agung Ende di Nuaguta, Kelurahan Onelako, Kecamatan Ndona.</p>
<p dir="ltr">Kunjungan tersebut menjadi bagian dari rangkaian aksi bakti sosial sekaligus silaturahmi untuk memperkuat sinergi antara kepolisian, tokoh agama, dan masyarakat dalam menghadapi dampak gempa yang mengguncang sejumlah wilayah Flores pada pertengahan Agustus lalu.</p>
<p dir="ltr">Kapolda didampingi Kapolres Ende, para Pejabat Utama Polda NTT, serta jajaran Bhayangkari. Rombongan disambut Uskup Agung Ende Mgr. Paulus Budi Kleden SVD bersama para imam komunitas Keuskupan Agung Ende.</p>
<p dir="ltr">Dalam kesempatan tersebut, Polda NTT menyerahkan bantuan bahan kebutuhan pokok serta donasi senilai Rp100 juta untuk mendukung pemulihan sarana ibadah yang terdampak gempa. Bantuan tersebut secara simbolis diserahkan oleh Kapolres Ende.</p>
<p dir="ltr">Kapolda NTT menegaskan, jajaran kepolisian di wilayah yang terdampak bencana telah diarahkan untuk mengambil peran aktif dalam proses pemulihan. Langkah tersebut tidak semata berorientasi pada aspek keamanan, tetapi juga menyentuh kebutuhan kemanusiaan masyarakat yang terdampak langsung.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Seluruh jajaran kepolisian di kabupaten terdampak telah kami instruksikan untuk turun langsung membantu masyarakat. Personel tidak hanya membantu pembersihan rumah warga dan fasilitas pendidikan, tetapi juga ikut mendorong percepatan pemulihan tempat-tempat ibadah,&#8221; ujar Kapolda NTT.</p>
<p dir="ltr">Menurutnya, bantuan yang disalurkan kepada Keuskupan Agung Ende merupakan hasil donasi sukarela dari personel Polda NTT. Bantuan itu diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya mempercepat renovasi sejumlah gereja yang mengalami kerusakan akibat gempa.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Harapannya, dukungan ini dapat mempercepat proses pemulihan gereja-gereja yang terdampak, sehingga aktivitas keagamaan masyarakat di tujuh kabupaten terdampak di Pulau Flores dapat kembali berjalan secara normal,&#8221; katanya.</p>
<p dir="ltr">Kapolda juga meminta masyarakat tidak ragu melaporkan apabila masih terdapat wilayah yang terisolasi atau masyarakat yang belum mendapatkan bantuan. Polda NTT, kata dia, akan mengerahkan sumber daya yang tersedia untuk memastikan penanganan pascabencana berlangsung cepat dan menyeluruh.</p>
<p dir="ltr"><strong>Dukungan Moral bagi Keuskupan dan Umat</strong></p>
<p dir="ltr">Uskup Agung Ende Mgr. Paulus Budi Kleden SVD menyampaikan apresiasi atas perhatian dan respons cepat jajaran Polda NTT dalam membantu masyarakat menghadapi dampak gempa.</p>
<p dir="ltr">Kehadiran langsung Kapolda NTT di sejumlah lokasi terdampak, termasuk peninjauan terhadap gereja yang mengalami kerusakan berat di wilayah Ndona, dinilai memberikan dukungan moral yang berarti bagi Keuskupan Agung Ende dan umat Katolik di wilayah tersebut.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Kami sangat mengapresiasi dan bersyukur atas kunjungan serta bantuan dari Bapak Kapolda NTT dan seluruh personel Polda NTT. Dukungan ini membuat kami tidak merasa berjalan sendirian dalam menghadapi masa-masa sulit ini,&#8221; ungkap Mgr. Paulus Budi Kleden.</p>
<p dir="ltr">Keuskupan Agung Ende sendiri telah membentuk posko keuskupan sebagai pusat koordinasi penanganan warga terdampak bencana.</p>
<p dir="ltr">Kehadiran personel kepolisian yang turut membantu membersihkan puing-puing bangunan gereja dan kapela yang mengalami kerusakan dinilai memberikan manfaat nyata dalam mempercepat proses pemulihan.</p>
<p dir="ltr">Di tengah kondisi sejumlah bangunan gereja yang masih mengalami retakan akibat guncangan gempa, Keuskupan Agung Ende juga mengambil langkah mitigasi dengan mengimbau para romo dan pastor paroki untuk sementara melaksanakan Misa dan kegiatan peribadatan di ruang terbuka.</p>
<p dir="ltr">Kebijakan tersebut ditempuh sebagai bentuk kehati-hatian sekaligus prioritas terhadap keselamatan umat, sembari menunggu kondisi bangunan dinyatakan aman untuk kembali digunakan.</p>
<p dir="ltr">Polisi Hadir di Tengah Pemulihan<br />
Respons Polda NTT terhadap bencana Flores memperlihatkan bahwa penanganan pascabencana tidak berhenti pada distribusi bantuan.</p>
<p dir="ltr">Kehadiran aparat di lapangan menjadi bagian dari upaya membangun kembali rasa aman sekaligus mempercepat pemulihan fasilitas yang memiliki nilai sosial dan spiritual bagi masyarakat.</p>
<p dir="ltr">Sinergi antara kepolisian, Keuskupan Agung Ende, tokoh agama, dan masyarakat pun menjadi modal penting dalam melewati fase pemulihan.</p>
<p dir="ltr">Bagi masyarakat yang tengah menghadapi dampak bencana, kehadiran negara tidak hanya diukur dari besarnya bantuan yang diberikan, tetapi juga dari seberapa cepat aparat hadir ketika masyarakat membutuhkan.</p>
<p dir="ltr">Polda NTT memastikan komitmen tersebut terus dijaga, dengan menempatkan keselamatan masyarakat dan percepatan pemulihan sebagai bagian penting dari tugas kemanusiaan kepolisian.</p>
<p dir="ltr">Keuskupan Agung Ende turut mendoakan agar seluruh personel Polda NTT senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, dan perlindungan Tuhan dalam menjalankan tugas kemanusiaan serta pelayanan kepada masyarakat.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pascagempa Flores, Polres Ende Salurkan Sembako dan Gelar Trauma Healing untuk Warga Demulaka</title>
		<link>https://redaksi76.com/berita/pascagempa-flores-polres-ende-salurkan-sembako-dan-gelar-trauma-healing-untuk-warga-demulaka/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi76.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 28 Aug 2026 01:26:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Pascagempa Flores]]></category>
		<category><![CDATA[Polres Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Salurkan Sembako dan Gelar Trauma Healing]]></category>
		<category><![CDATA[untuk Warga Demulaka]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://redaksi76.com/?p=11178</guid>

					<description><![CDATA[Redaksi76.com &#124;&#124; Ende &#8211; Kepolisian Resor (Polres) Ende, Polda Nusa Tenggara Timur (NTT), turun langsung...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr"><strong><a href="http://Redaksi76.com" target="_blank" rel="noopener">Redaksi76.com</a> || Ende &#8211;</strong> Kepolisian Resor (Polres) Ende, Polda Nusa Tenggara Timur (NTT), turun langsung membantu warga terdampak gempa bumi di Desa Demulaka, Kecamatan Ndona Timur, Kabupaten Ende, Kamis (27/8/2026).</p>
<p dir="ltr">Selain menyalurkan bantuan sosial berupa sembako, kepolisian menggelar pemeriksaan kesehatan dan trauma healing bagi warga, khususnya anak-anak yang masih mengalami kecemasan setelah gempa mengguncang wilayah Flores.</p>
<p dir="ltr">Kegiatan yang berlangsung di Dusun Keudoa sejak pukul 14.45 Wita itu dipimpin Kapolres Ende AKBP Yudhi Franata, S.I.K., M.H., M.Tr.Opsla., didampingi Pamatwil Kabidkum Polda NTT.</p>
<p dir="ltr">Tim trauma healing melibatkan Kabag Psikologi Polda NTT Kompol Dwi Chrismawan, S.Psi., M.Psi., Psikolog, Paur Subbagpsipers Polda Jatim Iptu Ellan Wahyudi, S.Psi., Psikolog, empat personel Psikologi Polda Jatim, serta dua personel konselor Polres Ende.</p>
<p dir="ltr">Anak-anak diajak mengikuti permainan edukatif dan aktivitas interaktif. Pendekatan tersebut dilakukan untuk membantu mengurangi kecemasan sekaligus memulihkan kondisi emosional mereka setelah mengalami guncangan gempa.</p>
<p dir="ltr">Kapolres Ende AKBP Yudhi Franata mengatakan, berdasarkan pemantauan di lapangan, masih terdapat warga yang mengalami kekhawatiran untuk kembali tinggal di dalam rumah meski gempa utama telah berlalu.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Fokus utama kami saat ini adalah memberikan imbauan dan edukasi agar masyarakat tenang, tidak panik, serta merasa aman untuk kembali tinggal dan beraktivitas di dalam rumah. Gempa-gempa susulan kecil sudah jauh berkurang dan situasi dipastikan aman,&#8221; ujar Yudhi.</p>
<p dir="ltr">Salurkan 1.000 Paket Sembako<br />
Dalam kegiatan tersebut, Polres Ende juga menyalurkan bantuan sembako dari Ibu Kapolri kepada masyarakat terdampak gempa.</p>
<p dir="ltr">Secara keseluruhan, sebanyak 1.000 paket sembako disalurkan. Rinciannya, 443 paket untuk masyarakat di Kecamatan Wewaria, 500 paket untuk Kecamatan Wolowaru dan Maurole, serta 50 paket untuk warga Desa Demulaka, Kecamatan Ndona Timur.</p>
<p dir="ltr">Menurut Yudhi, seluruh bantuan telah disalurkan dan diterima masyarakat yang membutuhkan.</p>
<p dir="ltr">Selain bantuan pangan, pelayanan kesehatan dan pendampingan psikologis juga terus dilakukan melalui koordinasi Polres Ende, jajaran Polsek, pemerintah kecamatan dan desa, serta tokoh masyarakat.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Kegiatan hari ini kami menerjunkan Tim Trauma Healing serta Tim Dokkes yang didukung tim bantuan dari Polda Jatim, Polda NTB, dan Polda Bali. Tujuan utamanya adalah membantu memulihkan kondisi psikologis warga terdampak agar trauma dapat teratasi,&#8221; kata Yudhi.</p>
<p dir="ltr">Ia berharap pendampingan tersebut dapat membantu masyarakat kembali menjalankan aktivitas sehari-hari tanpa kecemasan berlebihan terhadap kemungkinan gempa susulan.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Kami berharap melalui kegiatan trauma healing dan bakti kesehatan ini, masyarakat dapat kembali beraktivitas normal tanpa ada rasa cemas berlebih. Mari kita lewati musibah ini bersama-sama. Polres Ende akan selalu ada mendampingi masyarakat,&#8221; ujarnya.</p>
<p dir="ltr">Warga Apresiasi Bantuan<br />
Bantuan sembako yang diberikan kepolisian disambut antusias warga Dusun Keudoa.</p>
<p dir="ltr">Robertus Lima, perwakilan warga, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada jajaran kepolisian yang telah memberikan bantuan di tengah kondisi sulit pascagempa.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Kami warga masyarakat Dusun Keudoa menyampaikan terima kasih banyak kepada pihak kepolisian yang telah membantu kami melalui bantuan sosial berupa sembako,&#8221; kata Robertus.</p>
<p dir="ltr">Kegiatan kemanusiaan tersebut ditutup sekitar pukul 16.15 Wita. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, lancar, dan kondusif.</p>
<p dir="ltr">Kehadiran aparat di tengah warga terdampak menjadi bagian dari upaya pemulihan pascabencana, tidak hanya melalui bantuan kebutuhan dasar, tetapi juga pendampingan kesehatan dan psikologis bagi masyarakat.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Saat Rumah Retak dan Harapan Goyah, PLN Nusantara Power Services Datang Membawa Cahaya di tiga Desa</title>
		<link>https://redaksi76.com/feature/saat-rumah-retak-dan-harapan-goyah-pln-nusantara-power-services-datang-membawa-cahaya-di-tiga-desa/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi76.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 27 Aug 2026 17:48:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Feature]]></category>
		<category><![CDATA[Datang Membawa Cahaya]]></category>
		<category><![CDATA[di tiga Desa]]></category>
		<category><![CDATA[PLN Nusantara Power Cervices]]></category>
		<category><![CDATA[Saat Rumah Retak dan Harapan Goyah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://redaksi76.com/?p=11168</guid>

					<description><![CDATA[Redaksi76.com &#124;&#124; Ende &#8211; Ada hari ketika bumi tidak lagi terasa seperti rumah. Pada 15...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr"><strong><a href="http://Redaksi76.com" target="_blank" rel="noopener">Redaksi76.com</a> || Ende &#8211;</strong> Ada hari ketika bumi tidak lagi terasa seperti rumah. Pada 15 Agustus 2026, tanah Flores berguncang dengan kekuatan magnitudo 7,7. Dalam hitungan detik, ketenangan berubah menjadi kepanikan.</p>
<p dir="ltr">Dinding-dinding yang selama ini menjadi pelindung keluarga mulai retak. Sebagian rumah kehilangan keteguhannya. Dan di antara debu serta puing, banyak warga harus menatap hari esok dengan hati yang belum sepenuhnya pulih.</p>
<p dir="ltr">Gempa memang telah pergi.<br />
Tetapi ia meninggalkan sunyi yang panjang. Meninggalkan rumah-rumah yang terluka, meninggalkan kecemasan di dada, dan meninggalkan pekerjaan besar bagi mereka yang ingin kembali berdiri.</p>
<p dir="ltr">Namun, di tempat di mana bumi pernah mengguncang, manusia justru menunjukkan bahwa hati masih mampu saling menguatkan.</p>
<p dir="ltr">Pada Kamis (27/8/2026) sore, sebuah kepedulian tiba di Desa Uludala, Keliwumbu, dan Ranokolo, Kecamatan Maurole, Kabupaten Ende.</p>
<p dir="ltr">PT PLN Nusantara Power Services datang bukan dengan gemuruh, melainkan dengan sesuatu yang sederhana: 48 paket sembako untuk warga terdampak gempa.</p>
<p dir="ltr">Direktur Utama PT PLN Nusantara Power Services, Jakfar Sadiq, didampingi manajer O&amp;M dan jajaran manajemen PLTU Ropa, menyerahkan bantuan tersebut secara simbolis kepada masyarakat. Masing-masing desa menerima 16 paket.</p>
<p dir="ltr">Empat puluh delapan paket mungkin bukan angka yang besar. Tetapi di balik setiap paket ada pesan yang jauh lebih besar dari isinya: bahwa ketika sebagian orang sedang kehilangan tempat berpijak, masih ada tangan yang bersedia menjadi tempat bersandar.</p>
<p dir="ltr"><strong>Ketika Bumi Diam, Luka Masih Berbicara</strong></p>
<p dir="ltr">Gempa hanya membutuhkan beberapa detik untuk mengguncang tanah. Tetapi pemulihan membutuhkan hari, bulan, bahkan mungkin waktu yang lebih panjang.<br />
Sebab setelah suara gemuruh menghilang, kehidupan tetap mengetuk pintu.</p>
<p dir="ltr">Dapur harus kembali mengepul.<br />
Anak-anak harus kembali bermain.<br />
Orang tua harus kembali bekerja.<br />
Dan rumah-rumah yang terluka harus perlahan disembuhkan. Di situlah bantuan menjadi berarti.</p>
<p dir="ltr">Bukan karena ia mampu menghapus seluruh penderitaan, melainkan karena ia memberikan sedikit ruang bagi warga untuk menarik napas.</p>
<p dir="ltr">Sedikit makanan untuk menguatkan tubuh. Sedikit perhatian untuk menguatkan hati. Dan sedikit cahaya agar perjalanan menuju pemulihan tidak sepenuhnya gelap.</p>
<p dir="ltr">“Bantuan yang kami berikan berupa paket sembako. Setiap desa mendapatkan 16 paket, sehingga total untuk tiga desa sebanyak 48 paket bantuan,” ujar Sadiq.</p>
<p dir="ltr">Ia berharap bantuan tersebut dapat meringankan kebutuhan warga dalam menjalani masa pemulihan pascagempa.</p>
<p dir="ltr">“Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban keseharian masyarakat dalam masa pemulihan pascagempa,” katanya.</p>
<p dir="ltr">Sebab Rumah Adalah Sebuah Ingatan</p>
<p dir="ltr">Ada sesuatu yang lebih dalam dari sekadar bangunan ketika sebuah rumah rusak. Rumah adalah tempat pulang. Di sana, seorang ibu menunggu. Seorang ayah menyimpan lelah. Anak-anak menanam mimpi. Dan keluarga menaruh doa-doa mereka di setiap sudutnya.</p>
<p dir="ltr">Maka ketika dinding rumah retak, yang retak bukan hanya semen dan bata.<br />
Kadang-kadang, rasa aman ikut pecah bersama debu yang jatuh dari langit-langit.</p>
<p dir="ltr">Karena itu, kepedulian PLN Nusantara Power Services tidak berhenti pada sembako. Perusahaan juga menyatakan komitmen untuk membantu menyediakan bahan bangunan bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat.</p>
<p dir="ltr">“Hari ini kami memberikan sembako. Namun, kami berkomitmen ke depan untuk membantu menyediakan bahan bangunan bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat,” tegas Sadiq.</p>
<p dir="ltr">Barangkali sebuah sak semen terlihat biasa. Selembar seng mungkin tampak sederhana. Sebatang kayu mungkin tidak memiliki arti besar bagi sebagian orang.</p>
<p dir="ltr">Namun bagi keluarga yang rumahnya kehilangan kekuatan, semua itu bisa menjadi awal untuk membangun kembali tempat pulang.</p>
<p dir="ltr">Bata demi bata, rumah akan berdiri.<br />
Hari demi hari, luka akan mengering.<br />
Dan perlahan, kehidupan akan menemukan jalannya kembali.<br />
Kepedulian Tidak Pernah Berhitung dengan Angka</p>
<p dir="ltr">Sadiq berharap masyarakat tidak menilai bantuan hanya dari nominal.<br />
Sebab ada sesuatu yang tidak bisa dibeli dengan uang dan tidak bisa ditimbang dengan angka.</p>
<p dir="ltr">Namanya kepedulian.<br />
Ia tidak selalu hadir dalam jumlah besar. Kadang ia hanya berupa seseorang yang datang. Duduk di antara mereka yang sedang berduka.<br />
Mengulurkan tangan. Dan berkata tanpa banyak kata:</p>
<p dir="ltr">“Kami tidak membiarkan kalian sendiri.”</p>
<p dir="ltr">“Kami berharap masyarakat tidak melihat bantuan ini dari nilai yang kami berikan. Ini adalah wujud kepedulian dan solidaritas kami kepada warga yang terdampak gempa,” tutup Sadiq.</p>
<p dir="ltr">Di Atas Tanah yang Pernah Berguncang, kini Flores sedang belajar berdiri kembali. Mungkin langkahnya belum tegap. Mungkin jalannya masih dipenuhi puing. Mungkin masih ada malam ketika warga terbangun karena teringat suara bumi yang pernah bergemuruh.</p>
<p dir="ltr">Tetapi harapan selalu punya cara untuk tumbuh di tempat yang paling sulit. Ia tumbuh dari gotong royong.<br />
Dari tangan-tangan yang saling menggenggam. Dari bantuan yang datang tanpa banyak suara.</p>
<p dir="ltr">Dari keyakinan bahwa setiap keruntuhan bukanlah akhir dari segalanya. Sebab rumah yang roboh dapat dibangun kembali.<br />
Dinding yang retak dapat diperbaiki.<br />
Tetapi satu hal harus dijaga agar tidak ikut runtuh: <strong>harapan</strong>.</p>
<p dir="ltr">Gempa boleh mengguncang Flores.<br />
Puing boleh memenuhi halaman.<br />
Retakan boleh membelah dinding.<br />
Tetapi selama hati manusia masih menyimpan kepedulian, Flores tidak pernah benar-benar kehilangan cahaya.</p>
<p dir="ltr">Dan mungkin, dari sinilah kebangkitan itu bermula. Bukan dari bangunan yang paling tinggi. Bukan dari bantuan yang paling besar. Tetapi dari satu tangan yang terulur kepada tangan lain. Dari satu hati yang berkata kepada hati yang sedang terluka:</p>
<p dir="ltr">“Mari kita bangun kembali. Pelan-pelan. Bersama-sama.”</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dirut Utama PLN Nusantara Power Services Kunjungi PLTU Ropa, Pastikan Pasokan Listrik Bagi Masyarakat Pascagempa Tetap Handal </title>
		<link>https://redaksi76.com/berita/dirut-utama-pln-nusantara-power-services-kunjungi-pltu-ropa-pastikan-pasokan-listrik-bagi-masyarakat-pascagempa-tetap-handal/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi76.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 27 Aug 2026 09:53:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Dirut Utama PLN Nusantara Power Service]]></category>
		<category><![CDATA[Kunjungi PLTU Ropa]]></category>
		<category><![CDATA[Pascagempa Flores]]></category>
		<category><![CDATA[Pastikan Pasokan Listrik Bagi Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[Tetap Handal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://redaksi76.com/?p=11162</guid>

					<description><![CDATA[Redaksi76.com &#124;&#124; Ende &#8211; Direktur Utama PT PLN Nusantara Power Services (NP Services), Jakfar Sadiq,...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr"><strong><a href="http://Redaksi76.com" target="_blank" rel="noopener">Redaksi76.com</a> || Ende &#8211;</strong> Direktur Utama PT PLN Nusantara Power Services (NP Services), Jakfar Sadiq, mengunjungi Unit Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Ropa di Desa Keliwumbu, Kecamatan Maurole, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, Kamis (27/8/2026).</p>
<p dir="ltr">Dalam kunjungan tersebut, Jakfar Sadiq didampingi Direktur Operasi dan Pemeliharaan (O&amp;M) PT PLN Nusantara Power Service, Maryono.</p>
<p dir="ltr">Keduanya melakukan rapat internal bersama jajaran manajemen PLTU Ropa untuk memastikan kesiapan operasional pembangkit dalam mendukung keandalan sistem kelistrikan di wilayah Flores.</p>
<p dir="ltr">Usai rapat, Sadiq bersama manajemen PLTU Ropa melakukan peninjauan langsung ke sejumlah fasilitas utama pembangkit. Monitoring meliputi unit pembangkit utama, fasilitas bahan bakar dan air, serta sistem kontrol dan distribusi.</p>
<p dir="ltr">Sadiq mengatakan, kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya memastikan periode siaga penyediaan listrik berjalan optimal, sehingga kebutuhan listrik masyarakat tetap dapat terpenuhi secara andal.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Jadi salah satu tujuan kami datang ke PLTU Ropa adalah untuk memastikan kontinuitas pasokan listrik bagi masyarakat tersedia dengan baik dan lancar,&#8221; ujar Sadiq saat ditemui di pelataran Kantor Administrasi PLTU Ropa.</p>
<p dir="ltr">Menurutnya, keandalan pasokan listrik menjadi semakin penting di tengah kondisi masyarakat Flores yang masih menjalani masa pemulihan setelah gempa bumi yang terjadi pada 15 Agustus 2026.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Kedatangan kami hari ini juga ada kaitannya dengan musibah gempa yang menimpa Flores. Kami datang untuk turut berempati dan turut berdukacita atas duka yang menimpa warga Flores. Kita mendoakan agar tidak ada lagi gempa di kemudian hari,&#8221; katanya.</p>
<p dir="ltr">Selain memastikan kesiapan pembangkit, Sadiq menyebut kunjungan tersebut juga menjadi momentum bagi jajaran PLN Nusantara Power Services untuk berkomunikasi dan berinteraksi dengan masyarakat yang terdampak gempa di sejumlah wilayah sekitar PLTU Ropa.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Kami menyadari benar bahwa saat ini masyarakat sedang merasakan kesulitan pascagempa. Oleh karena itu, sebentar kami ada kegiatan sosial di beberapa lokasi,&#8221; ujarnya.</p>
<p dir="ltr">Sadiq menegaskan, manajemen PLTU Ropa harus terus menjaga kesiapan pembangkit dan menjamin pasokan listrik bagi masyarakat, terutama selama proses pemulihan pascabencana.</p>
<p dir="ltr">Sementara itu, Manager PLTU Ropa, Ekoseptianto, menegaskan komitmen pihaknya untuk menjaga keandalan pembangkit sekaligus memastikan kebutuhan listrik masyarakat tetap terpenuhi.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Kami pastikan pasokan listrik akan tersedia dengan baik dan lancar,&#8221; tegas Ekoseptianto.</p>
<p dir="ltr">Kunjungan tersebut sekaligus menjadi bagian dari penguatan kesiapan operasional PLTU Ropa dalam mendukung kontinuitas pasokan listrik di Flores, khususnya dalam situasi pemulihan masyarakat pascagempa.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Camat Wewaria dan Anggota DPRD Respon Keluhan Warga Terdampak Gempa di Kelitembu Yang Hingga Kini BelumTerima Bantuan.</title>
		<link>https://redaksi76.com/berita/camat-wewaria-dan-anggota-dprd-respon-keluhan-warga-terdampak-gempa-di-kelitembu-yang-hingga-kini-belumterima-bantuan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi76.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 26 Aug 2026 04:21:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Camat Wewaria dan Anggota DPRD]]></category>
		<category><![CDATA[Respon Keluhan Warga Terdampak Gempa di Kelitembu]]></category>
		<category><![CDATA[Yang Hingga Kini BelumTerima Bantuan.]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://redaksi76.com/?p=11156</guid>

					<description><![CDATA[Redaksi76.com &#124;&#124; Ende — Pemerintah Kecamatan Wewaria, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), merespons keluhan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr"><strong><a href="http://Redaksi76.com" target="_blank" rel="noopener">Redaksi76.com</a> || Ende —</strong> Pemerintah Kecamatan Wewaria, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), merespons keluhan warga terdampak gempa bumi di Desa Kelitembu yang hingga kini mengaku belum mendapatkan bantuan pemerintah.</p>
<p dir="ltr">Camat Wewaria, Fidel Bela, mengatakan persoalan tersebut terjadi karena data warga terdampak yang diterima pemerintah kecamatan hanya 10 kepala keluarga (KK).</p>
<p dir="ltr">“Data yang kami terima dari pemerintah desa jumlahnya 10 rumah sehingga bantuan yang kami siapakan sesuai jumlah data yang masuk,” kata Fidel dalam wawancara bersama tim media, Rabu (26/8/2026).</p>
<p dir="ltr">Kendati demikian, Fidel menegaskan bahwa pemerintah kecamatan tidak ingin menyalahkan pihak mana pun atas persoalan tersebut.</p>
<p dir="ltr">Sebab menurutnya, yang lebih penting saat ini adalah pemerintah memastikan adanya solusi bagi masyarakat yang terdampak bencana.</p>
<p dir="ltr">“Sebagai pimpinan di wilayah Kecamatan Wewaria, saya tidak persalahkan siapa-siapa, yang paling penting kami harus mampu menemukan solusi, karena menurut informasi yang kami peroleh warga yang keluhkan bantuan tersebut adalah mereka yang membangun posko mandiri akibat ketakutan atas gempa susulan yang masi berlangsung hingga saat ini,” ujarnya.</p>
<p dir="ltr">Ia mengatakan, stok bantuan di Kecamatan Wewaria saat ini masih tersedia. Namun, penyaluran bantuan pemerintah harus mengacu pada data warga terdampak.</p>
<p dir="ltr">Karena itu, Fidel meminta Pemerintah Desa Kelitembu untuk kembali melakukan pendataan terhadap seluruh warga yang terdampak gempa dan segera melaporkannya kepada pemerintah kecamatan.</p>
<p dir="ltr">“Untuk stok bantuan saat ini masih ada. Namun, karena penyaluran bantuan dari pemerintah harus berbasis data, maka kita imbau Pemdes Kelitembu untuk mendata kembali jumlah warga terdampak di wilayah tersebut kemudian dilaporkan ke pemerintah kecamatan,” jelasnya.</p>
<p dir="ltr">Meski data tingkat kabupaten disebut telah ditutup, Fidel mengatakan pihaknya akan berupaya berkomunikasi dengan pemerintah kabupaten agar kebutuhan warga terdampak di Kelitembu tetap dapat diperhatikan.</p>
<p dir="ltr">Sebelumnya, Pemerintah Kecamatan Wewaria telah mendistribusikan bantuan ke sejumlah desa yang terdampak gempa di wilayah tersebut.</p>
<p dir="ltr"><strong>DPRD Ende Dorong Pemerintah Bergerak Bersama</strong></p>
<p dir="ltr">Anggota DPRD Kabupaten Ende, Sipri Doi, turut menyoroti persoalan tersebut. Ia mengatakan penanganan bencana harus dilakukan secara kolektif, mulai dari pemerintah desa, kecamatan hingga pemerintah kabupaten.</p>
<p dir="ltr">Menurut Sipri, pemerintah desa harus lebih aktif memantau kondisi warga setelah bencana. Pendataan kerusakan rumah dan kebutuhan warga dinilai menjadi langkah penting agar bantuan dapat disalurkan secara tepat sasaran.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
